Tampilkan postingan dengan label Persahabatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Persahabatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Juni 2014

Circle Pertemanan

source: design.ubuntu.com

Circle pertemanan, kenapa kita harus punya itu? Kita harus punya banyak atau dikit? Dikit tapi berkualitas lebih baik daripada banyak? Atau pengennya banyak dan berkualitas semua?

Saya gak bisa jawab. Jadi saya mau ngomongin yang laen aja XD

Kalo kata orang-orang hitman system, kualitas seseorang dapat dilihat dari circle pertemannya. Semakin banyak dan semakin kuat circle/brotherhood-nya maka semakin berkualitas orang itu. Selain itu semakin banyak kita punya circle pertemanan maka kita juga dapat melihat banyak perspektif baru. Dan tentunya, selain sahabat baru maka pacar baru juga lebih berpeluang dateng.

Dan seperti biasa, ayo kita puter-puter perspektif kita. Bagaimana perasaan circle pertemanan lama kita? Apakah kita dibilang pengkhianat? Sombong? Atau mereka terus mengejar kita?

Saya gak bisa jawab. Jadi mau saya apa sih? XD

Udah balikin aja lagi ke perspektifnya ya haha..

Saya punya banyak circle pertemanan. Beberapa ada yang bertahan sampai sekarang. Beberapa ada yang masih welcome. Beberapa ada yang gak tau. Beberapa ada yang menolak kehadiran saya. Dan beberapa ada yang masih terus mengejar saya.

Apa pun yang mereka pikirin, saya gak peduli. Saya tetap anggap mereka menjadi sahabat saya. Mereka semua adalah pahlawan buat hidup saya. Banyak kesalahan-kesalahan yang pernah kita buat bareng dan sekarang itu jadi pelajaran yang super valuable.

I don't have much time now. But someday, wherever you are. I'll be there, fams.

Senin, 02 Juni 2014

Kesalahan Terbesar Manusia

source: donpower.me

Kesalahan terbesar manusia adalah ketika dia merasa benar.

Itu aja.

Sebenernya cukup sampe disitu aja postingan saya, saya yakin banyak yang setuju dan ngerti. Tapi biar asik saya coba share pemikiran saya tentang statement diatas, kamu boleh setuju atau enggak, dan lebih oke lagi kalo kamu juga ngeshare pemikiran kamu disini.

Dulu saya termasuk orang yang sangat sombong, ya sampe sekarang sih juga, tapi kadarnya udah gak sebanyak dulu, saya tidak suka menerima kritik apapun, pokoknya yang nentang saya adalah musuh. Nyebelin abis ya orang kayak gitu. But yeah, I was like that.

Beruntung saya masih memiliki segelintir orang yang peduli sama saya, yaitu Sahabat dan Pacar. Itu lah mengapa saya suka mencari circle pertemanan baru, agar mendapat banyak perspektif kehidupan (Kok lebay ya?). Banyak dari mereka yang susah payah merubah saya. Memberitahu kekurangan-kekurangan saya. Sampai akhirnya saya sadar dan memutuskan untuk menjadi orang yang lebih humble.

Itu baru saya. Masih banyak lagi orang lain yang saya dengan jelas melihat kekurangannya, melihat keterbatasannya, dan saya mencoba untuk membantu mereka menjadi dirinya yang terbaik. But I can't! Why? Karena mereka merasa sudah benar.

Nasehat apa pun yang diberikan tidak akan merubah mereka. Apa pun yang kita omongin dengan cepat mereka bilang, "ah enggak ah" atau "enggak juga".

Then what should we do? Solusinya banyak, saya pengen nyebutin tapi kesannya menggurui banget. Dipikirin sendiri ya. Saya cuma memberi masalah tanpa solusi. Quote ILK.

Senin, 26 Mei 2014

Perpisahan untuk Pertemuan Baru

"Kematian adalah tujuan kita semua. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah ciptaan terbaik dari kehidupan. Ia adalah agen perubahan kehidupan. Ia membersihkan yang lama untuk membuat jalan bagi yang baru."

-Steve Jobs-

Itu adalah penggalan pidatonya Om Steve yang sangat legendaris. Terkadang orang terlalu takut untuk mati karena itu adalah akhir dari kehidupan yang sementara ini. Tapi sebenarnya kematian berfungsi untuk memberi hal baru bagi dunia ini.

Sekarang kita coba agak geser perspektifnya, bukan antara kematian-kehidupan tapi antara perpisahan-pertemuan.

Banyak orang yang takut sama perpisahan, iya, perpisahan adalah sebuah kenyataan yang menyakitkan. Sebuah hubungan yang udah dirajut bertahun-tahun, harus terpisahkan oleh jarak, konflik, atau sang waktu sendiri. Semua orang jelas gak akan ada yang bahagia ketika lagi ada di moment perpisahan.

Tapi gimana kalo perpisahan itu adalah keharusan? Takdir yang sudah Tuhan sengaja tetapkan, yang dibuat seakan-akan itu adalah sebuah kebetulan. Kayak misalnya dua orang kekasih yang dipisahkan karena salah seorang diantara mereka harus pindah ke luar negri karena ada urusan pendidikan atau pekerjaan. Atau misalnya hubungan persahabatan dunia kerja yang dipisahkan karena beberapa diantara mereka harus pergi karena pindah ke perusahaan lain.

It hurts, huh?? I know what you feel! Ups..You know what I feel :3

Kayak kebetulan kan semuanya? But absolutely not! It is the God's plan for us! Tuhan sengaja memberikan kita perpisahan, agar ada kesempatan bagi orang-orang baru untuk bertemu dengan kita.

Rabu, 21 Mei 2014

3 Alat Ukur Kualitas Seorang Pria

source: www.dhgate.com

Menjadi pria yang berkualitas emang gak gampang sih, tapi sebenernya semua pria bisa jadi berkualitas kalo emang dia mau. Yang lebih ngeselin lagi, si pria itu ngerasa udah berkualitas, padahal belum ada yang mengakui itu, termasuk sahabat terdekatnya. Well, saya pun masih jauh dari kata pria berkualitas, tapi saya punya beberapa pemikiran yang lumayan menarik untuk dishare.

Kharisma
Definisi secara psikologis, sosiologis, atau yang lainnya bisa dicari sendiri ya di google. Saya coba bantu mendefinisikan kharisma ini dengan bahasa yang levelnya lebih rendah, yaitu Daya Tarik. Orang lain akan melihat kita sebagai pria yang menarik dan berbeda dari pria-pria lainnya. Nah! Gimana cara meningkatkan kharisma? Saya ada tiga tips nih:

  1. Teman. Semakin banyak teman yang kita miliki, orang akan menilai kita sebagai pria yang menarik. Jadi, kamu harus menambahkan lingkaran pertemanan, caranya bisa join komunitas hobby, ikut organisasi, atau berpartisipasi dalam event-event musik di sekitarmu.
  2. Cara berbicara. Gak mungkin kan kamu adalah pria yang menarik kalo cara berbicara kamu masih belepotan, lembek, dan gak tegas. Ini agak susah emang memperbaikinya karena kita gak tau cara berbicara kita jelek atau gak, jadi solusinya ya tanya aja ke temen kamu, minta saran dari mereka.
  3. Penampilan Fisik. Jos! Kalo kita jelek, siapa sih yang suka? Haha..Coba benerin muka dengan rajin perawatan, benerin badan dengan fitness, ke salon biar rambutnya makin oke, dan yang terpenting adalah fashion! Sekarang perempuan udah gak ngeliat kegantengan bro, tapi kekerenan! Cowok jelek tapi keren itu lebih disukain daripada cowok ganteng tapi pake celananya masih kegedean. So, it's time for shopping! Kalo misalnya kamu sibuk, masih ada toko online kan yang nyedian fashion-fashion keren dan murah kayak Zalora.
Leadership
Ya emang sih gak semua orang punya kesempatan memimpin sebuah organisasi atau perusahaan. Tapi itu bukan berarti kita gak bisa nunjukin cara mimpin kita, kan? 
  1. Cara memimpin. Style kita menyuruh orang otoriter atau tidak, reaksi orang yang kita pimpin tetap senang atau gak saat kita kasih order. Disitu lah cara memimpin seorang pria terlihat. Kalo dia ngelakuin dengan senang hati dan bahagia, itu tandanya kamu udah benar dalam memimpin. Simple.
  2. Kedudukan. Oh men ini berat. Kedudukan atau status social atau pengakuan masyarakat adalah parameter yang mudah banget buat menilai kualitas pria. Apakah kamu udah punya ini? Saya yakin cuma beberapa orang yang jawab IYA, but don't worry guys, meskipun kamu gak punya kedudukan yang tinggi di masyarakat, tapi kamu tetep bisa nunjukin point nomor 1 di bagian leadership ini, kan? Menurut saya ini juga hanya sebagai nilai tambah.
Intelligence
Yoi! Pria berkualitas itu pasti pintar! Umm..Debatable sih haha..Tapi saya tetep yakin kecerdasan itu hal wajib buat semua pria. Ya ya ya I know! I know! Emang gak semua orang IQ ditas rata-rata, tapi bukan kecerdasan itu yang dimaksud, sob. Sebodoh-bodohnya kita, kita masih bisa baca kan? Nah! Banyak baca, tingkatin pengetahuan, itu juga nilai tambah buat kualitas kita.
  1. Pola Pikir. Dengan banyak membaca tadi, kamu bisa mengembangkan pola pikir jadi lebih baik, lebih dewasa, dan lebih terbuka. Ya benar! Pola pikir, ide, dan inspirasi saya menulis ini juga karena saya banyak baca dari sumber yang lain dan saya olah menjadi bahasa sendiri.
  2. Prestasi. Ini sama seperti bagian Leadership yang point 2, gak semua orang punya kualitas ini dan memang ini hanyalah nilai tambah. Misalnya kamu pernah mimpin sebuah EO terkeren di kampus kamu, mimpin sebuah riset penelitiaan, atau punya bisnis yang udah sukses banget.
Well, banyak sih emang alat ukur kualitas seorang pria, tapi menurut saya 3 ini lah yang paling kritikal karena sangat mudah dinilai oleh orang lain. Now you know it. Let's be a better man!

Minggu, 11 Mei 2014

Knowing the Truth Will Not Make You Happy

source: weheartit.com

Dalam hidup, banyak hal di dunia yang ini belum kita ketahui. Secara ego, tentu kita pengen banget kan tau semuanya. Lebih spesifiknya kayak apa sih yang orang pikirin tentang kita, apa sih yang lagi direncanain orang ke kita, dan apa sih "warna" sesungguhnya dari orang itu.

Kenapa sih ego itu ada didalam diri kita? Saya belum neliti tentang ini jadi saya juga belum tau haha..Tapi coba nih misalnya dalam hal persahabatan, terus kita lagi ada masalah sama dia, pasti muncul kan pikiran-pikiran kayak apa sih yang dia omongin ke temen-temen lainnya dan apa sih yang dia pikirin waktu ketemu kita dijalan tapi kita diem-dieman.

Contoh lain lagi misalnya dalam romansa, disaat lagi ada masalah sama gebetan atau baru aja putus sama pacar, muncul sejuta pertanyaan di dalam otak kita, apa sih yang dia rasain, apa sih yang dia rencanain ke kita, dan dia yang sesungguhnya kayak gimana sih?

Guys! Why are you doing that? Semakin kita mencari tahu dan sedikit demi sedikit kenyataan itu kita lihat, saya yakin semuanya cuma bakal nyakitin diri kita sendiri! Dan sakitnya tuh disini.

What the eyes see and the ears hear, just believe it!

Because knowing the truth will not make you happy..

notes:
saya ngutip dan modif sedikit quote nya Harry Houdini, "What the eyes see and the ears hear, the mind believe"

Jumat, 09 Mei 2014

This is the end of Evet Hestara's Chapter in Your Life Story


source: www.mixtapewire.com

Dalam hidup, kita bakal sering kehilangan orang-orang terdekat, baik itu sahabat maupun pacar. Sahabat yang selalu ada tapi tiba-tiba jarak memisahkan. Pacar yang selalu setia tapi semua hancur dimakan waktu.

I know it's absolutely a bad bad news, but we can''t afford it. Semua orang pasti pernah ngalamin ini. Tapi coba kita tuker perspektifnya. Kita adalah mereka. Mereka adalah kita.

Kita ini bagaikan sebuah chapter dalam novel, sebuah spesial chapter yang hanya menceritakan tentang kita. Kehidupan kita bersama sang pemeran utama, perjalanan singkat tapi penuh arti. Tapi setelah itu nama kita gak akan tertulis lagi di chapter lainnya.

It hurts but I feel happy. Mungkin saya hanya ada di sepenggal kisah hidup seseorang tapi saya telah berkontribusi dalam hidupnya. Saya mungkin pernah ngebuat dia senyum dan bisa juga saya pernah ngebuat dia marah dan sedih.

No matter what happened. At least, I've ever been in your life. It's very nice to meet you. And now I must say, "This is the end of Evet Hestara's Chapter in Your Life Story". Goodbye.

~

Welcome to the next chapter.

Minggu, 05 Agustus 2012

Artificial Friendship

Artificial Friendship
Seperti posting-an saya yang sebelumnya, sahabat ada karena kesamaan, contohnya kesamaaan kegiatan, tempat tinggal, organisasi, kepanitiaan, jurusan, dan lain-lain. Tapi semua itu terjadi karena sebuah kebetulan. Hal tersebut juga tidak akan bertahan lama jika kesamaan itu sudah hilang.

Contoh detilnya, kamu bertemu dengan teman baru di mata kuliah yang sama, kalian bermain, bercanda, ngumpul, dan nongkrong di cafe. Kamu merasa nyaman berada di lingkaran tersebut. Namun kesamaan itu cuma bertahan selama satu semester, karena semester berikutnya belum tentu akan sama.

Dilema memang, karena dengan kata lain kesamaan itu muncul oleh sebuah kebetulan. Namun mungkin kah kita menciptakan kesamaan itu dengan sengaja? Sebuah skenario, alur, dan takdir yang kita manipulasi, sehingga kita bisa membuat pertemanan yang tahan lama?

Ketika kesamaan itu sudah pergi, pertemanan yang mulai membosankan, dan tidak nyambung lagi mau ngomongin apa. Lalu kita jalankan algoritma tersebut. Dan akhirnya bisa berkumpul, have fun, dan kompak lagi.

Artificial Friendship, could it be?
Would it have the same warmth?

Jumat, 06 April 2012

Sahabat Ada Karena Kesamaan


Banyak yang bilang sahabat memberimu kebahagiaan, sahabat akan menyembunyikan kesalahanmu, sahabat akan menerima kekuranganmu, sahabat akan datang saat kamu sedang sedih dan berderai air mata. Itu benar, mereka akan datang bukan hanya saat kita sedang jaya, tapi ketika kita hancur pun mereka tetap ada. Tapi..

Tidak semua orang bisa menjadi sahabat kita. Ada satu syarat khusus yang tidak banyak orang sadari, yaitu kesamaan.

Karena kita satu kosan..
Karena kita satu kelas..
Karena kita satu jurusan..
Karena kita satu organisasi..
Karena kita satu hobby..

Ya! Apakah yang terjadi jika pindah kosan? pindah kelas? pindah jurusan? atau pindah organisasi? IT ENDS!

Kesimpulannya, sahabat ada Bukan karena kepentingan tetapi sahabat ada karena Kesamaan. Bukan sesuatu yang harus ditakuti, ini sudah takdirnya. Terima lah!

Silahkan didebat :)

Senin, 16 Januari 2012

Cinta Tidak Terpisahkan oleh Jarak, Sahabat Tidak Terkikis oleh Waktu


Sedikit hipotesis dari saya, mengenai cinta dan persahatan. Bukan tentang hubungan keduanya, tapi mengenai apa yang tidak mengurangi makna dari cinta dan sahabat itu sendiri (apaan sih?). Anyway, sekali lagi ini cuma hipotesis dengan beberapa bukti, jadi statement diatas bukanlah hal yang pasti. Silahkan didebat :)

Cinta tidak terpisahkan oleh jarak, meskipun "aku disini dan kamu pun disana" tetapi cinta kita tetap satu (cieilah). Seperti banyak sepasang kekasih diluar sana, yang menjalin cinta tetapi terpisahkan oleh jarak, namun itu tidak mengurangi rasa cinta mereka, mereka tetap bisa membagi kebahagiaannya bersama, dengan teknologi telekomunikasi tentunya. Namun untuk "beberapa" kasus, cinta terkikis oleh waktu, ketika mereka LDR hanya ada satu pertanyaan, "Sampai kapan?".

Persahabatan tidak terkikis oleh waktu, meskipun sudah 10 tahun kita bersama namun suasana "amigos" masih kental terasa (unyuuu). Persahabatan yang sudah dijalin sejak lama, dari dulu sampai sekarang, pasti tetap bisa have fun bareng. Moment senang-senang itu selalu bisa tercipta sampai kapan pun, selama...sahabat itu masih se-kosan, se-kelas, se-kepanitiaan, se-organisasi, se-kampus, atau se-kota dengan kita. Ketika kondisi tersebut sudah gak lagi terpenuhi, pertanyaannya adalah "Dia dimana?". Persahabatan terpisahkan oleh jarak.

So, kesimpulannya adalah cinta tidak terpisahkan oleh jarak namun oleh waktu, sahabat tidak terkikis oleh waktu tapi oleh jarak. Statement ini emang tidak 100% benar, tapi ada benarnya juga (hehe..waaak waak waaak #BurungGagak).

Selasa, 09 Agustus 2011

Pertemanan Itu Juga Politik


Partai, kudeta, dan merger adalah kata-kata yang paling sering kita dengar di dunia politik, yang sering ditampilkan di televisi. Padahal politik itu tidak cuma partai dan golongan-golongan tertentu, tapi dalam berteman pun kita perlu berpolitik.

Bila merasa perlu berteman dengan seseorang, sebut saja X. Maka harus berbaik hati terhadap X agar dia mau memberikan yang kita mau. Atau bila ingin memiliki genk pertemanan, maka karisma pun harus ditingkatkan agar dapat membuat mereka mengikuti kita.

Jika sedang bermasalah dengan seseorang pun, sebut lagi X. Biasanya juga kita akan mencari teman sebanyak-banyaknya agar membuat si X tidak punya teman. Secara naluri pun politik sudah tertanam di sifat kita sejak kecil.

Sebaliknya, jika kita kalah mendominasi lingkungan, rasa putus asa pun sulit dielakkan.

Sekecil apa pun, politik tetap saja kuat dan tidak bisa dihindari.

Minggu, 27 Juni 2010

Satu Hari yang Berkesan


Ah..Dari awal tahun ini saya selalu memposting tentang bisnis dan blogging saja. Buat memberi warna di blog ini, maka izinkan saya untuk menceritakan pengalaman pribadi saya yang baru-baru ini saya rasakan.

Hari sabtu saya mengikuti audisi band jepang dan itu adalah penampilan pertama saya di Bandung dan itu juga penampilan pertama saya bersama band baru saya. Namun, sebelum mengikuti audisi (pukul 15.20) kami berencana untuk latihan dulu jam 11.00

Dan ternyata yang datang hanya bertiga dari lima orang personil, padahal saya dan drummer saya datang jauh-jauh dari Depok dan Bogor pada hari jumat. Tapi teman-teman saya yang dari Cimahi justru tidak datang. Ya gak masalah juga sih, kita tetep latihan walau hanya bertiga.

Selesai latihan kami langsung menuju Lucky Square, tempat kami mengikuti audisi. Ternyata acaranya ngaret, untung saja karena kami belum menyiapkan sampling-an untuk mengisi lagu.

Akhirnya tampil lah kami, Luminary Symphony. Jegejet! Jegejet! Jugujugujuguk! Jeger! Setelah tampil, sang juri pun berbicara. Sungguh deg-degan rasanya. Dan kami sangat terkejut, karena semua juri memuji kami. Band yang baru pertama kali manggung berani membawakan lagu yang sangat full skill (Versailles - Ascendead Master). Applause dari juri dan penonton pun menyambut kami. Luar biasa !

Setelah turun panggung, kami kembali ke bangku foodcourt tempat kami menonton peserta audisi yang lainnya. Baru saja duduk beberapa saat, kami mendapat sambutan lagi ! Yaitu gempa skala 6,3 SR !

Orang-orang pada lari dan turun melewati escalator, elevator, vibrator, atau apa lah itu. Tapi kami (Luminary Symphony) hanya duduk tenang dan melihat orang-orang berlarian. Bukannya kami tak takut tapi justru sangking takutnya jadi gak bisa gerak !

Setelah gempa selesai, kami langsung beribadah di lantai atas, di tempat kuli bangunan tinggal. Yah..Dimana aja boleh demi shalat. Kalau ada bencana baru deh inget sama sang Pencipta.

Setelah shalat, ternyata waktu sudah menunjukan pukul 17.30 Dan saya harus segera sampai di terminal leuwi panjang sebelum pukul 19.00 karena setelah itu tidak ada lagi bus menuju Depok.

Untungnya ada teman saya yang pulangnya searah dan dia punya motor, akhirnya saya minta tebengan deh ke dia dan saya sampai tepat waktu. Namun sesampainya di bus saya tidak dapat tempat duduk dan saya harus duduk di tangga deket pintu huhu..Semua saya lakukan demi sahabat-sahabat saya karena kami sudah janjian hari minggu pagi untuk olahraga di Senayan.

Dan hari minggu pagi nya ternyata mereka masih pada tidur. Bagus sekali ! Dan jadinya kami akan jalan hari minggu sore. Nice..

Yah..Begitu lah ceritanya. Audisi, gempa, dan perjuangan demi sahabat saya lakukan di satu hari yang sungguh melelahkan. Namun, hari itu sungguh sangat berkesan buat saya. Banyak hal baru yang saya alami yang membuat diri saya lebih ter-upgrade di hari itu.




Rabu, 07 April 2010

Lebih Baik Jadi Orang yang Gak Berguna Daripada Jadi Orang yang Nyesatin


Orang yang memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi akan dapat dengan mudah mempengaruhi orang-orang di sekitarnya, sungguh luar biasa. Bila dia adalah orang yang baik, maka dia dapat memberi virus kebaikan kepada semua orang. Namun bagaimana bila dia adalah orang yang jahat?

Terdapat juga orang yang hanya mementingkan dirinya sendiri dan tidak peduli terhadap apa yang ada disekitarnya, sungguh autis. Mungkin banyak pembaca yang sering melihat makhluk seperti itu dan biasanya orang seperti itu dijauhi.

Namun pada kejadian nyatanya, menurut gue ya, orang yang autis yang tidak memedulikan siapa pun itu jauh lebih baik daripada orang yang berpengaruh buruk terhadap sekitarnya. Lebih baik jadi orang yang gak berguna daripada jadi orang yang nyesatin.

Kita langsung studi kasus aja ya, berdasarkan kejadian yang pernah gue liat langsung di hidup gue ya. Ada temen gue yang pada dasarnya pinter, dia gak begitu rajin belajar tapi cukup denger dosennya ngoceh dia bisa segala-galanya. Namun apesnya nih, dia punya temen yang hobinya jalan-jalan dan hura-hura setiap saat. Gimana tuh kelanjutan ceritanya? Akhirnya temen gue selalu ditempel sama penghasutnya itu untuk terus bermain-main.

Sebenernya tulisan gue ini lebih buat nyindir orang yang ada di jalan yang sesat yang ngebawa temen-temennya ikutan sesat. Contoh diatas cuma buat jadi studi kasus aja. Jadi, mohon maaf ya buat yang ngerasa tersindir dari tulisan gue diatas, gue cuma pengen orang-orang disekitar gue sadar aja (walaupun gue sendiri belom sadar haha..).

Jadi intinya ya kita harus memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi dan harus membawa sekeliling kita kepada kebaikan, paling tidak ya tidak di jalur yang sesat. Namun bila kita kurang dihargai oleh teman-teman kita, ya cukup pentingin diri sendiri. At least u dont kill ur friend.






Rabu, 06 Januari 2010

Kehilangan Sahabat

Wii..so sad banget dah judulnya, sebenernya gak gitu juga sih, gue masih bersahabat cuma kedamaian saat-saat bersama mereka tuh udah mulai pudar, bahkan bisa dibilang hilang. Pengen gue sebut semua satu per satu nama n kejadian bareng mereka tapi kayaknya gak etis banget, secara gue mang gak keluar dari mereka karena gak ada yang namanya mantan sahabat.

Waktu awal-awal, gue cuma berdua, orang pertama yang jadi temen gue waktu gue masuk kuliah dulu (dulu? Baru 6 bulan juga) . Kemana-mana selalu berdua sama dia kayak homo, berangkat kampus, shalat, n makan selalu bareng.

Terus gue ketemu lagi sama dua orang cewek kelas, akhirnya kita berempat deh, gak selalu bareng sih tapi mereka sering maen ke kosan gue, ngobrol-ngobrol, n belajar bareng. Nikmatnya persahabatan mulai terasa saat itu.

Temen gue yang pertama itu pun ngenalin gue sama dua cewek kelas, nambah lagi deh jaringan persahabatan gue dikelas. Sebelum UAS kita belajar bareng buat dapetin nilai yang memuaskan, enam jam pun dihajar demi kuliah, gue suka banget semangat itu.

Dan nambah empat orang cowok kelas, suasana belajar bareng udah mulai jarang terasa karena kita mulai mencoba buat menikmati indahnya kota paris van java ini. Nongkrong terus seharian, kuliah cuma dua jam tapi maennya enam jam lebih ampe malem. Jalan-jalan ampe jam empat pagi pun kita jabanin aja. Nginep bareng di kost gue ampe waktu itu kena omel sama tetangga sebelah.

Sejak saat itu gue mulai jarang ngumpul karena tempat nongkrongnya udah pindah, from kost to kost (kayak lagu boyband). Dan personil pun udah nambah dan menjamur, bener-bener kayak MLM dah jaringan dibawah gue udah mulai banyak (tapi kok gue gak dapet bonus?).

Bukan berarti gue gak bisa bersahabat sama mereka yang masih newbie itu tapi arus pun udah makin deres, gue gak bisa lagi nahannya (maksud lo apaan sih, nyet?). Emang sih, dalam persahabatan itu gak ada kepentingan, karena kalo ada kepentingan berarti dia itu partner sejati lw, bukan sahabat, tapi gue gak bisa terus ngumpul-ngumpul gitu. Buang-buang waktu boleh tapi gue masih punya tanggung jawab, nyokab ngasih amanah buat belajar buat kesuksesan gue nanti, gue gak mau ngecewain nyokab.

Dan semua berjalan begitu aja di dalam dimensi waktu ini, kita semua udah pecah n terbagi-bagi. Putaran roda (Nidji banget) ngebuat gue kembali dibawah, kembali seperti awal. Gue ngumpul cuma bertiga atau berempat aja, mungkin bisa berkurang sampai gue sendiri lagi.

"Persahabatan yang susah payah dibentuk, mengalir cepat, hingga waktu memberi lagi jawabannya. Persahabatan..memang akan berakhir dengan sendirinya.."

Thx my best friends..Hope we can be together again someday..







Senin, 14 Desember 2009

Masalah Anak Kost

Banyak sekali perbedaan hal antara anak rumah dan anak kost, yg pada kesempatan kali gue akan lebih spesifik ke masalah sosial, masalah antar anak kost. Gue bingung di awal tadi pengen nulis judul tentang junior vs senior atau masalah kebiasaan dirumah. Akhirnya gue milih judul yang lebih umum biar lebih gede peluangnya ketemu di google hehe..

Sekarang pukul 1.34 pagi tanggal 13 desember 2009, tadi gue lagi ngumpul ma sahabat-sahabat gue di kosan gue, kita nyanyi-nyanyi n ketawa-ketawa bareng, yang bahasa orang dulunya, bikin berisik aja, padahal sebenernya kita lagi bersilaturahmi yang sesungguhnya.

Tiba-tiba dateng tetangga kamar sebelah gue, sebut aja namanya X. Dia dateng n marah-marah secara nyindir gitu.
tolong ya, bisa tau waktu gak? Sekarang sudah malam dan kalian gak sendiri disini
Itu kunjungan kedua kalinya si anjing ke kamar dengan masalah yang sama, ya emang sih dia angkatan 2005 dan gue 2009 tapi gak usah segitunya donk.

Gue tau gue salah tapi gue tetep gak bisa nerima cara negor yang kayak gitu, pengen banget rasanya balas dendam ke tu X, pengen gue dobrak kamarnya n gue tampol ampe mati tu orang.

Sekarang temen-temen gue lagi pada keluar mau makan n ngopi, gue gak ikut karena gue gak mau dibilang kalah ma tu X, gue sendiri disini n berharap si x dateng trus gue timpuk tu orang pake laptop.

Dan sekarang gue bingung kedepannya gimana, minta maaf dan dibilang pecundang atau ngajak ribut tu anjing dan diusir dari kosan. Intinya gue bersyukur bisa ngalamin ini karena kalau gue hidup tanpa masalah berarti sama aja gue mati.

Di kalkulus, cara untuk bisa nyelesain banyak soal kita harus ketemu dulu sama soal-soal itu. Di hidup, cara untuk bisa nyelesain banyak masalah kita harus ketemu dulu sama masalah-masalah itu.






Rabu, 23 September 2009

Jalan-jalan ke Curug Nangka dan Botani Square Bogor

Sebelum gue ngasih tau cerita gue sama temen-temen, ada baiknya gue kasih tau dulu jalan buat menuju Curug Nangka dan Botani Square dari Jakarta atau Depok.

Pertama, kalo mau ke Curug Nangka dari Jakarta pasti lewat Botani Square. Dari Jakarta lewat Cijantung, yang ada Mall Cijantungnya lurus terus ampe ke Jalan Raya Bogor. Di Jalan Raya Bogor tinggal lurus terus, kira-kira dari Simpangan Depok, ada kali 2 jam kalo naik motor dengan kecepatan 60 km per jam buat sampai di Botani Square (ada Hotel Santika).





Nah..Kalo mau lanjut ke Curug Nangka, kita harus ke tempat turunan yang ada di sebrang Botani Square tapi karena belokannya gak ada maka kita harus lurus terus sampe ada belokan ke kiri. Langsung ambil kanan buat muter balik n belok kanan pas di lampu merah. Dan belok kiri deh setelah terlihat Botani Square di sebelah kanan. Setelah itu, tanya-tanya orang kalo angkot 01 yang mau ke ciapus dimana lw ikutin terus tu angkot. Ntar lw ngelewatin BTM pokoknya, setelah itu tanya-tanya terus deh, gampang kok jalannya, cuma panjang banget aja.

Kemarin tanggal 23 September 2009, gue sama sahabat-sahabat terbaik gue jalan-jalan ke Curug Nangka, berangkat jam setengah 9 dari Depok, nyampe jam 11-an di Curug Nangka. Perjalanan sungguh menyenangkan, banyak bertanya, banyak mengerti, tapi banyak tersesat juga. Walaupun begitu, akhirnya kita semua sampai juga di Curug Nangka.

Nah..Sesampainya disana, kita nemu banyak curug-curug gitu, ada Curug Daun dan Curug Kawung, atau apalah nama-namanya gue gak apal banget. Dari tempat parkir, kira-kira ada 1 km dari air terjun tertingginya. Gue ma temen-temen gue banyak foto-foto n video-an juga disana, tempatnya cukup indah dan penuh kenangan deh kalo kita pergi bareng sahabat dan keluarga. Apa? Sama pacar? Hhmm..Ya banyak juga sih yg pacaran tapi kayaknya gak seru deh kalo gak rame, kurang tawa canda aja.

Sepulang dari Curug Nangka kita udah gak nanya-nanya lagi karena udah inget jalannya, langsung deh kita ke Botani Square, disana rencananya mau nonton Final Destination gitu di XXI tapi ternyata penuh bangkunya, yang tersisa cuma bangku paling depan aja. Akhirnya kita cuma nongkrong di O-Zone aja deh, biasa lah anak muda. Nongkrong di cafe cuma mesen kopi atau jus aja.

Pengalaman yang sangat indah untuk dikenang bersama sahabat-sahabat SMA karena kuliah di beberapa tempat yang berbeda, 2 orang di Jakarta, 1 orang di Jogjakarta, dan 1 orang lagi di Bandung. Jarang-jarang bisa ngumpul lagi kayak gitu, paling hanya pas waktu libur aja dimana kita semua bisa kumpul bareng lagi.


See you my trully friends!!







Selasa, 28 Juli 2009

Arti Kedewasaan

Dewasa? Hhmmm..Apaan ya tu? Gue sendiri belom tau apa maksudnya, gue yang baru 17 tahun n belom tau apa-apa, sifat masih labil banget, sama sekali belom dapet apa arti kedewasaan itu. Cuma sekedar nebak-nebak pake teori yang udah diajarin di SMA tapi tetep aja bingung n gak nemu apa itu arti kedewasaan.

Selama SMA, masih mikir sendiri-sendiri, males bergaul karena takut salah jalan. Gak punya temen karena pacaran, harus setia sama 1 makhluk dan sekarang nyesel banget deh akibatnya. Tapi sekarang, sedikit demi sedikit gue mulai tau apa artinya walau ya..gitu deh..masih nebak-nebak.

Kedewasaan itu ditandai dengan berubahnya sifat. Dari yang kekanak-kanakan jadi lebih berwibawa. Dari egois jadi lebih mentingin perasaan orang laen. Dari hidup sendiri jadi butuh banget yang namanya sahabat. Banyak banget deh perubahan dari awal SMA sampe tamat ini.

Dulu, kalo temen gak sengaja nyinggung dikiiiit aja, langsung deh ngambek. Diem n langsung ngejauh dari tu orang, trus ngomongin tentang kejelekan dari orang yang udah nyinggung perasaan kita, pengalaman gue banget nih. Tapi sekarang kalo digituin, udah bisa ketawa dan ngebales dengan candaan konyol yang bisa buat suasana jadi enak lagi. Bahkan ngebuat orang yang gak respect ma kita jadi bisa sedikit ngertiin kita, alah.

Egois? Wew..Ini dia nih yang paling ngeselin, pokoknya keinginan gue harus terwujud, mau temen gue atau gak suka, harus dilakuin, gue banget juga nih. Contohnya apa ya? Gue pengen ngajak temen gue ngumpul dirumah gue, kebetulan rumah gue jauh dari sekolah, trus temen gue ada yang gak bisa dengan alasan yang berjuta-juta. Langsung deh gue marah, ngambek, dan pergi ngejauhin mereka trus gak mau ngomong ma temen-temen berhari-hari. Tapi sekarang? Gak lagi yang namanya begituan. Temen gak bisa? Isyokey, just search another time n be fun always. Sebisa mungkin lebih mikirin kebahagiaan temen, eh sahabat deh maksud gue. Kalo kita lebih mikirin perasaan mereka, mereka pasti akan ngertiin kita juga dan mereka akan terus menganggap kita ada. Loh? Gak nyambung ya? Hehe..Bingung gue mau nulis apa wekekekekek..

Nah..Ini nih yang paling penting, pergaulan. The more you have friends, the better you`ll be. Supel, itulah kata yang paling harus dipegang teguh dalam hati. Pas lagi ngumpul-ngumpul sama temen, eh ada seorang temen yang bawa temennya lagi, kita harus bisa ngambil perhatian dan banyak ngomong, jadi dalam sekejab kita bisa akrab ma tu orang dalam sekejab. Gak banyak orang yang bisa kayak gitu, kalo menurut gue sih yang namanya supel itu bakat, tapi gue yakin semua orang bisa gitu kalo dia bisa ngurangin rasa egoisnya. Apa hubungannya mas? Gue sendiri gak tau, asal nulis aja biar keren wekekekekekek..

So the conclution is..It`s hard to be an adult human, but you can if you wanna be..First, kill your selfish in your heart..Then destroy the wall which blocked your way..Alah, belagu amat gue..








Persahabatan Berakhir dengan Sendirinya

Kata-kata yang cukup nusuk didengar bila kita mempunyai seorang sahabat karena itu dapat membuat kita jadi tidak terlalu bersemangat dalam bersahabat. Persahabatan yang sudah lama dijalin , suka dan duka dilalui bersama, saling mendengarkan curhat, dan jalan bareng yang jadi unforgettable moment banget dapat saja berakhir dengan mudah bila sudah tidak ada kepentingan dan terpisahkan oleh jarak.

Cukup konyol juga sih gue denger kata-kata ini, 12 july kemaren gue lagi nonton Naruto, eh..ada nenek-nenek yang kalo gak salah neneknya Garra bilang kalo persahabatan akan berakhir dengan sendirinya. Tapi setelah denger kata-kata itu gue langsung kaget banget, kebetulan waktu itu gue lagi gak kontak sama sahabat-sahabat gue. Ada yang lagi ngurusinnya pacarnya dan ada yang lagi ngejar-ngejar cewek ampe yaa bisa dibilang lupa sama sahabatnya. Tapi itu gue masih bisa ngerti karena gue sendiri pun gak bisa hidup tanpa cinta.

Terus gue tanya ke temen-temen gue, eh salah, maksud gue sahabat-sahabat gue, tentang setuju atau gak nya mereka terhadap kalimat judul diatas. Dan mereka semua pada gak ada yang setuju, wow..seneng banget gue denger mereka ngomong gitu, buat gue jadi semangat bersahabat lagi. Bener kata Sampoerna Hijau, “Tahaaaaannn lama seperti pertemanan”. Pertemanan? Sorry gue kurang suka denger kata pertemanan, gue lebih suka persahabatan. Karena semakin banyak kita punya teman, itu hanya menyusahkan kita. Tapi semakin banyak kita punya sahabat, itu dapat membuat hidup kita jadi lebih berwarna.

Walaupun gue udah denger pendapat sahabat-sahabat gue, gue tetep percaya sama judul tulisan ini, persahabatan akan berakhir dengan sendirinya. Tapi biarpun begitu, tetep persahabatan gak akan berakhir dengan cepat, paling nggak yang dapat ngebuat persahabatan berakhir hanyalah waktu. Semakin lama kita hidup, waktu akan membuat kita pergi dari dunia ini dan meninggalkan semua yang kita miliki.








Jumat, 19 Juni 2009

Persahabatan yang Membawa Kita ke Surga

Wah..Gaya banget ya, jadi sok alim gitu saya wkwkwkw..Tadi saya denger ceramah dari ustadz yang mengisi acara ulang tahun sodara saya, banyak sih yang diterangin sama beliau tapi hanya tentang sahabat yang ingin saya tulis, cukup menyentuh.

Banyak sekali yang membuat kita menemukan sahabat dan rata-rata semua persahabatn terjadi karena kepentingan. Kepentingan apa saja kah itu? Bisnis, cinta, ilmu, dan yang lagi nge-trend adalah kepentingan game.

Tapi yang paling bagus adalah persahabatan karena kepentingan surga. Dengan bersahabat, kita jadi berlomba-lomba dalam kebaikan. Itu lah persahabatan yang dapat membawa kita surga.

Ya..Mungkin kalo ngomong sih emang gampang tapi kenyataannya susah banget. Ini juga cerminan buat saya sendiri, saya memiliki sahabat bukan karena kepentingan ibadah. Tapi paling tidak, saya bersahabat dengan ikhlas dan bukan jadi ajang kemunafikkan.

Semoga bagi kita semua yang memiliki sahabat, sahabat itu dapat menemani kita selama kita hidup di dunia dan di dimensi berikutnya.