Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Juni 2014

Minta Maaf

source: worshipingwithchildren.blogspot.com

Meminta maaf apabila melakukan kesalahan adalah hal yang sangat terdengar simpel, klise, dan klasik banget lah. Tapi kenyataannya, masih banyak banget orang di dunia ini yang belum bisa mengimplementasikan itu.

Kayak contohnya ada orang yang gak sengaja nyenggol motor atau mobil kita, kebanyakan cuma ngelambain tangan atau pura-pura tidur gak tau terus langsung jalan. Padahal apa salahnya dia natap mata kita sambil ngasih senyuman yang ekstra tulus.

Atau misalnya ada tukang minta-minta dijalan tapi kita lagi gak megang uang receh. Biasanya kita yang pura-pura tidur gak liat padahal dia udah minta dengan kekeh. Padahal apa salahnya kita tatap matanya sambil ngelakuin gesture permintaan maaf seperti menempelkan kedua tangan seperti gambar di postingan ini.

Kata siapa minta maaf itu susah? No! It's totally easy, kalo kamu emang mau mengakui kesalahan kamu, minta maaf itu semudah kamu ketawa.

Wait, kamu orangnya gak humoris? Lol! That's your problem :3

Rabu, 20 November 2013

Cerita tentang Musa. Fakta atau fiksi? Sejarah atau dongeng?

Ini adalah salah satu referensi yang bilang kalo cerita tentang nabi Musa adalah fiksi dan dongeng belaka : http://thetruthshall.com/MosesStory.htm

Banyak hal-hal religius yg bisa dibuktikan, belum bisa dibuktikan, dan (mungkin) tidak bisa dibuktikan. Salah satunya ttg kisah Nabi Musa. Belom/Gak ada bukti dia pernah ngebelah laut. Belom/Gak ada bukti mayat firaun tenggelem disana.

 Tp (sayangnya) sebagai org yang beragama kita harus percaya sama semua yang udah tertera di kitab suci, entah itu belom/gak bisa dibuktikan. Btw, personally saya curiga sama sejarahnya Nabi Musa, dengan teknologi secanggih sekarang, masa sih belom bisa dibuktiin?

 Hipotesis saya: Bukti tentang Nabi Musa dan firaun sudah ditemukan, tapi sengaja dihilangkan oleh pihak-pihak yg kita gak tau itu siapa.

 Haha..yeah I know, "Hypothesis is nothing without proven".
That's all.
See ya~

Kamis, 04 Agustus 2011

Teknologi Tak Akan Lepas dari Politik dan Bisnis


Betapa powerfull-nya politik dan bisnis dalam mendominasi dunia ini, yang termasuk Indonesia di dalamnya. Bahkan teknologi, pendidikan, dan agama pun hanya dijadikan mainan olehnya. Kok bisa gitu? Mari kita renungkan.

Teknologi, kenapa teknologi telekomunikasi Indonesia lebih mengenal GSM dibandingkan CDMA? Padahal teknologi CDMA sebenarnya diatas GSM. Teknologi CDMA adalah teknologi pensinyalan berdasarkan kode, jadi itulah sebabnya CDMA tidak dapat atau susah disadap.

Jadi kenapa donk? Jawabannya adalah politik dan bisnis! Politiknya adalah karena ada perusahaan telekomunikasi besar yang daridulu menguasai GSM di negri ini (kasarnya monopoli), itu lah sebabnya CDMA hanya aktif per-kota. Bisnisnya? Ya banyak pelanggan banyak uang. Padahal setahu saya, di korea kita dapat menggunakan CDMA di semua wilayah lho.

Agama, pada partai politik digunakan sebagai dakwah atau hanya mengincar tahta? Maaf ini sedikit sensitif, lewat aja ya. Agama pun dapat dijadikan bisnis MLM! Dengan terang-terangan saya menyebutnya NII (Negara Islam Indonesia).

Jadi intinya, dimana pun kita berada, sebagai apa kita, tetap kuasai politik dan bisnis di bidang masing-masing.

Tulisan ini masih memiliki argumen yang lemah, jadi pembaca gak usah terlalu percaya ya :) tapi kalo ada yang mau menambahkan atau menentang tulisan saya, ya silahkan saja :)

Rabu, 07 April 2010

Lebih Baik Jadi Orang yang Gak Berguna Daripada Jadi Orang yang Nyesatin


Orang yang memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi akan dapat dengan mudah mempengaruhi orang-orang di sekitarnya, sungguh luar biasa. Bila dia adalah orang yang baik, maka dia dapat memberi virus kebaikan kepada semua orang. Namun bagaimana bila dia adalah orang yang jahat?

Terdapat juga orang yang hanya mementingkan dirinya sendiri dan tidak peduli terhadap apa yang ada disekitarnya, sungguh autis. Mungkin banyak pembaca yang sering melihat makhluk seperti itu dan biasanya orang seperti itu dijauhi.

Namun pada kejadian nyatanya, menurut gue ya, orang yang autis yang tidak memedulikan siapa pun itu jauh lebih baik daripada orang yang berpengaruh buruk terhadap sekitarnya. Lebih baik jadi orang yang gak berguna daripada jadi orang yang nyesatin.

Kita langsung studi kasus aja ya, berdasarkan kejadian yang pernah gue liat langsung di hidup gue ya. Ada temen gue yang pada dasarnya pinter, dia gak begitu rajin belajar tapi cukup denger dosennya ngoceh dia bisa segala-galanya. Namun apesnya nih, dia punya temen yang hobinya jalan-jalan dan hura-hura setiap saat. Gimana tuh kelanjutan ceritanya? Akhirnya temen gue selalu ditempel sama penghasutnya itu untuk terus bermain-main.

Sebenernya tulisan gue ini lebih buat nyindir orang yang ada di jalan yang sesat yang ngebawa temen-temennya ikutan sesat. Contoh diatas cuma buat jadi studi kasus aja. Jadi, mohon maaf ya buat yang ngerasa tersindir dari tulisan gue diatas, gue cuma pengen orang-orang disekitar gue sadar aja (walaupun gue sendiri belom sadar haha..).

Jadi intinya ya kita harus memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi dan harus membawa sekeliling kita kepada kebaikan, paling tidak ya tidak di jalur yang sesat. Namun bila kita kurang dihargai oleh teman-teman kita, ya cukup pentingin diri sendiri. At least u dont kill ur friend.






Selasa, 30 Maret 2010

Apa itu Amanah?


Beberapa waktu lalu gue ikut rekruitasi jadi pengurus organisasi pecinta budaya jepang di kampus gue. Mulai dari tahap wawancara, perkenalan, outbond, upgrading, dan pelantikan udah gue lewatin. Semua gue lakuin dengan cukup berambisi karena gue berambisi banget buat ngenalin musik jepang ke kampus gue.

Usaha gue pun gak sia-sia, akhirnya gue diterima jadi pengurus di organisasi tersebut. Dan yang mengejutkannya, gue dipilih jadi koordinator divisi culture. Divisi yang paling gue inginkan karena disana ada honnoukai (musik jepang), aliran musik favorit gue.

Mungkin awalnya gue ngerasa seneng banget karena gue dipilih jadi koordinator tapi gue sadar. Semakin tinggi jabatan maka semakin besar tanggung-jawab gue atas amanah yang diberikan itu. Gak sepantasnya gue seneng karena amanah adalah sebuah cobaan.

Cobaan baru aja datang menghampiri gue, gue harus bisa menghadapinya, gue harus bisa ngejalanin amanah yang diberikan.

Intinya, jabatan adalah amanah..amanah adalah cobaan..jadi jabatan adalah sebuah cobaan, bukan rezeki. Bukan uang atau imbalan yang besar dari jabatan itu, tapi bagaimana kita menjalankan amanah itu.







Minggu, 20 September 2009

Evaluasi dari 30 Hari Kita Berpuasa

Sebelumnya gue mau ngucapin selamat hari raya Idul Fitri 1430H/2009M, taqobbalallahu minna wa minkum, minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.

Banyak orang yang begitu bahagianya dengan datangnya Idul Fitri ini, ntah karena terbebasnya mereka untuk menahan nafsu atau memang mereka bahagia karena dapat bertemu lagi dengan kesucian yang benar-benar suci. Ada juga orang yang sedih karena berpisahnya dengan Ramadhan. Dan ada juga yang pura-pura sedih dan/atau senang dengan harapan biar dibilang alim atau apa lah.

Semua tergantung cara pandang mereka masing-masing dan tidak ada baiknya bila kita terus mengkritik orang, maka sesuai dengan judul artikel ini gue mau ngajak kita semua buat berevaluasi dari apa yang telah kita lakukan sebulan kemarin, di bulan Ramadhan.

Mulai dari diri gue sendiri, gue ngerasa gue yang ada di Ramadhan kemarin adalah gue yang paling ancur, ancur seancur-ancurnya. Rasanya gak ada satu kebaikan pun yang gue lakuin di bulan Ramadhan kemarin, walau alhamdulillah puasa dapet semua tapi gue ngerasa lebih dari 50% puasa gue gak diterima karena ada satu hal buruk di diri gue yang gak bisa gue tahan, yaitu nafsu marah (pasti udah pada ngeres, ya? Haha..).

Gue gak tau kenapa ada yang berubah dari diri gue, gue gak seceria dulu dan terlihat lebih seperti orang yang sombong padahal gue gak punya apa-apa buat disombongin. Sering banget berselisih ma temen, tapi gue yakin itu bukan salah gue, itu karena mereka yang gak ngehargain gue. Terus? Akhirnya gue sekarang jauh deh sama mereka (temen di kampus).

Childish banget ya? Ada dua hal yang bisa gue duga dari hikmah kejadian itu. Pertamax, gue mang gak bisa nahan emosi. Keduax, kedewasaan gue bertambah di bulan Ramadhan kemarin sehingga gue jadi orang yang lebih serius akhir-akhir ni (Maksud?).

Tapi apa pun itu, yang penting gue harus memperbaiki sifat buruk gue itu, karena gue gak bisa kalo kayak gini terus, gue ngerasa gue tu hidup cuma sendiri di dunia ini. Moga Allah membantu gue untuk dapat berubah jadi lebih baik lagi.

Mungkin itu cuma segelintir kisah gak penting, gak jelas, n gak nyambung dari gue yang diharapkan bisa dijadiin contoh buruk yang gak patut ditiru buat lw semua. Coba lw pikirin lagi apa yang udah lw lakuin di bulan Ramadhan kemarin, apa ada perubahan dari diri lw? Kalo belum, ya coba evaluasi diri lebih dalem lagi ampe lw ngerasa nyesel banget. Insya Allah kita semua akan diberi jalan untuk keluar dari hutan kelam masa lalu ini.





Rabu, 08 Juli 2009

Manis dan Asamnya Memberi Senyum

Memang kita sering dengar bahwa senyum adalah ibadah, dengan senyum saraf-saraf pipi kita jadi lebih rileks, dan memberi kita kebahagiaan, tapi respond orang menerima senyum dari kita belum tentu sesuai dengan yang kita harapkan, biasanya kita ingin senyum kita dibalas dengan senyum juga, bukan dengan pura-pura gak liat atau muka jutek.

Pernah gue lagi jalan naek motor buat pulang sekolah, gue ngeliat temen cewe sekelas gue, awalnya gue ragu buat ngasih senyum karena orangnya jelek, tapi yaudah gue kasih senyum aja. Eh..Orangnya pura-pura gak liat gitu, sialan tu cewe, udah jelek, jutek pula. Senyum gue mahal tuh, gak gampang gue kasih senyum ke orang, eh ini malah sok gak kenal.

Terus pernah juga gue waktu itu mau Shalat Jumat, pas masuk mesjid, gue langsung Shalat Sunnah Qobliyah. Setelah Shalat, gue langsung liat kiri-kanan, mengajak salaman dan memberi senyum kepada bapak tua disebelah kiri, eh..Dia malah manyun aja, gak ngebales senyum gue, dan gak ngomong apa-apa.

Tapi ya gak semua senyum gue gak dibales, gue gitu. Waktu dimesjid, gue juga pernah senyum ke anak muda kayak gue tapi nampaknya orangnya alim banget, pake baju muslim, pake peci, dan mukanya emang asik banget. Dia pun membalas senyum gue dengan sangat lepas dan sedikit tertawa. Rasanya damai banget dan ingin terus senyum padahal gak ada orang.

Waktu itu gue juga lewat gang kecil di daerah Adhikarya Kelapa Dua, jalan itu cuma bisa dilewatin 1 mobil kijang. Dan di gang itu ada pertigaan, gue mau belok kanan, ternyata ada mobil yang dari arah tersebut, langsung aja gue minggir dulu dan senyum sembari memberi sinyal kepada supir untuk jalan duluan. Tapi orang itu malah senyum balik dan mempersilahkan gue buat jalan duluan, akhirnya gue jalan dan senyum sambil bilang terima kasih.

Itu lah manis dan asamnya senyum kepada orang lain, kadang dijutekin tapi kalo dibales tu rasanya enak banget, damai hati ini. Selain sangat bermanfaat dan berpahala, senyum juga sangat ampuh dipakai untuk berkenalan dengan orang dan orang itu juga pasti akan menganggap kita ini orang baik. Karena senyum juga sangat ampuh dipakai buat berkenalanan, pastinya senyum itu adalah hal yang pertama kali harus dilakukan kepada calon mertua hehe..gak harus calon mertua juga sih, bisa dengan orang tua siapa pun.

Jadi, kita harus senyum kepada siapa pun untuk memberi kesan baik kepada semua orang dan kita juga harus bisa membuat semua orang tersenyum.