Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Maret 2014

Me, 4 Years Ago

source: theyesterdaycafe.com

Malam ini disaat saya udah pengen menikmati empuknya tubuh sang kekasih yang bernama Kasur, saya berniat nyiap2in barang buat firstday besok, eh gak sengaja nemu binder tahun 2010, waktu itu saya masih jadi koordinator sebuah divisi dari organisasi kebudayaan jepang.

Disana ada beberapa tulisan, salah satunya dalam bentuk mindmap yg terdiri dari beberapa divisi dan jobsdesc nya masing-masing, saya (ternyata) mempelajarinya super detail. Lalu ada juga sebuah note yang berjudul "Radiv Pertamax", yang artinya Rapat Divisi Pertama. Disana saya memberi PJ pada setiap jobdesc, (lagi-lagi) semuanya super detail.

Ada juga agenda bulan mei 2010, disana saya bersama teman-teman ingin membuat openmind sehingga bocah-bocah kampus jadi kenal sama komunitas saya, dan (lagi-lagi (lagi-lagi)) semuanya super detail, dari poster-susunan acara-PJ masing2 jobdesc-duit-perkap-perform-layout acara-guest star saya siapkan dan pelajarin.

Bukan maksud apa-apa saya menulis postingan ini, saya cuma pengen nostalgia aja. Saya dulu ternyata super otoriter, ribet, kaku, terlalu sistematis dan prosedural. Well, ada baiknya sih tapi ada buruknya juga. Itu juga membuat saya jadi kagum sama diri saya sendiri, saya orangnya bebas-liar-adventure abis-suka tantangan-suka cari masalah.

Saya jadi kangen aja, mungkin sekarang udah jauh lebih baik dari segi emosi, tapi saya gak akan bisa ngelakuin hal-hal gila dan bodoh yang sering saya lakuin dulu. Thanks masa lalu saya yang gokil. You rock, bro!

Senin, 06 September 2010

Awak di Kapal Besar, Nahkoda di Kapal Kecil


Istilah itu pasti sudah sering anda dengar di kalangan mahasiswa jaman sekarang. Awak di kapal besar, artinya menjadi karyawan di perusahaan besar. Nahkoda di kapal kecil, artinya menjadi boss di perusahaan kecil.

Kebanyakan mahasiswa sombong jaman sekarang selalu berkata lebih baik jadi nahkoda di kapal kecil daripada jadi awak di kapal besar. Padahal semua itu ada algoritmanya. Algoritma? Ya! Untuk menjadi karyawan, boss, perusahaan besar, dan perusahaan kecil semua itu butuh PROSES!

Seandainya pilihan tadi jatuh pada saya, maka saya akan menjawab, "Nahkoda di Kapal Besar!". Kalau bisa jadi boss di perusahaan besar, kenapa mau di perusahaan kecil? Tapi..Dengan algoritma sebagai berikut:

1. Awak di Kapal Kecil
Di dalam fase ini, anda dapat belajar banyak soft skill dalam sebuah organisasi dan juga sedikit belajar mengenai sistem yang digunakan organisasi tersebut agar anda dapat menciptakan sistem sendiri.

2. Awak di Kapal Besar
Di dalam fase, masih seperti fase yang pertama namun anda dapat belajar mengenai sistem yang lebih canggih agar dapat membuat sistem yang lebih baik lagi.

3. Nahkoda di Kapal Kecil
Fase pembelajaran sudah selesai, saatnya gunakan sistem yang telah anda rancang sebelumnya. Fase ini juga bisa disebut sebagai fase percobaan anda, anda dapat mencoba sistem-sistem pilihan anda sampai anda mendapatkan gaya anda sendiri.

4. Nahkoda di Kapal Besar
Setelah anda menemukan sistem yang paling pas dan anda juga sudah memiliki tingkat kepemimpinan yang tinggi, baru lah anda berpeluang menjadi nahkoda di kapal besar ini.

Jadi, kesimpulannya adalah tidak ada yang harus dipilih dari judul posting ini, karena tujuan utamanya hanyalah satu, yaitu menjadi nahkoda di kapal besar. Yang lainnya hanyalah proses untuk menggapai tujuan anda.

Selasa, 03 Agustus 2010

Gara-gara Menghapal Rumus, Bukan Konsep !

Masih tentang fisika hehe..Kali ini saya akan menuliskan tentang fisika adalah ilmu konsep, bukan rumus atau hapalan.

Seperti yang kita ketahui sejak SD, dalam memperlajari ilmu fisika kita sangat sering menemui hal yang namanya rumus ! v=s/t ; s=v*t ; t=s/v <==== lha ! itu mah di balik-balik aja :D

Ya tidak mungkin lah menyebutkan semua rumus fisika disini.

Beberapa waktu lalu (masih) dari dosen saya, dia bercerita tentang pengalamannya dalam mengajar fisika di salah satu perguruan tinggi swasta. Bentar, saya cari dulu gambarnya.

Nah..Dapet juga gambarnya..Kira-kira seperti itu lah soal yg di berikan dosen saya ke mahasiswa PTS lain.

Soal ini adalah soal yang mudah dan pastio di pelajari dalam fisika dasar, yaitu tentang kinematika (bidang miring).

Pertanyaan:
Dosen saya meminta kepada mahasiswanya tersebut untuk mencari kecepatan (v) benda yang memiliki berat w tersebut.
Jawaban:
Majulah seorang mahasiswa yang dengan yakin akan menjawab pertanyaan tersebut dengan benar, di tulis lah oleh rumus berikut V=IR ; v=kecepatan ; I=inersia ; R=jarak.

Bagaimana pendapat anda? Sip! Saya setuju dengan anda! Rumus yang digunakan mahasiswa tersebut benar! Benar-benar ngaco!
Jelas-jelas rumus yang digunakannya itu adalah untuk mencari tegangan (V) dengan menggunakan informasi arus (I) dan hambatan (R) tapi mahasiswa tersebut menerapkan rumus rangkaian listrik tersebut ke dalam kinematika.

"Korban rumus!", itu adalah kata-kata yang di lontarkan oleh guru saya waktu itu.

Dan anehnya lagi, ada seorang mahasiswa yang bertanya, "Pak! Itu 30 derajat celcius atau farenheit, pak?"

NO COMMENT dah buat yang satu ini. Jadi, hikmah dari tulisan ini adalah dalam mempelajari fisika, bukan hitung-hitungan atau hapalannya lah yang kita pahami, melainkan konsep dari fisika itu sendiri.

Jumat, 30 Juli 2010

Fisika Adalah Ilmu Kematian





evet hestara blog
Walah..lebay banget judulnya hehe..Dosen saya pernah bilang, "Saya sebenernya sangat menyesal mengajar fisika karena khawatir gara-gara saya banyak orang yang bunuh diri dengan ilmu fisika". Ternyata bukan cuma judulnya yang lebay tapi dosennya pun juga lebay.

Salah satu trend fisika adalah melompat dari gedung tinggi. Kita sering melihat di televisi banyak orang yang bunuh dengan lompat dari ketinggian. Sepertinya orang itu ingin mencoba salah ilmu fisika yang bernama Gerak Jatuh Bebas.

evet hestara

Yang berikutnya bukan lah bunuh diri melainkan pembunuhan. Ketika seorang pengendara mobil melaju dengan cepat, tiba-tiba ada orang di depan dan pengendara tersebut tidak sempat menginjak rem. Maka Hukum Kekekalan Momentum dan Gerak Lurus Berubah Beraturan lah yang terjadi.



Dan masih banyak lagi kematian yang berhubungan dengan ilmu fisika seperti orang terbawa oleh kereta ketika berdiri dipinggir peron, abis mandi masih basah-basahan isenk masang colokan listrik, dan masih banyak lagi kasus-kasus kematian yang berhubungan dengan ilmu fisika.

Namun sebenernya orang-orang tersebut mati bukan karena ilmu fisika nya tapi justru melanggar ilmu tersebut, seperti mobil terpeleset saat tikungan karena laju nya terlalu cepat. Jadi, sebenernya fisika itu bukan lah ilmu kematian melainkan ilmu yang mempelajari tentang alam ini. Dengan mendalami ilmu fisika maka kita dapat menaklukan alam ! haha..Apa sih..

Senin, 26 April 2010

Hidup Dengan Uang Receh


Tulisan ini hanyalah tulisan isenk-isenk aja, gak ada hubungannya sama bisnis, teknologi, blogging, ataupun SEO. Ini hanyalah realita dari kehidupan saya yang cukup miris huhu..

Gambar diatas adalah gambar yang saya ambil sendiri malam ini jam setengah dua pagi ini setelah nonton film 3 idiots. Abisnya penasaran banyak temen yang bilang,"Pokoknya lw harus nonton 3 idiots ! Wajib buat anak teknik !"

Ya intinya, sampai awal bulan ini, yang kira-kira 5 hari lagi, saya hidup dengan uang receh yang berserakan di foto itu. Apakah saya dapat melanjutkan hidup saya? Lihat saja 5 hari lagi ! Haha..

Minggu, 25 April 2010

Ubah Pola Pikir !


Merubah pola pikir adalah hal yang cukup sulit dilakukan. Namun begitu, bila ada kesadaran yang kuat dalam diri kita, merubah pola pikir adalah hal yang sangat mudah dilakukan.

Mengapa perlu kesadaran? Karena dengan menyadari bahwa kita ini bukanlah anak kecil lagi, itu akan terus memacu diri kita untuk merubah pola pikir yang kekanak-kanakan.

Seperti apa pola pikir yang kekanak-kanakan? Masih banyak mahasiswa yang senang hura-hura dan melakukan hal yang tidak berguna padahal mereka memiliki tanggung jawab yang cukup besar. Menjadi seorang mahasiwa bukan berarti mereka bebas melakukan apa saja, melainkan mereka harus bisa membedakan mana yang berguna dan yang tidak. Karena anak-anak tidak bisa membedakannya.

Itu lah sebabnya pola pikir akan sangat berpengaruh di dalam tingkah laku seorang mahasiswa, bila kita dapat merubah pola pikir menjadi lebih baik maka kita akan menjadi lebih dewasa dan bijaksana dalam menerima suatu masalah.

Namun seperti apakah pola pikir yang dewasa? Hmm..Sepertinya sudah out of topic nih, jadi kemungkinan saya akan menulis tentang ciri-ciri pola pikir yang dewasa pada artikel berikutnya. Mohon maaf bila kata-katanya terlalu menggurui.

Jumat, 02 April 2010

Berubah lah !


Entah kenapa gue dapet pencerahan setelah nonton film kocak See You After School, ceritanya ada orang yang selalu kena sial setiap saat. Dia selalu dibully sama temen-temen sekolahnya sampai sering banget pindah sekolah gara-gara dikerjain. Tapi diakhir cerita dia mulai berubah, mencoba jadi orang yang jantan dan berani dan bilang,"Dimanapun aku, selamanya aku akan seperti ini kalau aku tidak berubah". Tentu berubahnya jadi lebih baik, sehingga dia bisa jadi orang yang cukup dihargai disekolahnya.

Awalnya gue belum bisa menganalogikan kata-kata itu dengan kehidupan asli yang gue jalanin ini. Tiba-tiba ada seorang temen gue yang bilang dia mau pindah kuliah gara-gara susah, sekarang gue dan temen gue di IT Telkom jurusan Teknik Telekomunikasi. Dan akhirnya gue baru sadar arti kata-kata di film yang pernah gue tonton itu. Kalo kita nganggap suatu hal itu susah maka selamanya hal itu akan susah.

Gue adalah orang yang ngerasa gue lahir di waktu yang tidak tepat, setiap angkatan gue dari SD, SMP, sampai SMA gue ngerasa angkatan gue tuh selalu terburuk. Angkatan lama prestasinya mantep-mantep dan setelah gue lulus sekolah gue diperbaiki trus yang menikmatinya jelas angkatan dibawah gue.

Tapi lama-lama gue berpikir, kalau gue terus kayak gini, ya selamanya akan kayak gini. Semua gak akan berubah kecuali kesialan itu. Dan sekarang gue udah mulai bisa nerima apa yang ada, apa yang gue punya, dan apa yang gue bisa. Bukan masalah nasib gue gak bagus atau sejenisnya, tapi bagaimana gue ngerubah nasib itu jadi baik.

Intinya, terimalah apa adanya yang udah lw punya dan gak usah mencoba tuk mencari yang lain. Yang terpenting adalah bagaimana lw ngerubah pola pikir untuk tidak lari dari kenyataan ini, hadapi saja.





Kamis, 01 April 2010

Kisah Pemimpin yang Sering Gagal


Kalo denger kata-kata itu membuat gue jadi teringat masa lalu, gue sering banget dipilih jadi pemimpin suatu organsasi, waktu SMA gue dipilih jadi ketua MPK dan ketua apresiasi seni islam.

Walaupun sering dipilih tapi jujur gue sering gagal dalam memimpin, mungkin karena gue mental bawahan atau emang gue gak bakat jadi pemimpin. Tingkat kepemimpinan yang sangat rendah yang gue miliki ngebuat team yang gue buat selalu ancur.

Bukan cuma organisasi, band yang sering gue bentuk waktu SMA gak pernah maju, itu sampai sekarang lho ! Gue punya band tapi gak pernah rutin ngeband, cuma gitu-gitu aja, gue bener-bener gak dihargai. Entah karena gue bego, temen-temen gue bego, atau emang belum dapet jodohnya ya?

Gue juga pernah jualan di kampus berenam sama orang yang baru gue kenal. Jujur disitu gue ngerasa mereka tuh gak ada yang serius atau emang gue yang gak bisa mimpin ya? Gue dikasih modal lima ratus ribu dan jadinya malah rugi seratus ribu.

Akhirnya gue coba ikut kepanitiaan festival musik jepang di kampus gue, disana gue banyak dapet yang namanya soft skill dalam berkomunikasi. Gimana caranya nyenengin atasan kita, gimana caranya bekerja dengan baik, gimana caranya ngatur waktu, pokoknya banyak banget gue dapet. Alhamdulillah acaranya berjalan lancar.

Pengetahuan gue dalam menjadi bawahan pun mulai bertambah, sekarang gue jadi keranjingan sama yang namanya organisasi dan kuliah pun mulai terlupakan. Gue mencoba untuk jadi pengurus komunitas jepang dan tiba-tiba gue terpilih jadi koordinator salah satu divisi di komunitas tersebut. Sungguh cobaan yang sangat berat.

Jujur gue takut kejadian yang sama bakal terulang lagi, team yang gue pimpin bakal gak kompak, ancur, dan bubar deh semua. Tapi kalo gue gak berubah, selamanya bakal seperti ini.

Yang gue ngerti cuma bagaimana ngebuat prokernya tapi percuma kalo proker itu gak ada yang jalan karena gue gak bisa mimpin. Yeap..Dengan pengalaman-pengalaman gagal yang gue punya, gue yakin setelah ini kutukan itu segera berakhir dan organisasi yang gerakkin bisa berjalan dengan baik.







Selasa, 30 Maret 2010

Apa itu Amanah?


Beberapa waktu lalu gue ikut rekruitasi jadi pengurus organisasi pecinta budaya jepang di kampus gue. Mulai dari tahap wawancara, perkenalan, outbond, upgrading, dan pelantikan udah gue lewatin. Semua gue lakuin dengan cukup berambisi karena gue berambisi banget buat ngenalin musik jepang ke kampus gue.

Usaha gue pun gak sia-sia, akhirnya gue diterima jadi pengurus di organisasi tersebut. Dan yang mengejutkannya, gue dipilih jadi koordinator divisi culture. Divisi yang paling gue inginkan karena disana ada honnoukai (musik jepang), aliran musik favorit gue.

Mungkin awalnya gue ngerasa seneng banget karena gue dipilih jadi koordinator tapi gue sadar. Semakin tinggi jabatan maka semakin besar tanggung-jawab gue atas amanah yang diberikan itu. Gak sepantasnya gue seneng karena amanah adalah sebuah cobaan.

Cobaan baru aja datang menghampiri gue, gue harus bisa menghadapinya, gue harus bisa ngejalanin amanah yang diberikan.

Intinya, jabatan adalah amanah..amanah adalah cobaan..jadi jabatan adalah sebuah cobaan, bukan rezeki. Bukan uang atau imbalan yang besar dari jabatan itu, tapi bagaimana kita menjalankan amanah itu.







Rabu, 06 Januari 2010

Kehilangan Sahabat

Wii..so sad banget dah judulnya, sebenernya gak gitu juga sih, gue masih bersahabat cuma kedamaian saat-saat bersama mereka tuh udah mulai pudar, bahkan bisa dibilang hilang. Pengen gue sebut semua satu per satu nama n kejadian bareng mereka tapi kayaknya gak etis banget, secara gue mang gak keluar dari mereka karena gak ada yang namanya mantan sahabat.

Waktu awal-awal, gue cuma berdua, orang pertama yang jadi temen gue waktu gue masuk kuliah dulu (dulu? Baru 6 bulan juga) . Kemana-mana selalu berdua sama dia kayak homo, berangkat kampus, shalat, n makan selalu bareng.

Terus gue ketemu lagi sama dua orang cewek kelas, akhirnya kita berempat deh, gak selalu bareng sih tapi mereka sering maen ke kosan gue, ngobrol-ngobrol, n belajar bareng. Nikmatnya persahabatan mulai terasa saat itu.

Temen gue yang pertama itu pun ngenalin gue sama dua cewek kelas, nambah lagi deh jaringan persahabatan gue dikelas. Sebelum UAS kita belajar bareng buat dapetin nilai yang memuaskan, enam jam pun dihajar demi kuliah, gue suka banget semangat itu.

Dan nambah empat orang cowok kelas, suasana belajar bareng udah mulai jarang terasa karena kita mulai mencoba buat menikmati indahnya kota paris van java ini. Nongkrong terus seharian, kuliah cuma dua jam tapi maennya enam jam lebih ampe malem. Jalan-jalan ampe jam empat pagi pun kita jabanin aja. Nginep bareng di kost gue ampe waktu itu kena omel sama tetangga sebelah.

Sejak saat itu gue mulai jarang ngumpul karena tempat nongkrongnya udah pindah, from kost to kost (kayak lagu boyband). Dan personil pun udah nambah dan menjamur, bener-bener kayak MLM dah jaringan dibawah gue udah mulai banyak (tapi kok gue gak dapet bonus?).

Bukan berarti gue gak bisa bersahabat sama mereka yang masih newbie itu tapi arus pun udah makin deres, gue gak bisa lagi nahannya (maksud lo apaan sih, nyet?). Emang sih, dalam persahabatan itu gak ada kepentingan, karena kalo ada kepentingan berarti dia itu partner sejati lw, bukan sahabat, tapi gue gak bisa terus ngumpul-ngumpul gitu. Buang-buang waktu boleh tapi gue masih punya tanggung jawab, nyokab ngasih amanah buat belajar buat kesuksesan gue nanti, gue gak mau ngecewain nyokab.

Dan semua berjalan begitu aja di dalam dimensi waktu ini, kita semua udah pecah n terbagi-bagi. Putaran roda (Nidji banget) ngebuat gue kembali dibawah, kembali seperti awal. Gue ngumpul cuma bertiga atau berempat aja, mungkin bisa berkurang sampai gue sendiri lagi.

"Persahabatan yang susah payah dibentuk, mengalir cepat, hingga waktu memberi lagi jawabannya. Persahabatan..memang akan berakhir dengan sendirinya.."

Thx my best friends..Hope we can be together again someday..







Senin, 14 Desember 2009

Vierra at IT Telkom

Kalo kemaren (12 desember 2009) gue dateng pas ada Raditya Dika ngisi talkshow, sekarang gue gak dateng pas ada (14 desember 2009) Vierra ngisi acara Closing Acara Anti-Aids di kampus gue, IT Telkom. Tapi buat isenk-isenk gue nulis aja ni artikel biar exist gitu hehe..

Tadinya gue mang rencana mau ikut nonton sama temen-temen gue tapi gue sadar kalo gedung serba guna IT Telkom paling cuma muat 4000 orang dan yang bisa ngeliat paling cuma 2000 orang diantaranya, jadi gue putuskan untung gak ikut nonton deh.

Ya, semoga anak-anak IT Telkom yang dateng kesana gak kecewa deh sama penampilan dari Vierra, biar temen-temen gue yang dateng itu bisa cerita ke gue tentang kegokilan Vierra di Bandung edge of town ini hehe..

Trus? Udah deh ini aja yang gue tulis, bingung mau ngapain lagi, gak ada bahan wekekeke..






Raditya Dika at IT Telkom

Beuh..akhirnya gue bisa ketemu juga sama ni orang gila, kisah hidupnya bener-bener konyol banget, kasian banget dah tu orang. Dia dateng sebagai pengisi acara dari Opening Nihon No Matsuri Volume 3 oleh Japan Genki Community IT Telkom 12 Desember 2009, gak jelas dia tuh ngasih materi apa, ntah curhat ntah ngedongeng buat kita semua tapi intinya..gue terhibur.

Gue dateng sama cewek gue (hehe..udah punya nih) ke acara telat setengah jam, kita pikir si Raditya Dika bakal telat ternyata pas kita masuk, dia udah ngoceh aja di depan ngelawak-lawak tolol gitu. Sumpah ni orang, jago banget story telling, otak kanannya berfungsi dengan baik hehe..

Dari awal dia cerita ampe akhir tu semua orang ketawa-ketawa, gak mungkin gue cerita satu per satu lawakannya karena jumlahnya tu limit n mendekati tak hingga, banyak banget. Tapi bagian yang paling berkesannya tu waktu dia selesai ngasih ceramah, kultum, atau apalah itu, dia ditanya-tanyain sama MC-nya.

Nah..MC-nya speecless gitu sama Raditya Dika n keluarlah pertanyaan bullshit. “Film jepang favorit kesukaan Raditya Dika apa sih?”. Dijawab lah dengan sedikit cengengesan. “Hentai”. Histeris semua orang pada ketawa termasuk si Raditya Dika dan..MC-nya pun ikut-ikutan ketawa. Tiba-tiba MC-nya nanya sesuatu tentang Hentai ke Raditya Dika, yeap..ternyata si MC itu gak tau kalo Hentai itu kartun bokep, mungkin dia pikir itu judul anime. Semua penonton ketawa-ketawa n Raditya Dika pun ketawa sampai berdiri dari tempat duduknya hehe..Trus lah si MC masih bertanya tentang Hentai sampai MC yang satu lagi ngalihin topik dengan nanyain ke band pengiring udah siap atau belum untuk tampil hehe..

Satu lagi juga ada lagi, ada penonton yang minta Raditya Dika buat main gitar dan bernyanyi, wah..kaget banget gue dengernya, ternyata dia bener-bener ngambil gitar listrik n minta bantu ke personil band lainnya untuk main
di C,G,Dm, n Am kalo gak salah. Bernyanyi lah dia dengan suara flat n lirik yang kocak banget di C,G,Dm, n Am kalo gak salah. hehe..Terus dia bermain melody jazz seperti yang dia mainkan waktu di film Kambing Jantan . Bener-bener menghibur banget penampilan dari si Kambing ini.

Setelah selesai, gue nungguin cewek gue buat foto bareng Raditya Dika, gue gak ikut karena jaim aja, padahal emang mau hehehe..gak lah. Oia..sekalian bantu-bantu promoin acara ini yang menurut gue sangat luar biasa, buat liat foto-foto n info selanjutnya, lw bisa browsing ke www.nnmv3.blogspot.com. N acara puncaknya diadain pada tanggal 26 desember 2009 di Cihampelas Walk a.k.a Ciwalk Bandung.








Masalah Anak Kost

Banyak sekali perbedaan hal antara anak rumah dan anak kost, yg pada kesempatan kali gue akan lebih spesifik ke masalah sosial, masalah antar anak kost. Gue bingung di awal tadi pengen nulis judul tentang junior vs senior atau masalah kebiasaan dirumah. Akhirnya gue milih judul yang lebih umum biar lebih gede peluangnya ketemu di google hehe..

Sekarang pukul 1.34 pagi tanggal 13 desember 2009, tadi gue lagi ngumpul ma sahabat-sahabat gue di kosan gue, kita nyanyi-nyanyi n ketawa-ketawa bareng, yang bahasa orang dulunya, bikin berisik aja, padahal sebenernya kita lagi bersilaturahmi yang sesungguhnya.

Tiba-tiba dateng tetangga kamar sebelah gue, sebut aja namanya X. Dia dateng n marah-marah secara nyindir gitu.
“tolong ya, bisa tau waktu gak? Sekarang sudah malam dan kalian gak sendiri disini”
Itu kunjungan kedua kalinya si anjing ke kamar dengan masalah yang sama, ya emang sih dia angkatan 2005 dan gue 2009 tapi gak usah segitunya donk.

Gue tau gue salah tapi gue tetep gak bisa nerima cara negor yang kayak gitu, pengen banget rasanya balas dendam ke tu X, pengen gue dobrak kamarnya n gue tampol ampe mati tu orang.

Sekarang temen-temen gue lagi pada keluar mau makan n ngopi, gue gak ikut karena gue gak mau dibilang kalah ma tu X, gue sendiri disini n berharap si x dateng trus gue timpuk tu orang pake laptop.

Dan sekarang gue bingung kedepannya gimana, minta maaf dan dibilang pecundang atau ngajak ribut tu anjing dan diusir dari kosan. Intinya gue bersyukur bisa ngalamin ini karena kalau gue hidup tanpa masalah berarti sama aja gue mati.

Di kalkulus, cara untuk bisa nyelesain banyak soal kita harus ketemu dulu sama soal-soal itu. Di hidup, cara untuk bisa nyelesain banyak masalah kita harus ketemu dulu sama masalah-masalah itu.






Jumat, 27 November 2009

Tips Berkomunikasi

Seperti yang udah gue janjikan diartikel sebelumnya bahwa gue akan nulis artikel tentang berkomunikasi yang gue dapet dari seminar Neuro Linguistic Program yang diadakan oleh Indonesia Marketing Association cab. IT TELKOM.

Manusia memiliki 3 cara berkomunikasi, yaitu Visual, Auditory, dan Kinestetic. Ada beberapa cara untuk mengetahui perbedaan itu tapi mungkin disini gue jelasin 2 cara untuk membedakannya, yaitu dengan melihat mata dan cara berbicaranya.

Visual, orang yang seperti ini cenderung suka melihat keatas apabila sedang berbicara dengan orang lain. Jadi, sering-seringlah menatap mata lawan bicara anda. Lalu orang yang visual biasanya berbicara dengan sangat cepat, apa yang ia pikirkan sampai tak mampu dikeluarkan sepenuhnya oleh indra pembicaranya. Jadi, apabila anda berbicara dengan orang visual, sebaiknya anda berbicara dengan cepat dan sering menggunakan kalimat, “saya lihat...blablabla”.

Auditory, orang yang seperti ini cenderung suka melihat ke samping datar apabila sedang berbicara dengan orang lain. Lalu orang yang auditory biasanya berbicara dengan sangaaaatt lambat. Jadi, apabila anda berbicara dengan orang auditory, jangan berbicara dengan cepat dan sering menggunakan kalimat, “saya dengar...blablabla”.

Kinestetic, orang yang seperti ini cenderung suka melihat ke bawah apabila sedang berbicara dengan orang lain. Lalu orang kinestetic biasanya berbicara disertai dengan gerakan-gerakan yang banyak, memperagakan apa yang ia bicarakan. Jadi, apabila anda berbicara dengan orang kinestetic, lakukan lah gerakan-gerakan saat anda berbicara seperti Bapak SBY.

Nah, biasanya orang yang enjoy dengan lawan bicaranya secara otomatis akan mengikuti gerakan yang dilakukan oleh lawan bicaranya. Jadi, bila teman anda sedang menyilangkan kakinya, maka beberapa detik kemudian tirulah gerakan teman anda dan tanpa disadari ia akan nyaman berbicara dengan anda.

So, let`s try it!














Senin, 19 Oktober 2009

Biaya Hidup Gue 2,7 Juta Per Bulan

Awalnya waktu gue pindah ke Bandung, gue ngekost, gue boros banget, jajan-jajan mulu, bukan “jajan” ya. Makan selalu fried chicken gitu deh yang 8000-an yang sekarang alhamdulillah gue sekali makan 3000-an aja hehe..Tapi sial gue jadi makin kurus gini. Oke, begini rinciannya, gue ambil yang mahalnya aja ya:

1. Makan @ Rp 5.000 x 3 x 30 hari = Rp 450.000
2. Uang jajan, jalan, n keperluan lain-lain per bulan = Rp 400.000
3. Kost-an per tahun 5 juta jadi per bulan = Rp 420.000
4. Kuliah per semester 5 juta jadi per bulan = Rp 1.200.000

5. Listrik kost-an per bulan = Rp 88.000
6. Internetan kost-an per bulan = Rp 100.000
7. Pulsa per bulan = Rp 30.000

Jadi, kalo di total ada 2, 725 juta rupiah untuk biaya hidup gue per bulan! Mungkin untuk yang gaji ortunya diatas 10 juta rupiah per bulan n anaknya maksimal 2 orang, hal ini gak terlalu berat. Tapi seandainya gue ada di keluarga seperti itu, gue sadar kalo gue bener-bener nyusahin ortu sedangkan gue masih maen-maen dan malah sibuk nyari cewek di kampus hehe..Jujur banget, ya?

Terus hikmahnya? Apaan ya? Ng..Gue cuma pengen nyindir orang yang sekarang lagi sombong-sombongnya pamerin mobil yang dia punya, dia bilang ke orang-orang kalo itu mobil dia, mungkin memang iya tapi emangnya itu uang dia? Paling uang mami atau papinya. Dianya sama aja kayak gue, kayak mahasiswa lainnya, sama-sama tukang ngemis harta kekayaan ortu.







Selasa, 29 September 2009

Laptop and Desktop

Lagi-lagi gue nulis artikel dari apa yang gue denger dari dosen, emang mereka pengetahuannya mantep-mantep dah. Kali ini tentang kesalah-kiprahan rata-rata orang Indonesia atau bahkan dunia tentang pengertian dari laptop dan desktop, mungkin kebanyakan mahasiswa jaman sekarang sudah banyak yang mengetahui tentang perbedaan ini tapi secara overall masih lebih banyak lagi orang yang salah mengartikannya.

Kita masih sering mendengar orang menyebut komputer desktop dengan PC dan komputer laptop dengan laptop. Jadi, yang namanya PC itu bukan laptop (Pikiran yang salah). Padahal PC adalah kepanjangan dari Personal Computer dan laptop itu juga Personal Computer, bukan buat umum kan yang pasti, nanti jadinya Public Computer.

Yang benar untuk PC (Menurut orang yang salah mengartikan) adalah desktop karena desk artinya meja dan top artinya diatas. Jadi, artinya komputer yang ada diatas meja, that`s PC Desktop. Dan untuk laptop adalah lap yang artinya pangkuan dan top artinya diatas. Jadi, artinya komputer yang ada diatas pangkuan, that`s PC Laptop.

Oleh karena itu, mulai sekarang kita ubah kata PC menjadi desktop agar membedakan antara dekstop dan laptop, bukan PC dengan laptop karena laptop juga PC.









Jumat, 18 September 2009

Aturan Membuat Orang Jadi Lebih Baik

Percaya gak aturan bisa ngebuat orang bahkan masyarakat jadi lebih baik bila itu dijalankan dengan baik? Gue yakin kebanyakan dari kita gak percaya karena kebanyakan aturan yang dibuat itu gak jelas untuk apa.

Sebagai contoh, jumlah penderita DBD di Singapur pernah melebihi jumlah penderita DBD di Jakarta, gak tau ya? Haha..Beneran loh ini, tapi setelah itu pemerintah Singapur membuat aturan kepada semua warganya agar tidak membiarkan air tergenang dimana-mana, termasuk di kamar mandi, dan Singapur akan memenjarakan orang yang melanggarnya. Dan waw! Ditahun berikutnya, tidak ada 1 orang pun yang menderita DBD di Singapur.

Lalu sekalian numpang pamer nih, IT TELKOM mewajibkan mahasiswanya untuk mengikuti organisasi dan seminar, lalu mahasiswa itu akan diberikan point dari keaktifannya itu. Bila mahasiswa tidak mencapai point minimal yang telah ditentukan, maka IT TELKOM akan menahan ijazah dan toga milik mahasiswa itu apabila sudah lulus. Dan efeknya apa? Semua mahasiswa menjadi aktif dan kampus jadi terasa hidup dengan banyaknya seminar-seminar yang diadakan oleh UKM-UKM.

Dari situ bisa kita lihat beberapa aturan yang sangat beralasan kenapa dibuat. Singapur membuat aturan itu agar mengurangi jumlah penderita DBD dan semua orang pun tahu efek positifnya. IT TELKOM membuat aturan itu agar membuat mahasiswa memiliki soft-skill yang baik dalam dunia pekerjaannya nanti dan semua mahasiswa pun dapat merasakannya langsung.

Lalu kenapa banyak orang yang suka melanggar aturan? Kalo menurut gue, subjektif nih, aturan yang dibuat suatu institusi itu sangat tidak logis dan tidak dapat dirasakan langsung oleh anggotanya. Misalnya waktu SMA kita tidak boleh rambut panjang, maksudnya apa? Rambut panjang bisa ngurangin fungsi otak gitu?

Yeap..Gue mungkin belum bisa ngasih solusi dari penyebab pelanggaran aturan itu karena gue juga sering melanggar aturan tapi paling gak artikel ini bisa jadi renungan buat kita semua agar lebih menaati peraturan yang logis. Yang gak logis? Persetan itu!




Rabu, 26 Agustus 2009

Long Time No Blogging

Semenjak pindah ke Bandung karena gue kuliah di IT TELKOM, gue gak sempet nulis artikel lagi karena gak ada komputer tapi sekarang gue mau norak-norakan tolol ah, gue udah megang laptop donk! Hahha..Bego banget ya..

Awalnya ada ospek yang bernama PDKT 2009, pengenalan dunia kampus telekomunikasi. Seminggu yang sangat panjang disertai dengan tugas-tugas yang subhanallah capenya. Facebook-an aja itu nyolong-nyolong waktu pas lagi download tugas di warnet.

Setelah hari ini dikirim laptop ma nyokab gue dari sepupu gue (hehe..thx sodaraku..) akhirnya gue bisa nulis artikel lagi n gak bosen, ya walaupun ada yang kurang sih, internet! Tapi ya ini aja udah sempurna banget buat hidup gue.

Sumpah! Lega banget rasanya bisa curhatan lagi di dunia cyber ini walaupun yang baca gak ada haha..

Yeap..Dunia baru = Artikel baru! Viva la Blogging! Apaan sih gue, artinya aja kagak tau..