Senin, 01 September 2014

Prinsip Hidup

Prinsip Hidup

Prinsip Hidup

Saya mencari-cari artikel tentang prinsip hidup tapi belum ada yang memuaskan, kebanyakan berisi kata-kata mutiara yang bikin kita berimajinasi tinggi tapi setelah dibaca yaudah lewat begitu aja. Saya terus mencari tapi saya masih belum dapat jawaban dari pertanyaan tentang prinsip hidup di benak saya. *sedaap*

Yang saya cari adalah satu prinsip hidup yang menjadi panutan dari segala aspek hidup saya. Mungkin enaknya gini ya, saya tulis satu tema tentang prinsip hidup, di bagian akhir saya analisis tulisan saya itu apakah itu menjawab atau enggak. Hmm..Semacam monologue, tapi ini monologue yang aneh.

Prinsip Hidup: Fokus lah pada hari ini.


Kalo gak salah Bro Einstein yang ngomong ini ya? Fokus lah pada hari ini. Prinsip hidup yang benar-benar membuat kita cepat mengambil keputusan, tidak terlalu banyak perhitungan jadi gak akan overthinking, dan kita akan jadi lebih fokus. Hmm..Tapi ya prinsip hidup diatas berbahaya juga kalo kita gak punya visi, gak tau tujuan hidup kita apa, dan jadinya hidup bakal let it flow aja, gak tau flow nya bakal berakhir dimana.

Udah gini doank? Tambah satu lagi ya.

Prinsip Hidup: Jadi lah visioner sejati.


Visioner, kalau mendengar kata visioner ada satu orang yang langsung terbayang di pikiran saya, yaitu Steve Jobs. Kenapa namanya Steve Jobs? Karena dia punya kerjaan, kalo dia gak punya kerjaan namanya jadi Steve Jobless, oke saya tau ini jayus. Lanjut. Waktu walkman masih berjaya, Bro Steve tau pembajakan musik bakal merajalela, akhirnya dia ciptain lah Ipod dan Itunes, lalu dia mengontak para musisi untuk menjual per lagu $0.99 dan per album $9.99. Pada saat  itu banyak protes karena katanya itu terlalu murah dan tidak menghargai karya musik. Tapi ada beberapa musisi yang setuju dan ternyata revenue mereka justru meningkat, nah mulai ikut-ikutan deh musisi lainnya buat jual lagunya di Itunes dan pada saat pembajakan di dunia menurun drastis.

Prinsip hidup yang gokil abis, dia bisa melihat apa yang orang lain gak lihat, dia bisa mengurangi pembajakan dengan menjual lagu dengan harga yang super murah. Steve, anda saya nobatkan jadi The Best Visionaire Leader in The World! Wait, who am I?

Naaah..kayaknya dua prinsip hidup diatas bisa di-combine deh, gimana ya nulisnya.

Prinsip Hidup: Gak Tau


Prinsip hidup ini menggabungkan dua prinsip hidup sebelumnya, yaitu berpikir ke depan tapi tetap hidup di hari ini. Analogi termudahnya adalah dengan melihat filosofi lampu mobil. Ketika berkendara, dari awal menyalakan mobil/motor, kita harus tau tujuannya kemana, namun saat jalan kita hanya melihat 10-15 meter di depan kita. Meskipun tujuannya berjarak puluhan kilometer, namun dengan fokus di 10-15 meter kita tetap bisa sampai tujuan.

Begitu juga dengan prinsip hidup ini. Misalnya kita bertujuan ingin menjadi pebisnis sukses, oke kunci itu. Setelah itu tinggal jalanin hidup sehari-hari secara fokus untuk menjadi pebisnis sukses. After you know what's your dream, you just have to live your life today.

Rabu, 20 Agustus 2014

Jomblo Bahagia

jomblo bahagia
Jomblo Bahagia

Jomblo bahagia

Jomblo bahagia, ya! Apa yang aneh sama itu?  Menjadi seorang jomblo itu emang seharusnya bahagia. Kamu bisa punya kebebasan waktu buat sosialita sama temen-temen, nongkrong main Bang! sama temen kantor, join komunitas motor, fokus di bisnis, atau travelling naik gunung tiap minggu. Jadi gak ada alasan buat gak bahagia sebagai seorang jomblo.

Masa-masa menjadi seorang jomblo adalah masa-masa terbaik buat ningkatin kualitas diri kamu. Kamu bisa riset fashion. Cewek jaman sekarang lebih suka ngeliat cowok keren daripada cowok ganteng, so jadi lah cowok keren. Semua cowok pasti suka ngeliat cewek yang bisa make-up, so belajar make-up. Semakin kamu berkualitas semakin kamu akan bahagia, jombs! Sangat gampang buat jadi jomblo bahagia, kalau kamu emang mau.

Kenapa harus jadi jomblo bahagia? Ya emang seharusnya gitu, tapi kenyataannya sekarang banyak jomblo yang gak (terlihat) bahagia, jomblo-jomblo yang jadi fakir cinta, ada cewek seksi dikit langsung kebelet kencing, mata langsung auto-focus dan auto-lock terhadap suatu benda indah yang bergerak naik turun. Hahaha..Udah udah..Sorry otak lagi keseleo.

Ini alasannya kenapa harus jadi jomblo bahagia, alasan ini saya dapat dari baca-baca artikel Hitman System. Misalnya kamu jomblo gak bahagia, terus hoki nih dapet pacar, misal pacar kamu sebelumnya adalah jomblo bahagia, dia punya banyak temen dimana-mana, aktivitas sosialnya banyak, punya bisnis, dan dia milih kamu. Ketika kalian pacaran, doi tentu ngeshare kebahagiaannya yang dia punya, iya, kebahagiaan yang dia dapat waktu masih jomblo, dia bakal cerita dia pernah ketauan nyolong baju sama temen-temennya di mall, dia pernah ikut kepanitiaan yang ngundang artis terkece se-ibu kota, dan dia cerita pernah dapet omset puluhan juta dari jualan celana dalem (aduh ini lagi). Kamu terima kebahagiaan yang dia share. Sekarang masuk ke konflik, saya buat di paragraf baru aja ya.

Terus sampe suatu saat dia lagi down, dia ada masalah dan mengharuskan kamu ngehibur dia. What will you share? Nothing! You don't have any happines! Semasa jomblo kamu cuma meratapi nasib dan pasrah dicengin temen-temen. Dan yang ada kamu stres dan biasanya bakal ribut karena gak bisa ngeshare kebahagiaan kamu ke dia. Endingnya? Sutup! Iya ini bahasa kilap.

Note:
Sutup => Putus
Kilab => Balik

Udah ngerti kan sekarang kenapa harus jadi jomblo bahagia? Emang jadi bahagia itu pilihan, tapi itu adalah pilihan yang harus dipilih! Jadi bahagia! Jadi jomblo bahagia! Kalo udah jadi jomblo bahagia, punya temen dimana-mana, fashion keren, punya sense of comedy yang bagus, siapa yang bakal ngecengin kamu? Atau kalau seandainya dicengin, yaudah lanjutin aja ngecengin diri sendiri. Kata Raditya Dika kan emang joke terlucu itu adalah joke tentang diri sendiri.

So kalau belum jadi jomblo bahagia, sugestikan ini setiap saat: Jomblo bahagia! Jomblo bahagia! Jomblo bahagia! #ApaSihGue

Selasa, 22 Juli 2014

Menemukan Orang yang Lebih Baik dari Diri Sendiri


Melanjutkan postingan yang sebelumnya tentang dipandang rendah. Yang efeknya sama-sama bikin morale dan motivasi hidup saya bertambah, yaitu bertemu dengan orang yang lebih baik dari saya. Orang yang punya anger management yang baik, orang yang selalu stabil di semua kondisi, dan orang yang punya jiwa leadership yang baik. Punya jiwa leadership yang baik disini adalah memang terlihat dia bisa memimpin dan semua orang suka sama dia. Bukan orang yang cuma sok-sok mimpin dan ngatur.

Awalnya tentu ada rasa iri dan dengki ketika ketemu orang kayak gitu. Ngerasa tersaingi, jealous, dan insecure tentu ngegerangin pikiran kita. Bahkan tentu beberapa orang langsung menutup mata dan tidak mau mengakui bahwa mereka memang kalah dari segi kualitas.

Itu wajar tapi itu salah! Ketika kita ngeliat orang yang lebih baik dari kita, kita harus mengakui itu. Tapi gak cukup sampe disitu aja, justru itu adalah sebuah keuntungan karena kita jadi bisa melakukan benchmarking.

Kayak misalnya pembalap, dia bakal lebih mudah ngebalap orang didepannya kan daripada bertahan terus di posisi pertama. Begitu juga dengan kita, kita bisa jadi lebih baik lagi kalo kita udah ketemu orang yang lebih dari kita.

Terus gimana kalo kita udah ngelewatin orang itu? Ya tambah circle pertemanan baru sampai kita ketemu lagi dengan orang kayak gitu. Defeat them again and again!

source image: www.sodahead.com