Rabu, 29 Desember 2010

Apa Kabar Blogger?

Apa kabar blogger? Sudah berapa bulan kita tidak berjumpa? Saya sudah menghilang dari dunia yang paling menyenangkan di internet. Kesibukan di dunia nyata membuat saya tidak bisa nenikmati indahnya dunia blogging ini (halah :D).

Ranking alexa yang pernah mencapai 600k, kini sudah melorot parah menjadi 2M T.T ugh..sedihnya..

Gimana ya caranya supaya semangat blogging lagi? Sudah kehilangan arah nih..

Udah ah itu aja :( huhu..

Selasa, 14 Desember 2010

Jembatan-jembatan Unik di Dunia



Jembatan ini terletak di Amsterdam dan dibuat oleh Naomi. Tiga jembatan baja merah biasa memperpanjang atas air antara pulau-pulau Sporenburg dan Borneo. Dua dari tiga jembatan peregangan untuk 90m dan 3d satu adalah 25 meter panjang.



Jauh dalam pedesaan di Rusia ada sebuah tempat dengan sebuah benda aneh. Ini semata-mata terbuat dari kayu dan disebut "The Half-Bridge of Hope".
Kelihatannya seperti jembatan kayu dari satu sisi bukit yang lain tiba-tiba berakhir pada setengah. Tidak memiliki makna logis atau tujuan praktis, hanya berdiri di salah satu dari banyak desa Rusia sebagai objek seni.



Belanda memiliki kecenderungan untuk melakukan hal-hal yang berbeda. The Slauerhoffbrug, terletak di Leeuwarden, dirancang oleh Van Driel Mechatronica untuk menjadikan jembatan otomatis dengan kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungannya.







* Pegasusbrug dekat Ouistreham di Perancis



William Pont Jembatan di Zaanstad, dibuat oleh Van Driel Mechatronica BV



Jembatan Aspirasi antara Royal Ballet School dan Royal Opera House di Covent Garden



Ini sudah tua usianya dan jembatan aneh yang menghubungkan Gedung Pertambangan di University of Toronto untuk bangunan apa pun yang ada di balik itu





sumber : http://juandry.blogspot.com/

Minggu, 24 Oktober 2010

Dialog Kontroversial

Artikel ini saya ambil dari kaskus, enjoy !

===

Pembeli: “Pak, ikan cupang-nya satunya berapa?”
Penjual ikan: “Lima ribu dek.”
Pembeli: “Wah, mahal banget tuh pak, kalo lima jadi Rp 25.000,- gimana?”
Penjual ikan: “Wah, belum dapet tuh dek . . . ”

===
Kantin kampus
Mahasiswa #1: “Jam berapa sekarang?”
Mahasiswa #2: “Jam 11.00”
Mahasiswa #1: (buru-buru) “Anjrit! Gue telat!!”
Mahasiswa #2: “Kuliah jam 11?”
Mahasiswa #1: “Enggak. Kuliah jam 9.00”

===
Parkiran Melawai
Tukang parkir: “Yaak, terooos, terooos! Balas kanannn, kanannn . . . jangan dibalas, jangan dibalas, biar Tuhan yang membalas!!”

===
Penerbit majalah
Bos majalah: “Bagaimana distribusi majalah? Sudah selesai apa ada kendala?”
Karyawan baru: “Sudah pak! Semua sudah di-cancel sesuai jadwal!”
Bos majalah: “Hah?! Kok di cancel?! Kenapa bisa di cancel?!”
Karyawan lama: “Maaf pak, mungkin maksudnya di-handle pak. Semua sudah selesai kok pak.”

===
Klien: “Bu, kenapa bulan ini kok majalahnya telat terbit ya?”
AE majalah: “Aduh Non, bulan ini ada mesin baru di percetakan, jadinya mesti di-kaligrafi ulang warna cetaknya.”

(seharusnya “kalibrasi”)

===
Ibu muda yang baru melahirkan: “Aduuh, suster, itu anak siapa sih yang nangis? Berisik banget!”
Suster: “Itu anak ibu . . .”

===
Account Executive Pede Abis: “Jadi format-nya print ad-nya nanti vertikal.”
Art Director: “Ok… Memanjang ke atas ya…”
Account Executive Pede Abis: “Ya, gak dong… Format-nya vertikal berarti memanjang ke samping!”

===
Pelanggan: “Bang, bayar bang…”
Penjual: “Tadi makan pake apa aja ya?”
Pelanggan: “Nasi, ayam goreng, es teh tawar…”
Penjual: “Ayam goreng 7000, es teh tawar 1000, tadi nasinya setengah atau separo Dek?”

===
Penelpon ke PLN: “Bu… Mau complain nih… Kok lampunya mati-padam mati-padam melulu?”

===
Mahasiswi 1: “Eh, kita harus minum susu lagi tiap hari, biar tulangnya ga kena fotosintesis…”
Mahasiswi 2: “Osteoporosis kali Non…”

===
Cowo Tajir: “Wah, gua baru beli notebook baru, canggih, keren…”
Cowo Kere: “Oh ya, notebook loe merk-nya apaan?”
Cowo Tajir: “Microsoft.”

(keterangan: Microsoft adalah “sistem operasi” (OS), bukan “merk”)

===
Teman #1: “Gue lagi cari sekolah nih, mau S2.”
Teman #2: “Mau ambil jurusan apa?”
Teman #1: “Pasca Sarjana.”

(keterangan: “Pasca Sarjana” adalah sinonim “S2″, bukan jurusan kuliah)

===
Cewek #1: “Memangnya kamu taruh dimana tadi berkasnya?”
Cewek #2: “Duh… Itu dia. Akhir-akhir ini gua sering lupa… Kayaknya gua kena insomnia dech…”

(seharusnya “amnesia”)

===
Cewek #1: “Eh, cowok loe kok udah tiga hari gak sekolah sih, kenapa? Sakit ya?”
Cewek #2: “Iya tuh… Kasian banget, dia kena sifilis, jadinya sakit kepala terus rada2 susah napas gitu…”

(seharusnya “sinusitis”)

===
Restoran makanan Jepang
Pelayan Cewe: “Arigato go zai mas…”
Pemuda Playboy sok tahu: “Arigato go zai mbak…”

===
Studio foto
Pembeli rese: “Bang, ada kamera paranoid ga?”
Penjaga bingung: “Hah?”
Pembeli rese: (nada sok tau) “Itu yg sekali jepret langsung jadi…”

(seharusnya “polaroid”)

===
Ibu: “Kenapa, Dik?”
Anak 5 tahun: “Sakit perut, Ma… Kekenyangan.”
Ibu: “Dik, inget nggak kata guru agama… Makanlah sebelum lapar, berhentilah sebelum ken…???”
Anak 5 tahun: “…” (diam sejenak) “TUT!”

===
Metromini
Penumpang: (nyolek kenek) “Bang, bagi apinya dong…”
Kenek: “Emangnya gue naga…”

===
Penjual kamera: “Yang ini 8 megapixel kalo yang itu 10 megapixel, Pak.”
Pembeli kamera: “Oh, kalo yang satu itu revolusi-nya berapa?”

(seharusnya “resolusi”)

===
Sekretaris: “Eh hari ini Pak X resmi pindah kantor loh…”
Staff: “Wah makan-makan nih…”
Sekretaris: “Iya dia mau ngadain firewall party loh di Paregue!”

(seharusnya “farewell”)

===
Cowo Cupu: “Eh, sekarang loe di jurusan apa?”
Cowo Sok Keren: “Desain Komunikasi Casual!” (bangga)

(seharusnya “visual”)


===
Anak umur 3 tahun: “Ma, kakak itu pendiem ya?”
Mama: (senang anaknya bisa menilai orang) “Hmm, emang kenapa, dek?”
Anak: “Abis kakak suka bilang ke aku, ‘dek, diem dong!’.”
Mama: “…” (mungkin teriak dalam hati: “itu berarti kamu yg kelewat cerewet”)

===
Restoran
Sekelompok teman: (membaca menu) “Bang, sweet ice tea-nya tujuh, ya!”
Pelayan dengan muka bingung: “Umm, tunggu sebentar ya…”
(…)
Pelayan kembali: “Maaf Pak, gak ada…”
Salah satu teman penasaran: “Kalau gitu ganti es teh manis aja tujuh deh, Bang!”
Pelayan: “Oh kalo itu ada Pak!”

===
Teman #1: “Wah.. Hotel ini keren juga, hotel apaan sih, baru yah…?”
Teman #2: “Iya… Keren bo…”
Ketika melewati pintu masuk hotel
Teman #1: “Eh bo… Ini namanya HOTEL ENTRANCE.”
Teman #2: “Oohh… Hotel entrance, baru pasti, gua baru liat, keren juga nih hotel entrance…”

(keterangan: hotel entrance = pintu masuk hotel)

===
Perempuan kehausan: “Aduh boo… Haus gua, gua degradasi kayaknya.”

(seharusnya “dehidrasi”)


===
Cewe #1: “Ayo ikut kita, di sana kan nanti ada si pacar gelap loe itu…”
Cewe #2: “Ngga mau ah… Gua malu ketemu dia di tempat rame.”
Cewe #1: “Malu di depan, tapi pamer kemaluan di belakang!”
Cewe #2: “…”

===
Cewek #1: “Eh, emang katanya ML M tuh haram ya?”
Cewek #2: “Ya iya laaah! Kalo belom nikah ya haram!”


===
Kampus
Dosen frustasi melihat mahasiswa tak bersemangat: “Aduh, kalian lemes semua sih, saya jadi lemah syahwat nih!”

===
Mall
Cewe manja: “Beliin aku sepatu itu dong, Yang…”
Cowo sinis: “Ukuran kaki kamu berapa?”
Cewe manja: “36.”
Cowo sinis: “Yakin itu ukuran kaki, bukan ukuran BH kamu?”


===
Nyokap: “Ini hape ibu ada G-String-nya ngga?”
Anak: (bengong, berharap salah denger) “Hah?”
Nyokap: “Ini Nokia 3300 ibu ada G-String-nya apa ngga?”
Anak: (masih bengong dan masih berharap salah denger) “G-String?”
Nyokap: “Iya. Itu lho, yang kalo nelepon kita bisa liat muka orang yang teleponan sama kita.”
Anak: “Yaoloh! 3G?”
Nyokap: “Nah itu dia. Emang tadi ibu ngomongnya apa?”

===
Office boy baru menyerahkan fotokopian: “Ini bos, sudah”
Art director: “Lha, aslinya mana?”
Office boy baru: “Saya? Wonosari, Bos.”

===
Bos: “Udah belasan kali nih gua bolak-balik sama report lo nggak beres-beres. Yang ini final ya…”
Karyawan: “Tenang aja, yang ini final… dijamin nggak keliru-keliru lagi”
Bos: “Makanya, control di file-nya dibikin yang bener, jangan cuman dibikin pajangan. Kamu tahu kan apa gunanya control?”
Karyawan: “Tahu bos… (pelan) buat kencing kan…”

===
Nenek: “Nenek haus nih, tolong beliin Kaporit Sweat dong.”

(seharusnya “pocari”)

update deh, tanggung ni,,:

Warung nasi kaki lima
Pelayan: “Adek tadi teh manisnya pake es gak?”
Cewek: “Pake Bang…”
Bencong najis di sebelah si cewek: “Kalo gak pake es jadi teh mani dong mas… Hihihi.”