Contoh detilnya, kamu bertemu dengan teman baru di mata kuliah yang sama, kalian bermain, bercanda, ngumpul, dan nongkrong di cafe. Kamu merasa nyaman berada di lingkaran tersebut. Namun kesamaan itu cuma bertahan selama satu semester, karena semester berikutnya belum tentu akan sama.
Dilema memang, karena dengan kata lain kesamaan itu muncul oleh sebuah kebetulan. Namun mungkin kah kita menciptakan kesamaan itu dengan sengaja? Sebuah skenario, alur, dan takdir yang kita manipulasi, sehingga kita bisa membuat pertemanan yang tahan lama?
Ketika kesamaan itu sudah pergi, pertemanan yang mulai membosankan, dan tidak nyambung lagi mau ngomongin apa. Lalu kita jalankan algoritma tersebut. Dan akhirnya bisa berkumpul, have fun, dan kompak lagi.
Artificial Friendship, could it be?
Would it have the same warmth?