Banyak banget gue liat temen-temen gue yang langsung jadi sok karena dipilih jadi ketua kelompok atau semacamnya. Awalnya kita bisa ketawa-ketawa bareng dia tapi setelah kepilih dia terkesan ngejauhin kita dan langsung sok ngatur kayak orang bener.
Emang sih pemimpin itu bisa berkata apa aja kecuali tidak tahu (dikutip dari film Merah-Putih) tapi bukan berarti dia harus ngejauhin temennya gitu dengan alasan dia adalah pemimpin. Pemimpin selain harus memiliki jiwa kepemimpinan tapi juga harus punya kharisma yang membuat semua orang jadi menyukainya, bukan malah ngejauhinnya.
Kritik gue buat ketua kelas gue yang keterima di STEI ITB tapi dia milihnya Telekomunikasi IT TELKOM yang awalnya bersikap sangat rendah hati tapi sekarang jadi belaga sok pinter. Bolehlah dia pinter tapi gak mesti kan dia selalu tampil sok nonjol, sok-sok nyebutin jawaban bener ketika dosen baru ngasih soal, kasian kan anak-anak yang masih kebingungan. Gue juga sebel banget dah kalo orang lain udah muji-muji dia. Mungkin emang sih, jujur gue iri dengan kepinterannya tapi semua orang kan pinter, asal dia udah nemuin cara belajarnya sendiri.
Seharusnya seorang pemimpin dapat bersikap dengan baik agar semua orang terus menyukai dan mendukungnya, sehingga ada kerjasama yang baik antara bawahan dan pemimpin, dengan begitu sebuah organisasi akan berjalan dengan baik bila relasi semua anggota didalamnya terus terjaga baik. Apa sih gue, kalimat gak penting banget, coba baca ulang deh, muter-muter gitu wekekekekekke..
Selasa, 15 September 2009
Pemimpin Gak Perlu Wibawa dan Sok Pinter
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)



0 komentar:
Poskan Komentar