Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 November 2014

Krisis Kepemimpinan

Krisis kepemimpinan, itu lah kondisi yang masih terjadi di negara ini. Pemimpin terakhir yang saya rasa punya kualitas bagus adalah Pak Soekarno dan Pak Soeharto, they're both my favourite leader, after the great Muhammad off course.

Kenapa saya menulis ini adalah karena kasus yang terjadi di Batam yang (katanya) disebabkan oleh kepimpinan TNI-Polri yang kurang baik. Padahal kita tahu bahwa dua organisasi tersebut adalah organisasi yang sangat mementingkan Disiplin dan Kepemimpinan. Bukan bermaksud mendiskreditkan mereka, tapi selama ini saya pikir mereka sudah melakukan yang terbaik.

Yang jadi masalah adalah bagaimana dengan organisasi/perusahaan lain? Yang hanya fokus ke Produk atau Jasa? Yang hanya berorientasi kepada Keuntungan?

TNI/Polri saja tetap punya kelemahan dalam Leadership, apalagi Perusahaan lain?

Kenapa Indonesia kurang punya banyak Pemimpin yang berkualitas? Apa karena kapasitas kita yang kurang? Apa karena sistem pendidikan yang salah?

I still don't have the answer.

sumber gambar: www.afr.com

Rabu, 05 Maret 2014

New Life!

Pertama blogging adalah ketika saya masih menempuh masa SMA, disana saya tuliskan artikel-artikel yang kadang curhat, idealis, dan emosional. Lalu saat kuliah, tiap tahun selalu terlihat perubahan pola pikir saya dari tulisan, dari yang masih emosional kayak bocah SMA lalu mulai dewasa sampai saya yang mulai lebih logis dan tidak childish.

Sayangnya di tahun terahir saya mulai jarang menulis, padahal perubahan super drastis dan signifikan saya adalah di masa itu. Terlalu sibuk di dunia nyata dan asik mengembangkan diri.

Sekarang saya sudah berada di fase baru, saya yang sudah ditempa semasa kuliah, memperbaiki kepribadian, pola pikir, dan cara menghadapi orang lain. Saya yang sudah matang (tinggal nunggu dimakan kalelawar) kini sudah siap menghadapi dunia yang sesungguhnya.

Duh..kok sekarang cara nulisnya jadi baku n kaku gitu ya? Ah sudah lah..

Hey, World! I'm ready! Are you?

Sabtu, 29 Oktober 2011

Perbedaan INDONESIA dan Negara Maju seperti Jepang


Penjelasan mengenai judul artikel ini didapat dari dosen MSDM saya, Alm. Pak Sugiarto, beliau memberi pemahaman tentang apa yang membuat negara menjadi maju dan masih berkembang.

UMUR

Kita coba lihat Mesir dan India, negara yang sangat tua tapi masih dikatakan "berkembang". Meskipun memang negara-negara itu masih lebih maju dari negara ini.

Lalu lihat Singapura, negara yang baru merdeka 20 tahun setelah Indonesia, namun negara tersebut jauuuh lebih maju negara ini. Jadi, umur TIDAK menentukan maju atau mundurnya berkembangnya suatu negara.

KONDISI GEOGRAFIS

Sekarang kita ke Jepang, negara yang penuh dengan kepulauan, tanah tidak subur, sering terjadi gempa, dan gunung-gunung yang membuat transportasi mereka harus menggunakan kereta bawah tanah. Namun mereka bisa maju dibawah kondisi geografis yang bisa dibilang, jelek.

INDONESIA ! Negara yang luas, menanam apa saja bisa tumbuh, gempa hanya pada daerah-daerah tertentu, dan transportasi darat masih cukup layak. Namun kenapa di negara ini kita masih sering melihat kejahatan dan kemiskinan? Padahal INDONESIA memiliki kondisi geografis yang bisa dibilang, sempurna.

KECERDASAN

Saya pernah mendengar tentang kecerdasan orang Indonesia dan Jepang. Diberikan beberapa tes selama beberapa hari. Dan hasilnya juga gak beda jauh. Intinya kecerdasan negara ini dan orang-orang sipit itu bisa dibilang setara.

Dan kenapa negara ini MISKIN dan negara itu KAYA?

MENTAL

YA ! Ternyata yang berbeda adalah MENTAL-nya !

Banyak orang Indonesia yang kurang menghargai waktunya sendiri, lebih sering telat daripada ontime.

Banyak orang Indonesia yang kurang menghormati hak orang maupun dirinya sendiri, lebih senang mencuri daripada mendapatkannya secara halal. (mungkin di kalangan berpendidikan, hal ini jarang terjadi)

Banyak orang Indonesia yang kurang bertanggung jawab, lebih sering lari dari tanggungjawab daripada menerima kesalahannya sendiri.

Masih banyak prinsip dasar kehidupan yang tidak dihargai oleh warga negara Indonesia, namun saya yakin seyakin-yakinnya dalam waktu beberapa tahun kedepan orang-orang Indonesia akan semakin sadar tentang pentingnya prinsip tersebut.

Let's make INDONESIA better in the future ! !

Selasa, 03 Agustus 2010

Gara-gara Menghapal Rumus, Bukan Konsep !

Masih tentang fisika hehe..Kali ini saya akan menuliskan tentang fisika adalah ilmu konsep, bukan rumus atau hapalan.

Seperti yang kita ketahui sejak SD, dalam memperlajari ilmu fisika kita sangat sering menemui hal yang namanya rumus ! v=s/t ; s=v*t ; t=s/v <==== lha ! itu mah di balik-balik aja :D

Ya tidak mungkin lah menyebutkan semua rumus fisika disini.

Beberapa waktu lalu (masih) dari dosen saya, dia bercerita tentang pengalamannya dalam mengajar fisika di salah satu perguruan tinggi swasta. Bentar, saya cari dulu gambarnya.

Nah..Dapet juga gambarnya..Kira-kira seperti itu lah soal yg di berikan dosen saya ke mahasiswa PTS lain.

Soal ini adalah soal yang mudah dan pastio di pelajari dalam fisika dasar, yaitu tentang kinematika (bidang miring).

Pertanyaan:
Dosen saya meminta kepada mahasiswanya tersebut untuk mencari kecepatan (v) benda yang memiliki berat w tersebut.
Jawaban:
Majulah seorang mahasiswa yang dengan yakin akan menjawab pertanyaan tersebut dengan benar, di tulis lah oleh rumus berikut V=IR ; v=kecepatan ; I=inersia ; R=jarak.

Bagaimana pendapat anda? Sip! Saya setuju dengan anda! Rumus yang digunakan mahasiswa tersebut benar! Benar-benar ngaco!
Jelas-jelas rumus yang digunakannya itu adalah untuk mencari tegangan (V) dengan menggunakan informasi arus (I) dan hambatan (R) tapi mahasiswa tersebut menerapkan rumus rangkaian listrik tersebut ke dalam kinematika.

"Korban rumus!", itu adalah kata-kata yang di lontarkan oleh guru saya waktu itu.

Dan anehnya lagi, ada seorang mahasiswa yang bertanya, "Pak! Itu 30 derajat celcius atau farenheit, pak?"

NO COMMENT dah buat yang satu ini. Jadi, hikmah dari tulisan ini adalah dalam mempelajari fisika, bukan hitung-hitungan atau hapalannya lah yang kita pahami, melainkan konsep dari fisika itu sendiri.

Jumat, 30 Juli 2010

Fisika Adalah Ilmu Kematian





evet hestara blog
Walah..lebay banget judulnya hehe..Dosen saya pernah bilang, "Saya sebenernya sangat menyesal mengajar fisika karena khawatir gara-gara saya banyak orang yang bunuh diri dengan ilmu fisika". Ternyata bukan cuma judulnya yang lebay tapi dosennya pun juga lebay.

Salah satu trend fisika adalah melompat dari gedung tinggi. Kita sering melihat di televisi banyak orang yang bunuh dengan lompat dari ketinggian. Sepertinya orang itu ingin mencoba salah ilmu fisika yang bernama Gerak Jatuh Bebas.

evet hestara

Yang berikutnya bukan lah bunuh diri melainkan pembunuhan. Ketika seorang pengendara mobil melaju dengan cepat, tiba-tiba ada orang di depan dan pengendara tersebut tidak sempat menginjak rem. Maka Hukum Kekekalan Momentum dan Gerak Lurus Berubah Beraturan lah yang terjadi.



Dan masih banyak lagi kematian yang berhubungan dengan ilmu fisika seperti orang terbawa oleh kereta ketika berdiri dipinggir peron, abis mandi masih basah-basahan isenk masang colokan listrik, dan masih banyak lagi kasus-kasus kematian yang berhubungan dengan ilmu fisika.

Namun sebenernya orang-orang tersebut mati bukan karena ilmu fisika nya tapi justru melanggar ilmu tersebut, seperti mobil terpeleset saat tikungan karena laju nya terlalu cepat. Jadi, sebenernya fisika itu bukan lah ilmu kematian melainkan ilmu yang mempelajari tentang alam ini. Dengan mendalami ilmu fisika maka kita dapat menaklukan alam ! haha..Apa sih..

Minggu, 25 April 2010

Ubah Pola Pikir !


Merubah pola pikir adalah hal yang cukup sulit dilakukan. Namun begitu, bila ada kesadaran yang kuat dalam diri kita, merubah pola pikir adalah hal yang sangat mudah dilakukan.

Mengapa perlu kesadaran? Karena dengan menyadari bahwa kita ini bukanlah anak kecil lagi, itu akan terus memacu diri kita untuk merubah pola pikir yang kekanak-kanakan.

Seperti apa pola pikir yang kekanak-kanakan? Masih banyak mahasiswa yang senang hura-hura dan melakukan hal yang tidak berguna padahal mereka memiliki tanggung jawab yang cukup besar. Menjadi seorang mahasiwa bukan berarti mereka bebas melakukan apa saja, melainkan mereka harus bisa membedakan mana yang berguna dan yang tidak. Karena anak-anak tidak bisa membedakannya.

Itu lah sebabnya pola pikir akan sangat berpengaruh di dalam tingkah laku seorang mahasiswa, bila kita dapat merubah pola pikir menjadi lebih baik maka kita akan menjadi lebih dewasa dan bijaksana dalam menerima suatu masalah.

Namun seperti apakah pola pikir yang dewasa? Hmm..Sepertinya sudah out of topic nih, jadi kemungkinan saya akan menulis tentang ciri-ciri pola pikir yang dewasa pada artikel berikutnya. Mohon maaf bila kata-katanya terlalu menggurui.

Senin, 12 April 2010

Dunia Teknologi Informasi Akan Mencapai Puncak Di Tahun 2020


Kata dosen gue, dunia teknologi informasi akan mencapai puncak di tahun 2020. Dikarena semua masalah tentang internet dan gadget-gadget lainnya sudah terselesaikan. Internet sudah sangat cepat, murah, dan sudah tersedia di setiap pelosok bumi ini (lebay ah).

Dampak dari puncaknya dunia teknologi informasi ini adalah sebagai berikut.

1. Warnet dan telepon rumah akan punah seperti wartel, faximili, dan pager.
2. Segalanya menjadi paperless, sehingga perusahaan printing dan kertas-kertas lainnya akan mengalami penurunan profit.
3. Iklan di dunia mobile akan merajalela menggantikan iklan-iklan di dunia nyata seperti baliho, poster, dan spanduk.
4. Lebih dari 40% energi bumi digunakan untuk teknologi informasi.

Dan masih banyak lagi dampak yang gak bisa gue sebutin satu per satu, ini aja berdasarkan informasi yang gue dapet.

Terus apa donk solusinya? Dari yang gue denger lagi akan ada yang namanya Green ICT. Ntah lah apa itu, teknologi informasi untuk mengurangi global warming. Tapi kalo dari pendapat gue sendiri sih itu mustahil.

Belum gue denger lagi solusi lain untuk mengurangi pemakaian energi ini tapi kalo menurut gue sendiri sih kita bisa cari sumber energi lain seperti hidrogen yang sangat tersebar luas di alam ini.

Senin, 22 Maret 2010

Kunci Jawaban UN Beredar

Liputan6.com, Garut: Ujian Nasional hari pertama di Garut, Jawa Barat, Senin (22/3), diwarnai beredarnya kunci jawaban soal ujian di beberapa sekolah, termasuk SMK Negeri Satu Garut. Temuan ini berasal dari sejumlah telepon genggam milik para peserta ujian. Pihak sekolah belum dapat memastikan kebenaran kunci jawaban ini karena harus disamakan dengan kunci jawaban asli.

Kepala Sekolah SMKN 1 Garut Dadang Johar Arifin membenarkan beredarnya kunci jawaban tersebut. Terlepas dari benar atau tidaknya, ia khawatir hal ini dapat menimbulkan efek negatif pada dunia pendidikan. Dadang menghimbau agar para siswa tidak mempercayai berbagai info menyesatkan karena dapat merugikan diri sendiri.(WIL/AYB)

Jumat, 18 September 2009

Aturan Membuat Orang Jadi Lebih Baik

Percaya gak aturan bisa ngebuat orang bahkan masyarakat jadi lebih baik bila itu dijalankan dengan baik? Gue yakin kebanyakan dari kita gak percaya karena kebanyakan aturan yang dibuat itu gak jelas untuk apa.

Sebagai contoh, jumlah penderita DBD di Singapur pernah melebihi jumlah penderita DBD di Jakarta, gak tau ya? Haha..Beneran loh ini, tapi setelah itu pemerintah Singapur membuat aturan kepada semua warganya agar tidak membiarkan air tergenang dimana-mana, termasuk di kamar mandi, dan Singapur akan memenjarakan orang yang melanggarnya. Dan waw! Ditahun berikutnya, tidak ada 1 orang pun yang menderita DBD di Singapur.

Lalu sekalian numpang pamer nih, IT TELKOM mewajibkan mahasiswanya untuk mengikuti organisasi dan seminar, lalu mahasiswa itu akan diberikan point dari keaktifannya itu. Bila mahasiswa tidak mencapai point minimal yang telah ditentukan, maka IT TELKOM akan menahan ijazah dan toga milik mahasiswa itu apabila sudah lulus. Dan efeknya apa? Semua mahasiswa menjadi aktif dan kampus jadi terasa hidup dengan banyaknya seminar-seminar yang diadakan oleh UKM-UKM.

Dari situ bisa kita lihat beberapa aturan yang sangat beralasan kenapa dibuat. Singapur membuat aturan itu agar mengurangi jumlah penderita DBD dan semua orang pun tahu efek positifnya. IT TELKOM membuat aturan itu agar membuat mahasiswa memiliki soft-skill yang baik dalam dunia pekerjaannya nanti dan semua mahasiswa pun dapat merasakannya langsung.

Lalu kenapa banyak orang yang suka melanggar aturan? Kalo menurut gue, subjektif nih, aturan yang dibuat suatu institusi itu sangat tidak logis dan tidak dapat dirasakan langsung oleh anggotanya. Misalnya waktu SMA kita tidak boleh rambut panjang, maksudnya apa? Rambut panjang bisa ngurangin fungsi otak gitu?

Yeap..Gue mungkin belum bisa ngasih solusi dari penyebab pelanggaran aturan itu karena gue juga sering melanggar aturan tapi paling gak artikel ini bisa jadi renungan buat kita semua agar lebih menaati peraturan yang logis. Yang gak logis? Persetan itu!




Kamis, 02 Juli 2009

Perlukah Jujur di UAN?

Banyak orang yang pro kontra terhadap UAN dan saya adalah termasuk yang kontra terhadap UAN. Memang sebenarnya dibutuhkan sekali pengetesan apakah seorang murid itu seharusnya lulus atau tidak, tapi bagaimana dengan murid yang sudah diterima di universitas tapi tidak lulus? Kita berpikir logis aja, kalau universitas mau menerima murid itu, kenapa ia tidak lulus SMA?

Mungkin beberapa orang yang pro terhadap UAN mengatakan bahwa UAN itu gampang, toh nilai terendah cuma 4, kok gak bisa? Tapi bisa dibayangkan gak? 6 pelajaran gitu loh? Jadi sang mentri pendidikan kita mau supaya lulusan SMA ini adalah profesor semua gitu? Profesor aja cuma master di 1 bidang, bukan semua 3 bidang IPA. Bisa gak seorang teknik kimia mengerjakan kerjaan teknik mesin? Atau gausah jauh-jauh, yang sebidang aja, yang sama-sama fisika, bisa gak anak teknik mesin ngerjain kerjaannya anak teknik telekomunikasi?

Nah..Orang yang udah ahli-ahli aja gak master di semua bidang, seorang avatar aja yang mampu mengendalikan semua element, dia gak mampu menguasai teknik rahasia yang ada pada masing-masing element itu. Ya..Mungkin para mentri pendidikan kita menginginkan lulusan SMA ini adalah avatar di semua pelajaran, padahal di film aja yang namanya avatar tu langka banget.

Wah..udah jauh banget nih sama judul, back to the topic dah, jadi kalau kita semua udah sadar sama diri sendiri bahwa kita ini bukanlah avatar, masih perlukah kejujuran dalam UAN ini? Liat sekolah gue, SMAIT NF, yang masih sok jujur dalam UAN 2009, akibatnya sekolah gue yang paling banyak gak lulus di Depok, sama seperti SMAN 1 Depok yang juga sok jujur, akibatnya 3 orang gak lulus. Beda dengan SMA lain di Depok yang kerjaannya nongkrong dan tawuran mulu, tapi bisa lulus 100%. Kalau udah kayak gini, siapa yang nyesel? Muridnya kan kenapa masuk sekolah yang sok jujur.

Coba deh bayangin, kalau di UAN anda nyontek ke teman anda, dan anda yang seharusnya gak lulus tapi jadi lulus. Ada gak yang rugi? Apakah teman di depan anda rugi karena anda lulus? Yang ada adalah teman anda akan sedih bila melihat anda tidak lulus!

Beda kasus bila anda ikut SIMAK atau UMB atau SNMPTN, bila anda nyontek ke temen anda, bisa jadi anda diterima dan temen anda tidak diterima, karena ada batas kuota di setiap jurusan. Tapi kalau UAN kan gak, bila anda lulus, orang lain tidak bergantung terhadap anda, betul toh?

Jadi, buat anda yang masih sekolah di sekolah yang sosok jujur kayak yang gue sebutin diatas, buruan deh pindah, atau anda bisa berkompromi dengan teman di depan anda bila dia lebih pintar dari anda. Bagaimana caranya? Ya, anda bicarakan sendiri lah dengan temen anda. Gue kemarin juga gitu, gue duduk di paling depan kanan, jadi gue bisa bantuin temen di belakang gue, walaupun beda kode soal tapi yang namanya anak muda gitu loh, pasti bisa lah.

Gak selamanya jujur itu perlu di segala hal, karena disini kalo anda bohong, gak akan ada yang dirugiin, temen, orang tua, pacar, guru, kepala sekolah, dan pemerintah akan senang bila anda lulus. Tapi kalo anda bohong kepada temen atau pacar anda, siap-siap menerima karma yang ada.





Kepala Sekolah Miskin

Jujur aja waktu itu gue rada miris ngeliat rumah kepala sekolah SD gue, waktu gue sama nyokab gue kesana buat ngambil ijazah ade gue, kebetulan gue sama ade gue sama-sama lulusan SD yang sama.

Rumahnya jelek banget, gak ada bagus-bagusnya, ya gak kacau banget sih. Tapi buat ukuran headmaster gitu, principal gitu, kok rumahnya jelek? Seharusnya kan buat orang nomor 1 di suatu institusi gajinya paling besar karena dia memegang tanggung jawab paling tinggi dibandingkan yang lainnya.

Gimana negri kita mau maju? Pahlawan pun tidak dihargai, apalagi kita yang hanya bisa berkomentar, pasti lebih tidak dihargai lagi. Berarti kesimpulannya? Bangsa kita tidak bisa menghargai orang lain? Kalau sudah seperti ini, siapa lagi yang harus disalahkan?

Sebaiknya memang tidak usah mencari kesalahan orang lain, tapi kita harus memperbaiki diri sendiri. Belajar lah menghormati orang walau belum tentu orang yang kita hormati akan vice versa.