Senin, 08 Desember 2014

Last Milestone

Gak kerasa sudah sampe akhir penghujung 2014 dan resolusi saya di tahun ini belum ada yang tercapai. Ada 3 fokus hidup saya tahun ini (setelah lulus kuliah), yaitu Biola, Forex, dan Bisnis Online.

Biola, ini sebenarnya bukan target 2014 aja, tapi target seumur hidup yang gak akan pernah selesai saya kejar. Forex, saya mulai fokus dari Juni 2014 dan gak pernah stop sehari pun sampai hari ini, tapi saya masih main demo dan belum rencana main real di tahun ini. Bisnis Online, bisa dibilang Desember ini adalah penentuannya.

Saya start di bulan Juni 2014 dan sampai September 2014 saya fokus ke SEO, disitu saya sadar bahwa SEO adalah permainan jangka panjang. Akhirnya saya coba banting setir ke Facebook Ads dan Google Adwords. Sudah habis jutaan setiap bulannya dan masih belum berhasil sampai sekarang.

Dan minggu ini 8 Dec - 12 Dec 2014 adalah milestone bisnis online terakhir saya di tahun ini. Saya invest $5 sehari untuk 5 hari. Kalau seandainya ini gagal, saya gak tau lagi harus gimana :D

Yang jelas (kalau gagal), Januari 2015 ini saya mau lupain segala hal tentang bisnis, saya mau total hura-hura. Setelah itu kalau bisnis online sepertinya saya akan ganti produk atau kalau forex saya akan terjun ke real account.

We never know.

sumber gambar: www.minecraftforum.net

Selasa, 25 November 2014

Jokowi vs Prabowo


Kenapa Jokowi menang dan kenapa Prabowo kalah dalam pemilu kemarin? Kalo dicari tau emang banyak sih jawabannya dan yang paling konkrit sih karena yang milih Jokowi lebih banyak, ya iya lah. Tapi bukan itu yang mau saya omongin disini, bukan tentang politik, tapi tentang Alam Bawah Sadar, nah lho?!

Langsung aja liat fakta dibawah:
1. Secara dominan, pendukung Jokowi menunjukan kecintaannya terhadap Jokowi
2. Secara dominan, pendukung Prabowo menunjukan kebenciannya terhadap Jokowi

Sudah mulai paham? Kenapa Jokowi menang? Jawabannya karena secara dominan orang-orang membicarakan Jokowi, bukan Prabowo.

Secara personal, saya adalah pendukung Prabowo, tapi dari awal saya sudah tahu bahwa Jokowi lah yang akan menang. Kenapa Fadli Zon begitu membenci Jokowi? Kenapa Jonru yang saya hormati karena sesama blogger juga menunjukan sikap anti-Jokowi? Kenapa mereka tidak menunjukan kecintaan mereka terhadap Prabowo? *secara dominan ya*

Seandainya mereka menunjukan kecintaannya ke Prabowo, sehingga artikel yang banyak dishare adalah kehebatan dari Prabowo, saya yakin akan beda ceritanya. Tapi ini lah faktanya, congratulation Jokowi!

Sekarang coba studi kasus yang lain.

Kenapa waktu jaman perang, selesainya bukan karena ada kampanye perdamaian tapi karena emang perangnya udah selesai? Karena saat itu yang ada adalah kampanye anti-perang.

Kenapa masih banyak perokok? Karena lebih banyak yang kampanye anti-rokok, bukan kampanye hidup-sehat.

sumber gambar: yogendrasinghrathore.com

Sabtu, 22 November 2014

Krisis Kepemimpinan

Krisis kepemimpinan, itu lah kondisi yang masih terjadi di negara ini. Pemimpin terakhir yang saya rasa punya kualitas bagus adalah Pak Soekarno dan Pak Soeharto, they're both my favourite leader, after the great Muhammad off course.

Kenapa saya menulis ini adalah karena kasus yang terjadi di Batam yang (katanya) disebabkan oleh kepimpinan TNI-Polri yang kurang baik. Padahal kita tahu bahwa dua organisasi tersebut adalah organisasi yang sangat mementingkan Disiplin dan Kepemimpinan. Bukan bermaksud mendiskreditkan mereka, tapi selama ini saya pikir mereka sudah melakukan yang terbaik.

Yang jadi masalah adalah bagaimana dengan organisasi/perusahaan lain? Yang hanya fokus ke Produk atau Jasa? Yang hanya berorientasi kepada Keuntungan?

TNI/Polri saja tetap punya kelemahan dalam Leadership, apalagi Perusahaan lain?

Kenapa Indonesia kurang punya banyak Pemimpin yang berkualitas? Apa karena kapasitas kita yang kurang? Apa karena sistem pendidikan yang salah?

I still don't have the answer.

sumber gambar: www.afr.com

Rabu, 19 November 2014

November Rhapsody

Gambar ini diabaikan aja

Sebelumnya saya sudah menulis postingan mengenai project saya di bulan November ini yang statusnya masih on going. Meski masih berjalan, saya bisa simpulkan bahwa project bulan ini gagal, saya harus pasrah menerima kerugian sekitar 1 juta rupiah. Lumayan lah, tidak sebesar prediksi saya bulan lalu karena saya memasang stop-loss yang tepat haha.. (Bingung ya? Itu istilah Forex)

Plan saya di bulan ini adalah menggunakan media periklanan FB Ads dan Google Adwords (GA). Sialnya, percobaan pertama saya di FB Ads gagal karena ditipu, saya menggunakan paket 7 hari dengan jaminan minimal 60-70 orang mengunjungi situs saya, tapi nyatanya hanya 1 hari yang tempus 60 pengunjung, sisanya tidak lebih dari 10 orang. Alhasil dengan modal beberapa ratus ribu, saya hanya mendapatkan keuntungan beberapa puluh ribu. Gagal total!

Saya masih penasaran dengan FB Ads akhirnya saya coba lagi (dengan agency yang berbeda) dan berhasil mendapatkan traffic yang diinginkan namun saya tetap tidak mendapatkan keuntungan. Gagal lagi!

2 kegagalan yang cukup nyess di bulan November tapi ini lah yang membuat saya bahagia, karena meskipun saya gagal, tapi at least saya sudah berhasil menemukan cara untuk gagal.

Bukan Evet Hestara namanya kalo berhenti nyoba cari cara sukses untuk gagal tiap bulannya. Bulan depan, saya bakal coba lagi iklan FB Ads dengan bid yang lebih tinggi per hari nya dan Google Adwords yang belum saya coba bulan ini.

Sumber gambar: www.surfwaves.net

Rabu, 29 Oktober 2014

November Project


Berkaitan dengan postingan sebelumnya yang berjudul Flat Life, dimana bulan Oktober ini adalah bulan paling membosankan di hidup saya tapi bukan berarti seterusnya saya terlena dengan zona nyaman ini. Karena di bulan November saya siap menerima kesuksesan super atau kegagalan super.

Bulan November besok saya berencana menjalankan bisnis baru, sebelumnya selama 5 bulan saya fokus di SEO dan sayangnya masih belum menghasilkan, saya mulai bosan menunggu itu semua akhirnya saya coba pindah haluan ke Facebook Ads dan Google Adwords. Bulan depan saya rencana membuat website jualan dan mengiklankannya menggunakan media iklan tersebut. So simple.

Budget yang saya siapkan kurang lebih hanya 1,5 juta, sangat kecil bila dibandingkan dengan membuat bisnis offline. Kalau saya berhasil, minimal saya bisa mendapatkan 2 juta. Kalau saya gagal, bisa saja 1,5 juta itu menghilang entah kemana.

Ah I love danger zone! Bagaimana nasib saya bulan November nanti? Well, we never know.

Image source: www.usertesting.com

Selasa, 28 Oktober 2014

Definisi Pencitraan


Huddleston dalam (Buchari Alma, 2008:55) memberikan definisi atau pengertian citra dengan mengatakan sebagai berikut :”Image is a set beliefs the personal associate with an Image as acquired trough experience”. Artinya: citra adalah serangkaian kepercayaan yang dihubungkan dengan sebuah gambaran yang dimiliki atau didapat dari pengalaman. Sumber: http://edukasi.kompasiana.com/2014/06/02/apa-itu-pencitraan--656262.html

Itu artinya pencitraan didapat dari apa yang sudah kita lakukan. Misal kita melakukan hal-hal yang baik maka citra akan baik dan begitu juga sebaliknya. Dengan kata lain, pencitraan hukumnya sah-sah saja bagi semua orang.

Misal saya pengen kepilih jadi walikota Depok, lalu saya kuliah dengan benar dan mendapat IPK lebih dari 3 lalu saya bekerja dengan giat, aktif di organisasi masyarakat Depok dan banyak memberi kontribusi yang positif, sampai akhirnya saya terpilih menjadi walikota Depok. Pencitraan? Yes! Sah? Yes!

Gak ada yang salah dari pencitraan, yang salah itu adalah ketika melakukan pencitraan palsu atau pencitraan semu. Misal saya orasi bahwa saya aktif di masyarakat padahal saya anti-sosial dan saya memiliki mahasiswa yang giat padahal IPK gak nyampe 3. Itu pencitraan semu.

Nah! Itu lah yang jadi rancu di masyarakat, ketika melihat politisi muncul di koran, internet, dan TV kebanyakan langsung nge-judge kalau itu pencitraan (semu). No, guys! Open your eyes! Pencitraan itu halal asal nyata, bukan semu.

Misal kamu ngeliat politisi di koran, dia bilang, "saya akan membangun 7 gunung tinggi di Indonesia!". Dari kalimat itu terlihat bahwa sifatnya masa depan, bukan apa yang sudah dia lakukan, nah itu pencitraan semu.

Misal kamu ngeliat politisi di koran, koran tersebut menjelaskan apa yang telah dia lakukan di masa lalu, perubahaan yang dia lakukan di perusahaannya, dan prestasi-prestasi yang sudah dia raih. Pencitraan? Yes! Nyata? Yes!

So guys, jangan terlalu anti dengan kata pencitraan, semua orang ngelakuin pencitraan, selama pencitraannya nyata, kamu harus dukung!

Sumber gambar: www.sukadi.net

Kamis, 23 Oktober 2014

Flat Life

Postingan kali ini mungkin tidak ada manfaatnya buat kamu yang gak sengaja berkunjung ke blog ini tapi saya gak ngelarang hak kamu kok buat terus ngebaca. Disini saya cuma mau curhat mengenai kehidupan saya di bulan Oktober 2014 ini yang sangat sangat sangat datar.

Datar abis! Kenapa saya bilang datar? Ya, karena selama bulan Oktober yang sudah berjalan 23 hari ini saya hanya menjalani rutinitas yang begitu-begitu aja. Not so bad sih, karena saya juga tetep ada waktu buat ngedate bareng pacar dan nongksi bareng temen-temen kantor dan sahabat kuliah. Tapi di bulan Oktober ini, tidak ada keberhasilan atau kegagalan yang saya dapatkan.

Bagi saya keberhasilan bukan lah satu-satunya tolak ukur dalam mencapai achievement, selama saya sudah mencoba (meskipun itu gagal) maka itu juga merupakan bagian dari achievement.

Tapi ya ini lah Oktober 2014, bulan dimana saya tidak invest apa pun buat bisnis, tidak ada konflik yang membuat hidup saya hancur, dan tidak ada miracle yang membuat hidup saya jadi lebih baik.

Image source: www.etsy.com

Senin, 01 September 2014

Prinsip Hidup

Prinsip Hidup

Prinsip Hidup

Saya mencari-cari artikel tentang prinsip hidup tapi belum ada yang memuaskan, kebanyakan berisi kata-kata mutiara yang bikin kita berimajinasi tinggi tapi setelah dibaca yaudah lewat begitu aja. Saya terus mencari tapi saya masih belum dapat jawaban dari pertanyaan tentang prinsip hidup di benak saya. *sedaap*

Yang saya cari adalah satu prinsip hidup yang menjadi panutan dari segala aspek hidup saya. Mungkin enaknya gini ya, saya tulis satu tema tentang prinsip hidup, di bagian akhir saya analisis tulisan saya itu apakah itu menjawab atau enggak. Hmm..Semacam monologue, tapi ini monologue yang aneh.

Prinsip Hidup: Fokus lah pada hari ini.


Kalo gak salah Bro Einstein yang ngomong ini ya? Fokus lah pada hari ini. Prinsip hidup yang benar-benar membuat kita cepat mengambil keputusan, tidak terlalu banyak perhitungan jadi gak akan overthinking, dan kita akan jadi lebih fokus. Hmm..Tapi ya prinsip hidup diatas berbahaya juga kalo kita gak punya visi, gak tau tujuan hidup kita apa, dan jadinya hidup bakal let it flow aja, gak tau flow nya bakal berakhir dimana.

Udah gini doank? Tambah satu lagi ya.

Prinsip Hidup: Jadi lah visioner sejati.


Visioner, kalau mendengar kata visioner ada satu orang yang langsung terbayang di pikiran saya, yaitu Steve Jobs. Kenapa namanya Steve Jobs? Karena dia punya kerjaan, kalo dia gak punya kerjaan namanya jadi Steve Jobless, oke saya tau ini jayus. Lanjut. Waktu walkman masih berjaya, Bro Steve tau pembajakan musik bakal merajalela, akhirnya dia ciptain lah Ipod dan Itunes, lalu dia mengontak para musisi untuk menjual per lagu $0.99 dan per album $9.99. Pada saat  itu banyak protes karena katanya itu terlalu murah dan tidak menghargai karya musik. Tapi ada beberapa musisi yang setuju dan ternyata revenue mereka justru meningkat, nah mulai ikut-ikutan deh musisi lainnya buat jual lagunya di Itunes dan pada saat pembajakan di dunia menurun drastis.

Prinsip hidup yang gokil abis, dia bisa melihat apa yang orang lain gak lihat, dia bisa mengurangi pembajakan dengan menjual lagu dengan harga yang super murah. Steve, anda saya nobatkan jadi The Best Visionaire Leader in The World! Wait, who am I?

Naaah..kayaknya dua prinsip hidup diatas bisa di-combine deh, gimana ya nulisnya.

Prinsip Hidup: Gak Tau


Prinsip hidup ini menggabungkan dua prinsip hidup sebelumnya, yaitu berpikir ke depan tapi tetap hidup di hari ini. Analogi termudahnya adalah dengan melihat filosofi lampu mobil. Ketika berkendara, dari awal menyalakan mobil/motor, kita harus tau tujuannya kemana, namun saat jalan kita hanya melihat 10-15 meter di depan kita. Meskipun tujuannya berjarak puluhan kilometer, namun dengan fokus di 10-15 meter kita tetap bisa sampai tujuan.

Begitu juga dengan prinsip hidup ini. Misalnya kita bertujuan ingin menjadi pebisnis sukses, oke kunci itu. Setelah itu tinggal jalanin hidup sehari-hari secara fokus untuk menjadi pebisnis sukses. After you know what's your dream, you just have to live your life today.

Rabu, 20 Agustus 2014

Jomblo Bahagia

jomblo bahagia
Jomblo Bahagia

Jomblo bahagia

Jomblo bahagia, ya! Apa yang aneh sama itu?  Menjadi seorang jomblo itu emang seharusnya bahagia. Kamu bisa punya kebebasan waktu buat sosialita sama temen-temen, nongkrong main Bang! sama temen kantor, join komunitas motor, fokus di bisnis, atau travelling naik gunung tiap minggu. Jadi gak ada alasan buat gak bahagia sebagai seorang jomblo.

Masa-masa menjadi seorang jomblo adalah masa-masa terbaik buat ningkatin kualitas diri kamu. Kamu bisa riset fashion. Cewek jaman sekarang lebih suka ngeliat cowok keren daripada cowok ganteng, so jadi lah cowok keren. Semua cowok pasti suka ngeliat cewek yang bisa make-up, so belajar make-up. Semakin kamu berkualitas semakin kamu akan bahagia, jombs! Sangat gampang buat jadi jomblo bahagia, kalau kamu emang mau.

Kenapa harus jadi jomblo bahagia? Ya emang seharusnya gitu, tapi kenyataannya sekarang banyak jomblo yang gak (terlihat) bahagia, jomblo-jomblo yang jadi fakir cinta, ada cewek seksi dikit langsung kebelet kencing, mata langsung auto-focus dan auto-lock terhadap suatu benda indah yang bergerak naik turun. Hahaha..Udah udah..Sorry otak lagi keseleo.

Ini alasannya kenapa harus jadi jomblo bahagia, alasan ini saya dapat dari baca-baca artikel Hitman System. Misalnya kamu jomblo gak bahagia, terus hoki nih dapet pacar, misal pacar kamu sebelumnya adalah jomblo bahagia, dia punya banyak temen dimana-mana, aktivitas sosialnya banyak, punya bisnis, dan dia milih kamu. Ketika kalian pacaran, doi tentu ngeshare kebahagiaannya yang dia punya, iya, kebahagiaan yang dia dapat waktu masih jomblo, dia bakal cerita dia pernah ketauan nyolong baju sama temen-temennya di mall, dia pernah ikut kepanitiaan yang ngundang artis terkece se-ibu kota, dan dia cerita pernah dapet omset puluhan juta dari jualan celana dalem (aduh ini lagi). Kamu terima kebahagiaan yang dia share. Sekarang masuk ke konflik, saya buat di paragraf baru aja ya.

Terus sampe suatu saat dia lagi down, dia ada masalah dan mengharuskan kamu ngehibur dia. What will you share? Nothing! You don't have any happines! Semasa jomblo kamu cuma meratapi nasib dan pasrah dicengin temen-temen. Dan yang ada kamu stres dan biasanya bakal ribut karena gak bisa ngeshare kebahagiaan kamu ke dia. Endingnya? Sutup! Iya ini bahasa kilap.

Note:
Sutup => Putus
Kilab => Balik

Udah ngerti kan sekarang kenapa harus jadi jomblo bahagia? Emang jadi bahagia itu pilihan, tapi itu adalah pilihan yang harus dipilih! Jadi bahagia! Jadi jomblo bahagia! Kalo udah jadi jomblo bahagia, punya temen dimana-mana, fashion keren, punya sense of comedy yang bagus, siapa yang bakal ngecengin kamu? Atau kalau seandainya dicengin, yaudah lanjutin aja ngecengin diri sendiri. Kata Raditya Dika kan emang joke terlucu itu adalah joke tentang diri sendiri.

So kalau belum jadi jomblo bahagia, sugestikan ini setiap saat: Jomblo bahagia! Jomblo bahagia! Jomblo bahagia! #ApaSihGue

Selasa, 22 Juli 2014

Menemukan Orang yang Lebih Baik dari Diri Sendiri


Melanjutkan postingan yang sebelumnya tentang dipandang rendah. Yang efeknya sama-sama bikin morale dan motivasi hidup saya bertambah, yaitu bertemu dengan orang yang lebih baik dari saya. Orang yang punya anger management yang baik, orang yang selalu stabil di semua kondisi, dan orang yang punya jiwa leadership yang baik. Punya jiwa leadership yang baik disini adalah memang terlihat dia bisa memimpin dan semua orang suka sama dia. Bukan orang yang cuma sok-sok mimpin dan ngatur.

Awalnya tentu ada rasa iri dan dengki ketika ketemu orang kayak gitu. Ngerasa tersaingi, jealous, dan insecure tentu ngegerangin pikiran kita. Bahkan tentu beberapa orang langsung menutup mata dan tidak mau mengakui bahwa mereka memang kalah dari segi kualitas.

Itu wajar tapi itu salah! Ketika kita ngeliat orang yang lebih baik dari kita, kita harus mengakui itu. Tapi gak cukup sampe disitu aja, justru itu adalah sebuah keuntungan karena kita jadi bisa melakukan benchmarking.

Kayak misalnya pembalap, dia bakal lebih mudah ngebalap orang didepannya kan daripada bertahan terus di posisi pertama. Begitu juga dengan kita, kita bisa jadi lebih baik lagi kalo kita udah ketemu orang yang lebih dari kita.

Terus gimana kalo kita udah ngelewatin orang itu? Ya tambah circle pertemanan baru sampai kita ketemu lagi dengan orang kayak gitu. Defeat them again and again!

source image: www.sodahead.com

Jumat, 27 Juni 2014

Perfect Life

source: www.imagesbuddy.com

Secara default, saya termasuk orang yang suka rutinitas, ya bisa dibilang kaku lah. Kayak misalnya bangun tidur selalu jam 5, terus makan, mandi, boker pas mandi, berangkat sekolah/kuliah/kerja, makan pagi di warung kesayangan, gak pernah ganti-ganti. Saya nyaman dengan rutinitas.

Sampai akhirnya dengan penuh konflik kehidupan semasa kuliah, saya mulai nyaman juga dengan hal baru, saya mulai nagih melakukan hal yang belum pernah saya lakukan. Setiap hari harus kenal orang baru, ngunjungin tempat baru, dan harus ada hal baru lah setiap harinya.

Saya tidak berubah, saya tetap jadi Evet Hestara yang nyaman dengan rutinitas, saya hanya mengupgrade diri saya. Be the best of myself lah kalo kata @HitmanSystem. Akhirnya sekarang saya jadi orang yang suka rutinitas dan selalu melakukan hal baru setiap harinya.

Karena kalo milih salah satu pasti ada kekurangannya. Rutinitas yang itu-itu aja bikin hidup jadi gak berwarna, monoton, dan gak bikin bahagia. Ngelakuin hal baru setiap harinya bikin hidup jadi gak teratur, berantakan, dan bisa jadi ngerusak kesehatan.

I choose the perfect life! Saya pengen hidup yang berwarna, teratur, dan tentu bahagia. Ya, saya punya rutinitas dan terus mencari hal baru setiap harinya. Apalagi ngelakuin hal barunya sama si doi, kalo lagi gak ada pacar yaudah bareng sahabat aja. Apa? Gak punya sahabat? Ah kau pasti bergurau :3

Kamis, 26 Juni 2014

My Failure Story


Dari beberapa postingan sebelumnya saya sering bilang saya adalah orang gagal. Kegagalan kayak gimana sih yang saya rasain? Ya gak pait-pait banget sih, tapi lumayan sering aja, sekarang bakal coba saya ceritain lebih detail.

Sewaktu SMA kelas 2 saya terpilih sebagai ketua MPK, sekaligus juga sebagai ketua teater. Awal-awalnya rajin rapat tiap minggu sehabis pulang sekolah, tapi yaudah gitu aja, bertahan cuma sebulan abis itu saya udah lupa saya adalah ketua organisasi-organisasi tersebut haha..

Lalu pada tahun pertama kuliah saya join komunitas pecinta jepang, saya diamanahkan sebagai koordinator divisi budaya dimana saya bertanggung jawab untuk menyebarkan virus budaya jepang ke kampus saya. Selama satu tahun kerjaan saya ya cuma rapat divisi aja dan gak ada result sama sekali.

At least ada perkembangan ya, waktu SMA rapatnya sebulan tapi pas kuliah bisa konsisten rapat selama setahun hahaha..Setelah itu saya terus belajar leadership&organisasi secara teori, saya tiap hari ke perpus, membaca buku dan nyatet semua hal pentingnya. Sampai saya cukup percaya diri untuk nyoba jadi pemimpin lagi. Namun ternyata kehancuran saya belum selesai sampai disitu.

Kegagalan terbesar saya adalah ketika saya memimpin kepanitiaan untuk event music jepang di bandung. Awalnya rencana saya berjalan lancar, pembuatan proposal dalam 1 hari (jumat) dan print 20 proposal dalam 2 hari (sabtu-minggu), dan hari senin kami sudah bisa gerak untuk mencari sponsor. Berbagai rapat sudah dijalani, konsep+desain+rundown+venue+guest star+semuanya secara detail sudah direncanakan. Itu berlangsung selama 2-3bulan. Namun gak ada satu perusahaan yang tertarik untuk sponsorin acara saya. Akhirnya dengan berat hati kepanitiaan itu saya bubarkan.

Sedih, kesel, marah, dan malu semuanya jadi satu. Saya yang sudah yakin dengan ilmu kepemimpinan yang saya pelajari ternyata masih jauh dari kata hebat. Saat menulis ini pun saya masih bisa ngerasain sakitnya dari kejadian itu.

Udah gitu aja deh, gak tau mau nulis apa lagi :(

Bersambung (...)

Source Gambar: www.agentlerebellion.com

Selasa, 24 Juni 2014

3 Prinsip Hidup

prinsip hidup

Setiap orang punya prinsip hidup masing-masing, ada yang bagus, ada yang kurang bagus, dan ada juga yang tidak punya prinsip hidup. Bagus dan kurang bagus masih subjektif lah, tetapi tentu yang bermasalah adalah yang tidak punya. Saya akan coba sedikit share 3 prinsip hidup yang cukup bagus untuk diterapkan apabila kamu masih bingung gimana cara nikmatin hidup ini.

3 Prinsip Hidup

Prinsip Hidup #3 : Uang
Semua manusia butuh uang, itu sudah jelas. Kita bisa membeli banyak hal dengan itu. Tapi uang bukan lah yang nomor #1 maupun yang nomor #2. Karena uang tidak bisa membeli segalanya. Meskipun terdengar klise tapi saya bisa jamin ini valid.

Prinsip Hidup #2 : Kesehatan
Kita tidak bisa menikmati uang apabila kita sakit dan kita tetap bisa menikmati kesehatan meskipun tanpa uang. Itu lah yang membuat kesehatan lebih diprioritaskan daripada uang dalam konsep prinsip hidup ini.

Prinsip Hidup #1 : Hubungan/Relationship
Apabila kita sudah punya uang dan kesehatan, kita masih belum bisa menikmati hidup ini dengan bahagia. Kita harus punya tempat untuk sharing kebahagiaan, yaitu dengan hubungan persahabatan, cinta, dan/atau keluarga. Misalnya kita sehat dan punya banyak uang, terus kita sendirian keliling dunia, saya jamin kebahagiaannya cuma 1 atau 2 hari. Beda kalo kita punya banyak sahabat, punya pacar, dan punya keluarga yang harmonis, maka everlasting happiness bukan lah hal yang gak mungkin. Dan ada satu lagi hubungan yang paling kuat, yaitu hubungan kita dengan Tuhan. Ini gak usah dijelasin lagi ya hehe..

Nah! Itu lah 3 Prinsip hidup yang menurut saya cukup bagus kalo diterapkan ke kehidupan sehari-hari. Saya sendiri sebenarnya belum tau hal yang menjadi prinsip hidup, tapi sepertinya saya bakalan pake ini. Informasi tentang ini saya dapatkan dari kolega saya di kantor, ntah kenapa pagi-pagi dia ngomongin hal kayak begini.

Source Gambar:  www.emptykingdom.com

Senin, 23 Juni 2014

Rasanya Dipandang Rendah

source: www.wordsonimages.com

Ketika kamu berada dilingkungan baru, dimana kamu belum tau kekuatan masing-masing tiap orang dan begitu juga dengan mereka tidak tahu apa potensi yang kamu punya. Sangat wajar buat nerima omongan-omongan yang seakan memandang-remehkan kamu. Hal itu sudah sering banget saya rasain ketika masuk organisasi dan kepanitiaan baru di kampus dulu.

Sedikit saja hal yang kita lakuin tapi tidak sesuai dengan ekpektasi mereka, pasti mereka dengan cepat ngejudge rendah kemampuan kita, belom lagi ditambah ketawa ceng-cengan yang super annoying. Seketika morale dan motivasi langsung ngedrop.

Saya pernah dulu di sebuah kepanitiaan, saya memang masih baru belajar di divisi itu, tapi koordinatornya gak ngasih contoh, dia cuma bilang, "udah lakuin aja, gue tau lo bisa, bro!". Saya yang masih terambang-ambang dengan nekad ngelakuin hal yang menurut saya benar. Dan ternyata jebret! Blunder donk! Saya langsung diomelin dan kata-katanya penuh dengan hal-hal yang merendahkan diri saya. Sakit, sob!

Saya ngalamin itu gak cuma sekali, udah sering banget sampe bosen. Padahal secara default saya termasuk orang yang haus akan kehormatan, saya paling senang bila dihormatin dan dipuji. Kalo di Seven Sins, ya saya itu Pride, dosa terbesar yang harus dihindarin.

Tapi semakin sering saya direndahkan, meskipun awalnya ngedown, lama-kelamaan saya bisa mengambil sisi positifnya, yaitu saya semakin tertantang buat nunjukin potensi terbaik saya. Yang tadinya cuma "ah gue mah yang penting eksis lah disini" jadi "gue harus total dan tunjukin ke semua orang disini kalo gue itu hebat".

Yeap, semakin kita ditekan kebawah, gak seharusnya kita malah tiarap, tapi kita harus semakin berambisi buat lompat setinggi-tingginya.

Kamis, 19 Juni 2014

Minta Maaf

source: worshipingwithchildren.blogspot.com

Meminta maaf apabila melakukan kesalahan adalah hal yang sangat terdengar simpel, klise, dan klasik banget lah. Tapi kenyataannya, masih banyak banget orang di dunia ini yang belum bisa mengimplementasikan itu.

Kayak contohnya ada orang yang gak sengaja nyenggol motor atau mobil kita, kebanyakan cuma ngelambain tangan atau pura-pura tidur gak tau terus langsung jalan. Padahal apa salahnya dia natap mata kita sambil ngasih senyuman yang ekstra tulus.

Atau misalnya ada tukang minta-minta dijalan tapi kita lagi gak megang uang receh. Biasanya kita yang pura-pura tidur gak liat padahal dia udah minta dengan kekeh. Padahal apa salahnya kita tatap matanya sambil ngelakuin gesture permintaan maaf seperti menempelkan kedua tangan seperti gambar di postingan ini.

Kata siapa minta maaf itu susah? No! It's totally easy, kalo kamu emang mau mengakui kesalahan kamu, minta maaf itu semudah kamu ketawa.

Wait, kamu orangnya gak humoris? Lol! That's your problem :3

Senin, 16 Juni 2014

Mempersulit Hal yang Mudah atau Mempermudah Hal yang Sulit?

source: youtube.com

Dari jaman sekolah dulu, dosen/guru selalu memberi soal yang mudah bagi dia tapi dipersulit buat muridnya. Setuju? I know it's quite debatable tapi saya yakin yang setuju itu lebih banyak. Saya bukannya tidak pro dosen/guru, tapi memang itu yang seharusnya dia lakukan untuk menguji kepahaman muridnya.

Positifnya tentu banyak, tapi karena itu klise, saya coba melihat dari sisi (yang bisa jadi) negatifnya biar banyak yang marah dan trafik blog saya bertambah haha..

Karena kita terbiasa melihat persoalan yang mudah tapi dipersulit, secara alam bawah sadar, secara unconscious kita akan mencoba melakukan hal yang sama. Apabila ada teman yang tidak mengerti, kita biasanya tidak langsung memberitahu cara termudah, melainkan memberi clue-clue yang bagi orang itu cukup membingungkan.Ya kan? Ya kan?

Mungkin itu masih tidak berdampak besar, tapi saya menemukan satu case yang cukup unik. Karena saya juga secara gak sadar suka melakukan hal itu, beberapa kali saya disemprot sama si manajer. Di tempat kerja saya, saya mempunyai jobdesc yang cukup seru, yaitu memberi weekly report untuk direktur. Iya, direktur.

Sekarang coba bayangin kalo saya pake konsep yang diterapin dosen/guru ke para big boss itu. Saya sering membuat report yang mudah dimengerti oleh kalangan engineer, menggunakan istilah-istilah magis yang bagi saya itu biasa, dan ya pokoknya udah cukup easy-listening lah. Tapi manajer saya menolak report saya dan meminta saya mengubah kata-katanya menjadi lebih bisa dibaca.

What? What? Helooo, sir! I've already given you the 10*20 question but you still want me to ask 1+1??

Mungkin terdengar simpel kasus saya ini tapi menurut saya ini lumayan bermanfaat untuk dishare.

Bagaimanapun tidak semua orang punya pengetahuan yang sama seperti kita. Ada banyak hal yang kita ketahui tapi orang lain tidak. Ada banyak hal yang orang ketahui tapi kita tidak. Coba berpikir dan bayangkan bahwa kamu itu adalah lawan bicara kamu.

Rabu, 11 Juni 2014

Postigan yang Debatable

source: www.buzzle.com

Akhir-akhir ini saya sering membuat postingan yang debatable. Padahal niatnya saya cuma mau share pemikiran aja tapi ternyata pemikiran saya tidak sesuai dengan khalayak banyak. Jarang yang bilang setuju, yang komen juga lebih terlihat sebagai orang-orang yang gak setuju.

Saya pun ternyata dapat beberapa keuntungan dari postingan debatable, yaitu trafik blog melangit. Yang biasanya cuma 30 visitors per day, eh tiba-tiba jadi 150 visitors per day. Saya sempet tergoda buat nerusin bikin ulah. Karena saya menikmati tantangannya. Banyak yang berbeda pendapat, ada yang ngajak debat, ada yang cuma numpang blogwalking, tapi yang paling saya suka adalah konflik manajemennya. Bagaimana saya menghadapi orang lain. Kapan saya harus offensive dan kapan saya harus defensive.

Saya bahkan sudah membuat 2 artikel lain, yang satu menyinggung agama dan satu lagi politik. Gak kebayang itu ramenya blog saya bakal kayak gimana nanti. Tapi saya berubah pikiran. Ntah karena takut atau emang saya sudah lelah.

Dunno.

Senin, 09 Juni 2014

Circle Pertemanan

source: design.ubuntu.com

Circle pertemanan, kenapa kita harus punya itu? Kita harus punya banyak atau dikit? Dikit tapi berkualitas lebih baik daripada banyak? Atau pengennya banyak dan berkualitas semua?

Saya gak bisa jawab. Jadi saya mau ngomongin yang laen aja XD

Kalo kata orang-orang hitman system, kualitas seseorang dapat dilihat dari circle pertemannya. Semakin banyak dan semakin kuat circle/brotherhood-nya maka semakin berkualitas orang itu. Selain itu semakin banyak kita punya circle pertemanan maka kita juga dapat melihat banyak perspektif baru. Dan tentunya, selain sahabat baru maka pacar baru juga lebih berpeluang dateng.

Dan seperti biasa, ayo kita puter-puter perspektif kita. Bagaimana perasaan circle pertemanan lama kita? Apakah kita dibilang pengkhianat? Sombong? Atau mereka terus mengejar kita?

Saya gak bisa jawab. Jadi mau saya apa sih? XD

Udah balikin aja lagi ke perspektifnya ya haha..

Saya punya banyak circle pertemanan. Beberapa ada yang bertahan sampai sekarang. Beberapa ada yang masih welcome. Beberapa ada yang gak tau. Beberapa ada yang menolak kehadiran saya. Dan beberapa ada yang masih terus mengejar saya.

Apa pun yang mereka pikirin, saya gak peduli. Saya tetap anggap mereka menjadi sahabat saya. Mereka semua adalah pahlawan buat hidup saya. Banyak kesalahan-kesalahan yang pernah kita buat bareng dan sekarang itu jadi pelajaran yang super valuable.

I don't have much time now. But someday, wherever you are. I'll be there, fams.

Senin, 02 Juni 2014

Kesalahan Terbesar Manusia

source: donpower.me

Kesalahan terbesar manusia adalah ketika dia merasa benar.

Itu aja.

Sebenernya cukup sampe disitu aja postingan saya, saya yakin banyak yang setuju dan ngerti. Tapi biar asik saya coba share pemikiran saya tentang statement diatas, kamu boleh setuju atau enggak, dan lebih oke lagi kalo kamu juga ngeshare pemikiran kamu disini.

Dulu saya termasuk orang yang sangat sombong, ya sampe sekarang sih juga, tapi kadarnya udah gak sebanyak dulu, saya tidak suka menerima kritik apapun, pokoknya yang nentang saya adalah musuh. Nyebelin abis ya orang kayak gitu. But yeah, I was like that.

Beruntung saya masih memiliki segelintir orang yang peduli sama saya, yaitu Sahabat dan Pacar. Itu lah mengapa saya suka mencari circle pertemanan baru, agar mendapat banyak perspektif kehidupan (Kok lebay ya?). Banyak dari mereka yang susah payah merubah saya. Memberitahu kekurangan-kekurangan saya. Sampai akhirnya saya sadar dan memutuskan untuk menjadi orang yang lebih humble.

Itu baru saya. Masih banyak lagi orang lain yang saya dengan jelas melihat kekurangannya, melihat keterbatasannya, dan saya mencoba untuk membantu mereka menjadi dirinya yang terbaik. But I can't! Why? Karena mereka merasa sudah benar.

Nasehat apa pun yang diberikan tidak akan merubah mereka. Apa pun yang kita omongin dengan cepat mereka bilang, "ah enggak ah" atau "enggak juga".

Then what should we do? Solusinya banyak, saya pengen nyebutin tapi kesannya menggurui banget. Dipikirin sendiri ya. Saya cuma memberi masalah tanpa solusi. Quote ILK.

Minggu, 01 Juni 2014

Hai Manusia-Manusia yang Terlalu Serius..Bacalah!

source: fineartamerica.com

Saya paling bingung sama orang-orang yang terlalu serius menanggapi sesuatu, bahkan sama hal-hal kecil dan itu merupakan sebuah joke. Apakah orang-orang itu emang gak punya sense of humor atau pengen show off? Maybe God is the only one who knows the answer..Wait, I think God doesn't care about that sh*t.. <== This is also a joke, so please don't take it seriously

Kayak misalnya saya bilang, "Duh..bosen idup nih gue, kalo bunuh diri halal gue langsung lompat deh ke jurang", terus tiba-tiba ada yang bilang, "Lo serius mau bunuh diri, Vet?". Bro! Itu tuh cuma ungkapan lebay atas keboringan hari-hari saya, gak lebih dari itu.

Atau misalnya saya bilang, "Ah! Kucing itu gak logis abis, dia suka ngeliatin tapi kalo diliatin balik langsng pura-pura gak liat, gue bakar juga nih", terus tiba-tiba ada yang bilang, "Gila lu, bro! Kucing itu kan binatang kesukaan Rasulullah". Yes, I know that!

Yang paling nyebelin lagi kalo orang-orang kayak gitu langsung ngajak debat, langsung bawa pemikiran aneh-aneh dia yang super kolot, kayak misalnya bawa isu-isu moralitas dan agama. <== Awas aja kalo ada yang nanya, "Jadi moralitas dan agama itu pemikiran kolot menurut lo, Vet?"

Orang-orang itu: "Bunuh diri itu langsung ngemulusin jalan lo ke neraka, bro. Ntar lo digini-giniin di kuburan lo terus lo digitu-gituin di neraka"

Orang-orang itu: "Kalo lo gak suka kucing, berarti lo gak sejalan sama Rasulullah, gak sejalan sama Islam, dan itu artinya jalan kita beda"

Annoying!! Orang-orang kayak gitu annoying abis! Kesalahan pertama adalah mereka terlalu menanggapi hal-hal yang sifatnya Joke dan kesalahan kedua adalah mereka ngasih ceramah.

Oia, note ya. Saya nulis ini sambil cekikikan dan ketawa-ketawa, jadi saya bener-bener gak marah kayak apa yang kamu bayangin :D

And the lesson learned is: Dunia ini udah terlalu banyak diisikan oleh orang-orang yang terlalu serius, terlalu mudah tersinggung, dan terlalu fanatik. Dunia udah gak butuh lagi orang-orang kayak gitu. Yang dibutuhkan adalah orang-orang yang tetep bahagia meskipun lagi dalam penderitaan, bisa menertawakan dirinya sendiri, dan bisa tetep senyum kepada orang ngebencinya.

Rabu, 28 Mei 2014

When someone becomes you, what will you do?

source: galleryhip.com

It's common to hear the words like "Don't be someone! Be yourself! Be real!".
But what if the condition is "Someone becomes you" and everybody loves him/her more than you?

Langka emang ya kasus kayak begitu, mungkin emang gak pernah ada atau mungkin kita yang gak pernah sadar. Karena kita terlalu fokus sama diri kita, gimana caranya buat jadi diri sendiri, gimana caranya supaya gak ngikutin orang lain. Semua motivator ngomong gitu. Terutama "Jangan pikirin orang lain!".

Tapi coba kita sekali mikir tentang orang lain. Perilaku mereka setelah bertemu kita. Yang awalnya pendiem, lama kelamaan jadi ceria. Yang awalnya gak mau bersosialisasi, lama kelamaan jadi makhluk sosialita abis. Dan bahkan mereka sengaja atau gak sengaja mencoba meniru kita. Hal-hal unik yang cuma kita sendiri lakuin, tiba-tiba mereka melakukan hal yang sama persis.

Mungkin kamu tipe orang yang selalu heboh di depan temen-temen, kamu sendiri orang yang paling gila, tiba-tiba salah seorang dari geng kamu ngelakuin hal yang sama persis kayak kamu.

Mungkin kamu tipe orang yang suka makan upil kalo lagi meeting, lagi enak-enak makanin upil, tiba-tiba salah seorang dari rekan kerja kamu ngelakuin hal yang sama persis kayak kamu.

Mungkin biasa aja ya rasanya diikutin, atau mungkin juga kita seneng. Ntah itu hal baik atau hal buruk, ada perasaan bahagia karena kita adalah seorang yang berpengaruh.

Tapi sekarang coba bayangin, kalo orang lain ngelakuin hal yang SAMA PERSIS dengan yang kamu lakuin, tapi dunia lebih memandang orang lain itu? Bukan cuma ngelakuin hal yang sama, bahkan orang lain itu sudah MENJADI KAMU.

When someone becomes you, what will you do?
I ask you, because I don't know.

Senin, 26 Mei 2014

Perpisahan untuk Pertemuan Baru

"Kematian adalah tujuan kita semua. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah ciptaan terbaik dari kehidupan. Ia adalah agen perubahan kehidupan. Ia membersihkan yang lama untuk membuat jalan bagi yang baru."

-Steve Jobs-

Itu adalah penggalan pidatonya Om Steve yang sangat legendaris. Terkadang orang terlalu takut untuk mati karena itu adalah akhir dari kehidupan yang sementara ini. Tapi sebenarnya kematian berfungsi untuk memberi hal baru bagi dunia ini.

Sekarang kita coba agak geser perspektifnya, bukan antara kematian-kehidupan tapi antara perpisahan-pertemuan.

Banyak orang yang takut sama perpisahan, iya, perpisahan adalah sebuah kenyataan yang menyakitkan. Sebuah hubungan yang udah dirajut bertahun-tahun, harus terpisahkan oleh jarak, konflik, atau sang waktu sendiri. Semua orang jelas gak akan ada yang bahagia ketika lagi ada di moment perpisahan.

Tapi gimana kalo perpisahan itu adalah keharusan? Takdir yang sudah Tuhan sengaja tetapkan, yang dibuat seakan-akan itu adalah sebuah kebetulan. Kayak misalnya dua orang kekasih yang dipisahkan karena salah seorang diantara mereka harus pindah ke luar negri karena ada urusan pendidikan atau pekerjaan. Atau misalnya hubungan persahabatan dunia kerja yang dipisahkan karena beberapa diantara mereka harus pergi karena pindah ke perusahaan lain.

It hurts, huh?? I know what you feel! Ups..You know what I feel :3

Kayak kebetulan kan semuanya? But absolutely not! It is the God's plan for us! Tuhan sengaja memberikan kita perpisahan, agar ada kesempatan bagi orang-orang baru untuk bertemu dengan kita.

Jumat, 23 Mei 2014

Raison D'etre

source: www.pinterest.com

Seringkali kita ngalamin moment-moment gak enak dalam hidup, moment yang ngebuat mood dan semangat jadi drop abis-abisan. Kayak misalnya ada masalah sama kolega/boss di dunia kerja, atau kehidupan romansa yang berantakan, atau IPK gak naek-naek, atau kehilangan banyak sahabat. Semua itu berdampak sama kegiatan kita sehari-hari, dampak yang negatif tentunya.

Gak nyenengin! Bener-bener gak nyenengin kejadian kayak gitu, saya pun sering banget ngalamin dari jaman kuliah sampe dunia kerja ini (Seddapp! Anak kantoran abis gueee!). Ada banyak hal yang menyebabkan itu semua terjadi, salah satunya melupakan alasan untuk hidup. Hanya karena bermasalah sama partner kerja, lalu rasanya hidup jadi hampa dan gak guna, padahal kita lupa kita harus memperbaiki finansial agar bisa ngerubah takdir. Hanya karena bermasalah sama romansa, lalu rasanya pengen bunuh diri, padahal kita lupa kita masih punya banyak orang yang bahagia dengan kehadiran kita.

Lalu gimana kalo emang kita gak punya alasan untuk hidup? Go find it! Don't make your life meaningless! Cari lah apa atau siapa yang menjadi motivasi hidup kamu.

What? What did you say? Yes, of course! Of course I have!

Saya kan udah bilang, saya sering banget ngalamin kegagalan. Baik dari bisnis, musik, kepemimpinan, organisasi, bahkan sampe romansa dan persahabatan. But I never stop, setiap kali saya down, saya pasti dapetin hikmah yang nilainya jauh lebih berharga daripada kegagalan itu sendiri. Begitu juga yang baru saya rasain, disaat saya ngerasa kehilangan segalanya, tiba-tiba muncul sesosok malaikat yang ngehidupin manusia gak bernyawa ini.

She comes like an Angel who illuminates this gloomy Star.
Thanks, my Raison D'etre.

Rabu, 21 Mei 2014

3 Alat Ukur Kualitas Seorang Pria

source: www.dhgate.com

Menjadi pria yang berkualitas emang gak gampang sih, tapi sebenernya semua pria bisa jadi berkualitas kalo emang dia mau. Yang lebih ngeselin lagi, si pria itu ngerasa udah berkualitas, padahal belum ada yang mengakui itu, termasuk sahabat terdekatnya. Well, saya pun masih jauh dari kata pria berkualitas, tapi saya punya beberapa pemikiran yang lumayan menarik untuk dishare.

Kharisma
Definisi secara psikologis, sosiologis, atau yang lainnya bisa dicari sendiri ya di google. Saya coba bantu mendefinisikan kharisma ini dengan bahasa yang levelnya lebih rendah, yaitu Daya Tarik. Orang lain akan melihat kita sebagai pria yang menarik dan berbeda dari pria-pria lainnya. Nah! Gimana cara meningkatkan kharisma? Saya ada tiga tips nih:

  1. Teman. Semakin banyak teman yang kita miliki, orang akan menilai kita sebagai pria yang menarik. Jadi, kamu harus menambahkan lingkaran pertemanan, caranya bisa join komunitas hobby, ikut organisasi, atau berpartisipasi dalam event-event musik di sekitarmu.
  2. Cara berbicara. Gak mungkin kan kamu adalah pria yang menarik kalo cara berbicara kamu masih belepotan, lembek, dan gak tegas. Ini agak susah emang memperbaikinya karena kita gak tau cara berbicara kita jelek atau gak, jadi solusinya ya tanya aja ke temen kamu, minta saran dari mereka.
  3. Penampilan Fisik. Jos! Kalo kita jelek, siapa sih yang suka? Haha..Coba benerin muka dengan rajin perawatan, benerin badan dengan fitness, ke salon biar rambutnya makin oke, dan yang terpenting adalah fashion! Sekarang perempuan udah gak ngeliat kegantengan bro, tapi kekerenan! Cowok jelek tapi keren itu lebih disukain daripada cowok ganteng tapi pake celananya masih kegedean. So, it's time for shopping! Kalo misalnya kamu sibuk, masih ada toko online kan yang nyedian fashion-fashion keren dan murah kayak Zalora.
Leadership
Ya emang sih gak semua orang punya kesempatan memimpin sebuah organisasi atau perusahaan. Tapi itu bukan berarti kita gak bisa nunjukin cara mimpin kita, kan? 
  1. Cara memimpin. Style kita menyuruh orang otoriter atau tidak, reaksi orang yang kita pimpin tetap senang atau gak saat kita kasih order. Disitu lah cara memimpin seorang pria terlihat. Kalo dia ngelakuin dengan senang hati dan bahagia, itu tandanya kamu udah benar dalam memimpin. Simple.
  2. Kedudukan. Oh men ini berat. Kedudukan atau status social atau pengakuan masyarakat adalah parameter yang mudah banget buat menilai kualitas pria. Apakah kamu udah punya ini? Saya yakin cuma beberapa orang yang jawab IYA, but don't worry guys, meskipun kamu gak punya kedudukan yang tinggi di masyarakat, tapi kamu tetep bisa nunjukin point nomor 1 di bagian leadership ini, kan? Menurut saya ini juga hanya sebagai nilai tambah.
Intelligence
Yoi! Pria berkualitas itu pasti pintar! Umm..Debatable sih haha..Tapi saya tetep yakin kecerdasan itu hal wajib buat semua pria. Ya ya ya I know! I know! Emang gak semua orang IQ ditas rata-rata, tapi bukan kecerdasan itu yang dimaksud, sob. Sebodoh-bodohnya kita, kita masih bisa baca kan? Nah! Banyak baca, tingkatin pengetahuan, itu juga nilai tambah buat kualitas kita.
  1. Pola Pikir. Dengan banyak membaca tadi, kamu bisa mengembangkan pola pikir jadi lebih baik, lebih dewasa, dan lebih terbuka. Ya benar! Pola pikir, ide, dan inspirasi saya menulis ini juga karena saya banyak baca dari sumber yang lain dan saya olah menjadi bahasa sendiri.
  2. Prestasi. Ini sama seperti bagian Leadership yang point 2, gak semua orang punya kualitas ini dan memang ini hanyalah nilai tambah. Misalnya kamu pernah mimpin sebuah EO terkeren di kampus kamu, mimpin sebuah riset penelitiaan, atau punya bisnis yang udah sukses banget.
Well, banyak sih emang alat ukur kualitas seorang pria, tapi menurut saya 3 ini lah yang paling kritikal karena sangat mudah dinilai oleh orang lain. Now you know it. Let's be a better man!

Selasa, 20 Mei 2014

Tips Sederhana Untuk Meniru Illuminati dalam Kehidupan Sehari-hari

source: www.keepcalm-o-matic.co.uk

Belajar dari Illuminati, semua hal yang sudah terjadi hari ini adalah rencana kita di masa lalu. Meski susah ya kalo kita niru persis mereka, at least kita bisa rencanain buat diri kita di beberapa hari kedepan. Ya latihan kecil-kecil lah supaya bisa jadi kayak mereka, The Next Illuminati.

Sudah bertahun-tahun saya nyoba untuk merencanakan yang akan saya lakukan besok, mungkin ini banyak ya yang lakuin. Tapi saya juga sering membuat lebih detail, terutama jam akan kejadiannya. Dan ini juga bukan rencana ke diri sendiri doank, melainkan sedikit mulai menyangkut-pautkan orang lain. Kayak misalnya besok jam 5 sore saya akan nemuin seseorang ngobrolin topik A, lalu jam 8 sore saya temuin dia lagi n ngobrolin topik A lagi, lalu analisis jawaban dan prilakunya. Simpel sih, ya namanya juga latihan.

Lama-kelamaan saya mulai enjoy dan auto-pilot melakukan itu. Misalnya saya ingin kenalan sama seseorang dengan cara yang gak biasa, saya sudah rencanakan basa-basi awalnya gimana, topik di tengah-tengah perbincangannya gimana, dan endingnya gimana. Lalu saya bakal nemuin dia kapan lagi dan kemana. Oia, saya juga awalnya udah ngebuat objective dari rencana saya itu, misalnya mau kenalan sama orang itu supaya jadi sahabat atau partner kerja. Dan sure! I know what you think! Buat dijadiin pacar pun juga bisa.

Ya sebenernya sih bisa lebih dari itu, ngerusak hubungan atau ngancurin organisasi pun bisa juga diterapin teknik simpel ini. Jadi gausah lakuin yang terlalu kompleks kayak Illuminati, yang simpel aja juga udah lumayan oke kok. But be wise ya when dealing with failure.

Try this at home!

Rabu, 14 Mei 2014

Who's my real me?

source: missbgt.wordpress.com

Jujur aja saya yang sekarang itu bisa aja berubah besok, bukan berubah jadi batman ya, tapi berubah secara kepribadiannya. Setiap ngebaca twit motivasi atau nonton film bisa langsung ngikutin semua kelebihan mereka. Hebat itu kan? Haha..tapi lama kelamaan saya ngerasa ada yang aneh. Saya sendiri pun gak kenal siapa diri saya.

Saya termasuk orang yang gampang dihipnotis, gampang banget dipengaruhin, terutama sama hal yang bener-bener saya sukain. Cuma ngebaca twit dari @Negativisme atau @Hitmansystem pola pikir dan kepribadian saya bisa berubah drastis. Yang saya tiru pun bukan cuma hal baiknya, tapi hal buruknya pun saya tiru juga haha..

Saya termasuk orang yang suka dengan hal pengembangan diri, meskipun itu super nabrak zona nyaman saya tapi saya akan paksa pelajarin. Hasilnya pun lumayan. Saya yang dulunya super pemalu dan pendiam, sekarang udah jadi orang yang sangat nyaman kalo lagi bareng temen-temen, sama orang baru pun saya juga lebih gampang akrab. Saya yang dulunya kaku dan keras kepala, sekarang udah lumayan fleksibel.

Tapiiii..ketemu lagi dengan problem pertama, lama-lama saya gak kenal siapa diri saya. Saya terlalu mudah dipengaruhi dan terlalu sering meniru.

Well, masalah ini belom ketemu solusi nya sih, saya sekedar mau share aja. Tapi sejauh ini saya mulai mencari who's my real me. Salah satu caranya ya dengan blogging. Mungkin suatu saat nanti saya bakal ke psikolog buat nyari tau haha..

Minggu, 11 Mei 2014

Knowing the Truth Will Not Make You Happy

source: weheartit.com

Dalam hidup, banyak hal di dunia yang ini belum kita ketahui. Secara ego, tentu kita pengen banget kan tau semuanya. Lebih spesifiknya kayak apa sih yang orang pikirin tentang kita, apa sih yang lagi direncanain orang ke kita, dan apa sih "warna" sesungguhnya dari orang itu.

Kenapa sih ego itu ada didalam diri kita? Saya belum neliti tentang ini jadi saya juga belum tau haha..Tapi coba nih misalnya dalam hal persahabatan, terus kita lagi ada masalah sama dia, pasti muncul kan pikiran-pikiran kayak apa sih yang dia omongin ke temen-temen lainnya dan apa sih yang dia pikirin waktu ketemu kita dijalan tapi kita diem-dieman.

Contoh lain lagi misalnya dalam romansa, disaat lagi ada masalah sama gebetan atau baru aja putus sama pacar, muncul sejuta pertanyaan di dalam otak kita, apa sih yang dia rasain, apa sih yang dia rencanain ke kita, dan dia yang sesungguhnya kayak gimana sih?

Guys! Why are you doing that? Semakin kita mencari tahu dan sedikit demi sedikit kenyataan itu kita lihat, saya yakin semuanya cuma bakal nyakitin diri kita sendiri! Dan sakitnya tuh disini.

What the eyes see and the ears hear, just believe it!

Because knowing the truth will not make you happy..

notes:
saya ngutip dan modif sedikit quote nya Harry Houdini, "What the eyes see and the ears hear, the mind believe"

Jumat, 09 Mei 2014

This is the end of Evet Hestara's Chapter in Your Life Story


source: www.mixtapewire.com

Dalam hidup, kita bakal sering kehilangan orang-orang terdekat, baik itu sahabat maupun pacar. Sahabat yang selalu ada tapi tiba-tiba jarak memisahkan. Pacar yang selalu setia tapi semua hancur dimakan waktu.

I know it's absolutely a bad bad news, but we can''t afford it. Semua orang pasti pernah ngalamin ini. Tapi coba kita tuker perspektifnya. Kita adalah mereka. Mereka adalah kita.

Kita ini bagaikan sebuah chapter dalam novel, sebuah spesial chapter yang hanya menceritakan tentang kita. Kehidupan kita bersama sang pemeran utama, perjalanan singkat tapi penuh arti. Tapi setelah itu nama kita gak akan tertulis lagi di chapter lainnya.

It hurts but I feel happy. Mungkin saya hanya ada di sepenggal kisah hidup seseorang tapi saya telah berkontribusi dalam hidupnya. Saya mungkin pernah ngebuat dia senyum dan bisa juga saya pernah ngebuat dia marah dan sedih.

No matter what happened. At least, I've ever been in your life. It's very nice to meet you. And now I must say, "This is the end of Evet Hestara's Chapter in Your Life Story". Goodbye.

~

Welcome to the next chapter.

Kamis, 08 Mei 2014

Success and Failure are much better than Nothing

source: www.condenaststore.com

Sukses dan gagal melakukan sesuatu adalah hal yang menyenangkan. Kalau sukses ya jelas lah ya bahagianya kayak gimana, tapi orang yang gagal pun seharusnya juga merasa bahagia, at least dia telah sukses menemukan cara untuk gagal. Ntah orang lain merasa begitu atau tidak, tapi bagi saya kegagalan adalah part of happiness.

Intinya saya selalu bahagia donk? No! Ada satu hal yang bisa membuat saya jadi sangat terpuruk, yaitu ketika saya tidak (bisa) melakukan sesuatu. Kondisi dimana saya tidak melakukan satu achievement dalam satu hari.

Lebih baik jadi penjahat yang bisa ngerusak dunia daripada menjadi orang biasa yang namanya tidak akan tertulis di sejarah.

Minggu, 20 April 2014

My Life and Rachmaninoff: Pianoconcerto no.2 op.18

Pertama saya ceritain dulu ya sedikit tentang background bro Rachman buat lagu ini. Tahun 1897 doi nampilin Pianoconcerto pertamanya, tapi menuai banyak kritik, bisa dibilang orang-orang pada gak suka lah sama lagunya. Kegagalan itu ngebuat bro Rachman jadi super depresi dan kehilangan confident untuk ngompos lagu. Sampai akhirnya dia harus dirawat sama psychoterapist. Nah! Dia baru sembuh tahun 1900, kepercayaan dirinya bangkit dan dia berhasil buat lagu Pianoconcerto No. 2 yang jadi masterpiece nya ini.

Sebagai orang yang sering gagal, saya bisa ngerasain banget apa yang dirasain bro Rachman ini. Kehilangan confident ngebuat saya jadi gak berani ngapa-ngapain, ide gak muncul, dan waktu kebuang begitu aja. Saya cuma bisa diem doank di kamar, marah gak bisa dan sedih juga gak bisa. Bener-bener serasa ada di dasar jurang yang paling dalam dan gak ada apa-apa disana.

But well, I'm happy I've ever had that experience. Ngebayangin kondisi saya ketika gagal dulu justru ngemotivasi saya untuk selalu bangkit. Sekarang bisa dibilang saya adalah orang yang kebal sama kegagalan. Saya gak takut ngelakuin sesuatu yang baru, bahkan meskipun saya sudah tau kalo itu bakal gagal, saya tetep lakuin, karena kegagalan udah jadi hal yang biasa banget.

Dan terakhir, saya terus mencoba, saya terus mencoba, dan saya yakin suatu saat bakal menciptakan sesuatu yang menjadi masterpiece buat hidup saya. That's the reason why I never stop. I believe in Rachmaninoff.

Enjoy the music!
Rachmaninoff: Pianoconcerto no.2 op.18

Sabtu, 12 April 2014

Orang-orang Nyebelin Dalam Debat

source: www.fanpop.com

Paling males dalam debat kalo ketemu orang yg #BurdenOfProof dan #MovingTheGoalPost

A: Dalam Matematika hal yang terpenting adalah logika, semua hal simulasiin di otak, gak perlu dipraktekin
B: Siapa penemu Matematika?

A: Politik Indonesia gak bagus, demokrasi belum cocok buat negara berkembang
B: Apa definisi politik dan demokrasi?

A: Musik itu rasa, tiap orang punya pandangan masing-masing tentang musiknya
B: Ada berapa aliran musik di dunia?

Apa, Siapa, dan Berapa adalah pertanyaan yang dapat dengan mudah dicari jawabannya di Google! Gak perlu analisis, anak SD juga bisa.

Nah! Kalo udah tau betapa nyebelinnya org kayak gitu, teknik itu bisa kita pake buat ngerjain org lain yg masih belom ngerti XD

Saya sendiri masih belum tau cara menghadapi orang kayak gitu gimana, karena salah dikit bisa aja kita terlihat bodoh. Dilema memang.

Bisa aja sebenernya pelaku #BurdenOfProof dan #MovingTheGoalPost itu gak ngerti, tapi mereka ingin terlihat pintar dengan memberi pertanyaan-pertanyaan kayak gitu.

Bisa aja sebenernya korban sangat paham dengan topik pembicaraannya, tapi mereka jadi terlihat bodoh karena salah jawab dan menunjukan emosinya.

Senin, 31 Maret 2014

Kita Gak Bisa Nganalisis Kepribadian Orang via Tweet Tapi...

source: bentleynewvillage.co.uk

Banyak orang yang saya lihat, tertulis di bio twitter nya atau fb, mereka berkata "don't judge people by their tweets" atau "dilarang menganalisa kepribadian saya dari tweet dibawah". Well, bener sih tapi dari tweet kita juga bisa menganalisa sesuatu lho.

Kepribadian memang tidak terlalu terbaca karena kita tidak tahu keadaan masalah dan emosi orang tersebut, tapi dari tweet kita bisa mendapatkan informasi. Informasi yang merupakan hasil pemikiran dari orang tersebut. Dengan kata lain, kita memang susah mengetahui kepribadian seseorang via tweet tapi kita dapat mengetahui pemikirannya.

Yeap! Pemikiran! Kita bisa tahu seseorang itu punya skill leadership atau engineering atau finance atau yang lainnya via informasi tweet yang dia berikan. Kalo misalkan kita adalah agen rahasia, penting banget nih buat tau apa yang target kita ketahui XD LOL!

Makanya guys, mulai sekarang selain nulis atau ngetweet kegiatan sehari-hari, coba share tentang pemikiran kamu. Manfaatnya bukan cuma buat yang baca, tapi juga buat yang nulis. Jos!

Senin, 24 Maret 2014

What a (First) Day!!

source: cohens-sydney.blogspot.com

What a day! What a (first) day! Mungkin perasaan ini juga sama dirasain sama semua orang di dunia ketika hari pertama kerja, bisa bahagia banget dan bisa juga bete banget. Bahagia karena udah ngelanjutin hidup baru, bete karena kebebasan hilang dalam sekejap. Sebagai manusia normal, itu semua juga saya rasain.

Bahagianya, hari ini saya ketemu sama orang nomor satu di XL, Pak Hasnul Suhaimi. Selama kuliah, saya belum pernah ketemu pemimpin yang ngebuat saya takut, tapi hari ini saya berhasil dibuat kicep sama beliau. Gayanya sih biasa aja, atasan batik dan bawahan jeans/cino item, semi-formal. Cara ngomong juga cepet dan rada slank. Beliau ngomongin 3 unsur penting yang harus dimilikin setiap orang, nanti saya posting lagi tentang ceramah beliau. Hal simpel banget, kayaknya saya juga bisa ngomongin itu. Tapi cuma dengan hal-hal simpel itu, beliau bisa ngebuat sosok Evet Hestara yang sombong-tengil ini jadi diem-kaku kayak orang tolol-idiot gitu.

Betenya, ya coba bayangin aja. Saya bangun jam 4 pagi, jam 5 berangkat dari rumah, naik kereta jam 5.20, sampe kantor jam 6.15, nunggu dulu di ruang tunggu ampe jam 7. Trus jam 8 mulai NHO (New Hire Orientation) sampe jam 17, ini sih gak masalah, soalnya seneng dan gak kerasa. Daaaaaaaaaan..Dari jam 17-19 saya gak dapet angkot doooooonk. Terus naek kereta jam 20. Sampe rumah jam 21. Sekarang jam 22.30 saya masih nulis postingan ini. Abis ini tidur dan besok bangun lagi deh jam 4. Biasanya saya punya target harian, saya harus main biola, belajar ngompos lagu, ngurusin bisnis, dan belajar paper IT Network. Hari ini semua gak tercapai satu pun!

Well, masing-masing punya cerita lah ya tentang kesan di firstday nya. Mungkin emang saya terlalu lebay, tapi ya emang gitu kenyataannya haha..

Thanks udah baca! :)
Ayo ceritain pengalaman firstday mu disini..

Minggu, 23 Maret 2014

Me, 4 Years Ago

source: theyesterdaycafe.com

Malam ini disaat saya udah pengen menikmati empuknya tubuh sang kekasih yang bernama Kasur, saya berniat nyiap2in barang buat firstday besok, eh gak sengaja nemu binder tahun 2010, waktu itu saya masih jadi koordinator sebuah divisi dari organisasi kebudayaan jepang.

Disana ada beberapa tulisan, salah satunya dalam bentuk mindmap yg terdiri dari beberapa divisi dan jobsdesc nya masing-masing, saya (ternyata) mempelajarinya super detail. Lalu ada juga sebuah note yang berjudul "Radiv Pertamax", yang artinya Rapat Divisi Pertama. Disana saya memberi PJ pada setiap jobdesc, (lagi-lagi) semuanya super detail.

Ada juga agenda bulan mei 2010, disana saya bersama teman-teman ingin membuat openmind sehingga bocah-bocah kampus jadi kenal sama komunitas saya, dan (lagi-lagi (lagi-lagi)) semuanya super detail, dari poster-susunan acara-PJ masing2 jobdesc-duit-perkap-perform-layout acara-guest star saya siapkan dan pelajarin.

Bukan maksud apa-apa saya menulis postingan ini, saya cuma pengen nostalgia aja. Saya dulu ternyata super otoriter, ribet, kaku, terlalu sistematis dan prosedural. Well, ada baiknya sih tapi ada buruknya juga. Itu juga membuat saya jadi kagum sama diri saya sendiri, saya orangnya bebas-liar-adventure abis-suka tantangan-suka cari masalah.

Saya jadi kangen aja, mungkin sekarang udah jauh lebih baik dari segi emosi, tapi saya gak akan bisa ngelakuin hal-hal gila dan bodoh yang sering saya lakuin dulu. Thanks masa lalu saya yang gokil. You rock, bro!

Selasa, 18 Maret 2014

Merubah Hal Negatif Menjadi Hal Positif

source: www.behance.net

Dalam hidup, kita gak bisa ngebuat semua suka sama kita. Sebaik-baiknya kita, pasti ada beberapa orang yang benci. Seperti kata Mark Zuckerberg, kita tidak akan bisa mendapatkan banyak teman jika kita tidak punya sedikit musuh. Atau kata anonymous, sebaik-baiknya karya kita di Youtube pasti ada yang nge-dislike.

Coba liat akun orang yang gak kamu suka, rasanya marah kesel bete tapi itu bisa ngemotivasi buat jadi lebih baik lho. Cobain deh. It feels like, "I'm gonna show you my future, my money, my kingdom, and I will destroy your whole life". Meski sekarang belom punya apa2, tp motivasinya udah super tinggi buat ngedapetin itu semua. Cuma dengan ngepoin akun orang yg kita gak suka.

Memang sih kebanyakan orang ketika melihat yang tidak dia suka malah akan makin negatif dengan memberi ejekan dan sumpah serapah, tapi coba jangan berenti sampai disitu. Boleh, silahkan anda menghina abis-abisan orang itu, tapi harus ada efek positif yang bisa anda serap. Setelah marah-marah, coba lah memberi motivasi kepada diri sendiri, janji dan sumpah kepada diri anda sendiri bahwa anda akan jauh lebih hebat dari orang yang anda benci itu.

Well, saya gak bilang saya orang yang baik dan hebat, tapi saya merasakan banyak perubahan positif dalam hidup saya. Menjadi lebih dewasa, tidak sombong, rendah hati, sabar, dan open-minded. Salah satu yang berjasa adalah mereka (orang-orang yang saya benci).

Itu lah tips untuk ngekonversi hal negatif (kebencian) menjadi hal positif (motivasi) versi saya.

Jumat, 14 Maret 2014

Diskusi Perbedaan Pendapat


source: blog.historians.org

Saya sering dan sangat menikmati diskusi saat terjadi perbedaan pendapat. Dulu waktu awal-awal memang sering terjadi konflik dan emosi tapi lama kelamaan saya mulai menikmati tantangannya, yaitu bagaimana menerima pemikiran orang lain dan mengupload pemikiran kita ke mereka. Tanpa harus ada yg emosi dan merasa kalah.

Waktu itu pernah saya berdebat dengan seorang teman. Menurut saya A dan menurut dia B (A & B berjumlah lebih dari satu, jd biar gampang dibuat jadi A&B aja ya XD). Saya mengerti apa yang dia maksud tapi menurut saya A juga patut dipertimbangkan. Tapi dia maksain kalo B itu lebih penting. Padahal A dan B adalah hal yang sama-sama penting.

Panjang perdebatan saya disana sampai saya harus menjelaskan secara super ekstra sabar. Berkali-kali saya minta dia merubah perspektifnya. Susah abis lah tapi pelan-pelan dia mau menerima pemikiran saya.

Bukan masalah A atau B, tapi yang terpenting adalah bagaimana saya bisa menerima pemikiran dia dan saya bisa mentranfer pemikiran saya ke dia. Saya tidak peduli saya kalah berargumen, karena yang terpenting bagi saya adalah menerima semua pemikiran dari orang lain dan orang lain mau menerima pemikiran saya.

Gak semua berjalan mulus, saya pernah menemui masalah ketika lawan debat saya secara sengaja atau tidak melakukan Burden of Proof dan Moving the Goalpost. Itu bisa disearch sendiri di google ya atau kapan-kapan saya jelasin :3

Kamis, 13 Maret 2014

Daily Life

source: german--courses.com

Hari ini ngapain aja? Pertanyaan itu selalu ada dibenak saya setiap pagi. Selain kuliah/kerja dan ngumpul sama temen, kalo sendiri ngapain aja? Sangking risihnya dengan pertanyaan itu setiap hari, saya akhirnya ngebuat target harian saya. Terpaksa dan rada maksa sih tapi mau gak mau saya buat supaya hari-hari saya lebih produktif dan gak sia-sia. Ada dua hal fokus hidup saya sehari-hari, yaitu Bisnis dan Musik.

Bisnis, setiap hari  saya selalu ngecek progres bisnis saya di facebook dan twitter. Selain ngepost-ngepost, saya juga nyari info buat ngiklan di social media itu. Meski masih gagal tapi ntah kenapa saya gak bosen-bosen ngerjainnya XD

Musik, ada dua hal kegiatan sehari-hari saya di bidang ini. Pertama, latihan biola. Latihan lagu-lagu klasik yang udah ada partiturnya atau nebak lagu pop yang saya suka supaya ngelatih insting. Kedua, composing atau ngaransemen ulang lagu. Pada realitanya saya gak bisa bertahan lama ngelakuin ini, karena masih belum bakat dan susah nyari mood nya haha..

Sebenernya masih ada lagi yang ingin jadi fokus saya, yaitu programming dan catur. Gokil ya, tapi itu belom dapet banget feel nya, jadi masih sekedar wacana aja saya mau belajar di bidang itu XD

Bukan maksud apa-apa sih ngebuat rule kayak gini, tapi sekedar pengen ngebuat hari-hari saya jadi lebih produktif aja.

What's your daily routinity?

Rabu, 12 Maret 2014

Mencoba Hal Baru



source: www.searchquotes.com

Dari awal saya kuliah sampe udah lulus gini (gokil gue bisa lulus), saya sering banget nyoba hal baru yg belom pernah saya lakuin. Baru nya gak mesti super baru sih. Orang lain mungkin aja udah ngelakuin tapi karena saya belom, jadi itu saya anggap baru :3

Dalam hal bisnis, saya sudah sering abis riset di bisnis online, tiap bulan bikin web domain TLD, abis ratusan ribu udah pasti. Facebook ads juga udah jutaan mungkin kalo ditotal. Hasilnya? Oh jelas..gagal :3

Di dunia organisasi juga saya sering nyobain hal baru, terutama ketika saya jadi pemimpin. Mimpin rapat dengan super informal. Pemimpin yang ngebuat bawahannya jadi pemimpin semua. Ngebuat kepanitian dan komunitas baru. Ada juga riset terbesar saya tapi kurang layak kalo ditulis di publik, rada nyinggung SARA soalnya haha..Hasilnya? Kalo ini better nih, meskipun banyak banget yg gagal tapi ada juga beberapa hal yang berhasil dan membuat jadi lebih berpengalaman.

Dunia romansa juga banyak nih riset saya tapi kayaknya bakal super panjang kalo ditulis disini, kapan-kapan aja deh ya.

Intinya, mencoba hal baru dan terkadang ngulangin kesalahan yang sama itu udah jadi hidup saya. Hampir 70% nya gagal semua tapi saya gak akan nyerah. Semakin sering saya gagal justru ngebuat saya makin bahagia. Karena menurut saya gagal itu juga keberhasilan, at least berhasil menemukan cara untuk gagal :3

So guys, why don't you try something new in your life? Being a "failure" man isn't as bad as you think.

Rabu, 05 Maret 2014

New Life!

Pertama blogging adalah ketika saya masih menempuh masa SMA, disana saya tuliskan artikel-artikel yang kadang curhat, idealis, dan emosional. Lalu saat kuliah, tiap tahun selalu terlihat perubahan pola pikir saya dari tulisan, dari yang masih emosional kayak bocah SMA lalu mulai dewasa sampai saya yang mulai lebih logis dan tidak childish.

Sayangnya di tahun terahir saya mulai jarang menulis, padahal perubahan super drastis dan signifikan saya adalah di masa itu. Terlalu sibuk di dunia nyata dan asik mengembangkan diri.

Sekarang saya sudah berada di fase baru, saya yang sudah ditempa semasa kuliah, memperbaiki kepribadian, pola pikir, dan cara menghadapi orang lain. Saya yang sudah matang (tinggal nunggu dimakan kalelawar) kini sudah siap menghadapi dunia yang sesungguhnya.

Duh..kok sekarang cara nulisnya jadi baku n kaku gitu ya? Ah sudah lah..

Hey, World! I'm ready! Are you?