Minggu, 05 Agustus 2012

Artificial Friendship

Artificial Friendship
Seperti posting-an saya yang sebelumnya, sahabat ada karena kesamaan, contohnya kesamaaan kegiatan, tempat tinggal, organisasi, kepanitiaan, jurusan, dan lain-lain. Tapi semua itu terjadi karena sebuah kebetulan. Hal tersebut juga tidak akan bertahan lama jika kesamaan itu sudah hilang.

Contoh detilnya, kamu bertemu dengan teman baru di mata kuliah yang sama, kalian bermain, bercanda, ngumpul, dan nongkrong di cafe. Kamu merasa nyaman berada di lingkaran tersebut. Namun kesamaan itu cuma bertahan selama satu semester, karena semester berikutnya belum tentu akan sama.

Dilema memang, karena dengan kata lain kesamaan itu muncul oleh sebuah kebetulan. Namun mungkin kah kita menciptakan kesamaan itu dengan sengaja? Sebuah skenario, alur, dan takdir yang kita manipulasi, sehingga kita bisa membuat pertemanan yang tahan lama?

Ketika kesamaan itu sudah pergi, pertemanan yang mulai membosankan, dan tidak nyambung lagi mau ngomongin apa. Lalu kita jalankan algoritma tersebut. Dan akhirnya bisa berkumpul, have fun, dan kompak lagi.

Artificial Friendship, could it be?
Would it have the same warmth?

Jumat, 29 Juni 2012

Tiga "A" Dalam Dunia Pekerjaan

Politik Dunia Pekerjaan
Dari sudut pandang mahasiswa, dunia pekerjaan adalah dunia yang monoton, linear, dan gitu-gitu aja. Itu lah kenapa banyak mahasiswa yang ingin memanfaatkan waktunya untuk berhura-hura selagi bisa. Padahal nyatanya, dunia pekerjaan juga menyimpan beberapa rahasia yang tidak banyak mahasiswa ketahui, yaitu Art of Office Politic.

Dalam dunia pekerjaan, politik memang tidak sekompleks negara ini, tetapi kita bisa memiliki karir yang lebih baik bila menerapkan ilmu itu. Kali ini saya akan menjelaskan hal paling simple untuk mendapatkan citra yang baik dalam dunia pekerjaan, yaitu 3A:

Attitude
Bahasa mudahnya, attitude adalah sikap, memiliki sikap yang baik dan sopan kepada atasan, itu adalah nilai plus. Sepele dan kecil sih tapi bila semua orang suka dengan attitude kita, maka itu akan membuat kita lebih powerfull. Simple aja, ketika mau berbicara dengan atasan, mungkin lebih enak dan cepat bila mengatakan, "Ada yang bisa saya bantu?". Tetapi lebih baik lagi dengan menambahkan kata maaf, "Mohon maaf, ada yang bisa bantu, Pak?". Sekali lagi, ini simple tetapi banyak orang yang merasakan manfaatnya.

Aggresion
Seberapa cepat kita merespon, seberapa lincah kinerja kita, itu adalah hal yang menjadi perhatian seorang atasan kepada bahawannya. Penilaian aggresion ini paling mudah dilihat, karena memang seperti kompetisi. Bila ada partner yang butuh bantuan, maka kita langsung membantunya. Bila mendapat perintah, langsung dikerjakan. Mudah dibayangkan tapi tidak banyak orang Indonesia yang mempraktekannya.

Atribute
Penilaian atribute bisa dilihat dari penampilan. Sudah wajarkah penampilan kita, sudah rapih, sudah bersih atau tidak, ya bisa dibayangkan sendiri lah seperti apa penampilan yang benar. Memang banyak orang yang peduli dengan penampilannya, tetapi masih banyak juga belum memperhatikannya. Dengan berpendapat dalam hati, "Ya inilah gue, mau diapain lagi", "Be myself aja", dan ada juga yang benar-benar tidak peduli dengan penampilannya. Mungkin memang ada pepatah "Don't judge the book by its cover" tapi faktanya yang orang lihat pertama adalah cover.

Rabu, 16 Mei 2012

Menerima Kegagalan


Dari awal gue hidup, dari awal gue berkarir di dunia organisasi sekolahan sampai kuliah, gue sering banget mengalami kekalahan dan kegagalan. Semua itu benar-benar menyakitkan, sakit sesakit-sakitnya. Direndahkan, dihina, dicemooh, semua sudah sering gue alami. Dan memang gue akui, I'm a Loser! But..So what?

Kalo kata Dewa 19, "Kegagalan hari ini bukan lah berarti kegagalan esok hari". It's true! Hari ini gue gagal, bukan berarti sampai mati gue terus gagal. Setiap hari, gue meng-evaluasi apa yang udah gue lakuin, apa aja yang sudah berhasil, apa aja yang masih gagal, dan juga apa yang belum dilakuin.

Yang ngebuat gue bangga sama diri gue sendiri adalah gue bisa nerima kegagalan dari yang sudah dilakuin. Gue gak mencemooh orang lain, gak nge-judge orang lain, gak mencari kambing hitam, dan gak mencari kambing-kambing berwarna lainnya. Karena gue yakin, kalo gue gagal itu berarti emang belum pantes dibilang sebagai pemenang, gue yakin Tuhan meminta gue untuk ngeluarin effort yang lebih. 



Well, kesimpulannya adalah ketika anda mengalami kegagalan, terima lah. Akan tetapi, jangan diam ditempat, bergerak dan bangkit. Masih banyak tantangan lain untuk dimenangkan di hidup ini.